Kader PKS Kritik Pemkab Terkait Jalan Rusak dan Gedung PKL

0 210

LOGIKANEWS.COM – Kendaraan angkutan umum jurusan Pangrumasan Garut – Bandung – Maroko sampai saat ini terpaksa harus melewati jalan yang sangat terjal. Kondisi jalan yang sangat parah dan memperihatinkan, terutama antara Kampung Jubleug sampai Toblong dengan panjang sekitar 8 KM.

MUBAZIR: Gedung PKL I sampai saat ini menjadi perbincangan sejumlah elit di Kabupaten Garut. pasalnya, angaran miliaran rupiah yang digunakan Pemkab Garut malah terkesan mubazir. PKL tetap berada di lokasi semula, sementara Gedung PKL I dan II sampai saat ini tidak terawat dan masih banyak yang kosong alias tidak digunakan. (FT: Asep Ahmad)

Salah satu warga Pangrumasan, Kabupaten Garut Harun Arrasyid mengaku sedih dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak memiliki pilihan untuk melewati jalan lain.

“Kondisi jalan seperti sungai kering. Masyarakat tidak punya pilihan untuk  melewati jalan lain. Masyarakat dari Desa Toblong, Pangrumasan, Simpang, Maroko sangat membutuhkan jalan tersebut,” ungkap Harun kepada Logikanews.com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan) di belakang Gedung PKL II Kabupaten Garut, pekan lalu.

Dikatakannya, kebutuhan masyarakat terhadap jalan sangat berarti. Namun sepertinya selama ini Pemkab Garut dianggap tidak peduli. Buktinya sampai saat ini tidak ada perbaikan.

“Kami meminta perbaikan jalan kepada bupati karena kami juga manusia, warga Garut yang membutuhkan akses transportasi yang baik. Warga juga meminta Rudy-Helmi memperhatikan masyarakat pemilihnya,” ungkapnya.

Selama ini Harun dikenal sebagai Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun dirinya tidak sungkan mengkritisi Pemkab Garut apabila memang perlu di kritisi. Disebutkannya, Bupati Garut, H Rudy Gunawan pernah menyampaikan bahwa anggaran untuk perbaikan akan diadakan tahun 2019 sesudah pemilu.

“Tetapi kami pun belum sepenuhnya percaya, karena hal itu juga pernah dijanjikan Bupati Garut akan ada perbaikan sesudah Pilkada, tetapi sampai saat ini tidak ada realisasinya,” papar Harun.

Harun meminta bupati untuk merealisasikan pembangunan jalan dari daerah Jubleug hingga Toblong. “Bupati pernah menyampaikan pada saat menghadiri acara penilaian Puskesmas hari Rabu sesudah demo guru honorer bahwa anggaran jalan itu sudah dianggarkan sebesar Rp 11 Milyar. Untuk itu, kami meminta Pemkab Garut untuk mewujudkan janji-janjinya,” terang Harun.

Harun pun membandingkan antara kebutuhan pembangunan jalan dan pembangunan Gedung PKL I dan II yang  sampai saat ini mangkrak dan tidak digunakan. Sehingga Harun kembali mengaskan kepada Pemkab Garut untuk membangun perihal yang sangat penting untuk menjadi skala prioritas.

“Jalan yang nyata-nyata sangat dibutuhkan tidak diwujudkan. Tetapi Gedung PKL yang nilainya miliaran rupiah, sampai saat ini tidak dipakai dan mubazir. Dana atau anggaran untuk pembangunan Gedung PKL ini saya nilai tidak bermanfaat. Bupati tidak mampu melakukan pembangunan skala prioritas,” tandas Harun Arrasyid. (Asep Ahmad)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.