Komunitas Taman Baca Masyarakat Malangbong Berbagi Wawasan

0 220

LOGIKANEWS.COM – Melihat berbagai fenomena yang ada dalam suatu masyarakat, khususnya mengenai minat baca yang kurang, maka komunitas taman baca menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan minat baca. Langkah ini merupakan fasilitas dan langkah nyata yang disediakan untuk masyarakat. Dengan adanya taman baca diharapkan masyarakat sejahtera secara intelektual, yang akan sangat berdampak kepada peradaban.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke 4, dimana didalamnya terdapat salah satu tujuan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” serta dalam UUD 1945 tentang tujuan dari pada pendidikan yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Maka  dengan ini, Komunitas Taman Baca Masyarakat Malangbong mengadakan suatu acara yang akan memberikan spirit kepada generasi muda untuk memperkaya intelektualitasnya dengan membaca. Di samping itu, bahwa membangun peradaban manusia tidak terlepas dari pada budaya literasi, karena hal tersebut akan mengakibatkan setiap orang memiliki pengetahuan. Dengan pengetahuan sejatinya manusia bisa melakukan perubahan sosial yang mengarah kepada terciptanya masyarakat berpendidikan.

Salah seorang anggota Komunitas Taman Baca Malangbong, Dadan A. Majid mengungkapkan, tujuan dari pada seminar literasi dengan tema “Rekonstruksi Budaya Membaca pada Generasi Muda’ ini yaitu untuk membangun kembali kesadaran akan pentingnya membaca,  menggalakkan atau mendekatkan masyarakat kepada membaca, sehingga nanti masyarakat khususnya generasi muda mendapatkan hak seutuhnya yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu masyarakat yang cerdas, kreatif, inovatif serta mandiri. “Mengaminni perkataan Sujiwo Tejo bahwa pengetahuan merupakan senjata, senjata kita untuk dapat terlepas dari penindasan serta kebodohan,” ungkap Dadan.

Menurut Dadan, di era digital ini, dimana teknologi menjadi bagian dalam suatu masyarakat, sehingga semakin memudahkan masyarakat untuk mengetahui segala sesuatu yang dapat memperkaya intelektualitasnya atau pengetahuannya. Namun, masalahnya apakah generasi sekarang dalam hal pemanfaatan teknonologi itu ke arah positif atau justru ke arah negatif.

“Ketimbang mereka membuka wesbsite atau perpustakaan online yang justru nantinya akan berdampak positif khususnya bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. Karena setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab sosial. Dalam artian, manusia harus bisa memanusiakan manusia lainnya,” ujar Dadan.

Dadan juga menjelaskan pentingnya literasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dengan memberikan pemahaman bahwa berlangsungnya peradaban tidak terlepas dari pada masyarakat yang mampu memahami segala sesuatu dengan cara membaca, mengolah sehingga hidupnya terarah.

“Dengan adanya penjelasan mengenai literasi ini, diharapkan para masyarakat pada umunya tidak hanya sekedar membaca, tetapi berikut dengan memahami kemudian dengan mengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari, agar ilmu pengetahuan yang didapat bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” tandasnya.

Jajay Junaedi selaku Ketua Taman Baca Malangbong menyampaikan, disamping itu, output dari pada para generasi muda yang dekat dengan membaca atau haus dengan ilmu pengetahuan akan menghasilkan kreativitas, inovasi serta kemandirian yang nantinya akan berpengaruh kepada pembangunan daerah.

“Seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan yaitu Taman Baca Malangbong. Karena itu merupakan suatu wadah yang Insha Allah dapat membantu masyarakat untuk menambah wawasan serta mengembangkan ilmu pengetahuannya,” terang Jajay.

Jajay berpendapat, minat baca masyarakat kita itu dibawah rata-rata. Berdasarkan informasi yang ia ketahui Indonesia menduduki peringkat ke 60 mengenai minat baca. Dari 61 negara, setelah dilakukan study Most Littered Nation in The World yang di selenggarakan Central Connecticut State University pada maret 2016 yang lalu. “Maka dari itu diharapkan para generasi muda mampu memanfaatkan fasilitas yang kami sediakan dan mampu menunjukan bahwa kita bagian dari aksara, bahwa kita tidak buta membaca,” jelasnya.

Sejalan dengan Plato yang menyatakan bahwa suatu masyarakat tidak akan maju apabila tidak mengedepankan apa yang dinamakan dengan pendidikan. Dalam artian, pendidikan disini tidak sebatas sekolahan atau lembaga lainnya. “Dengan membaca, kemudian akan memahami berbagai buku referensi atau bahan bacaan, meskipun diluar lembaga pendidikan manusia akan mendapat pengetahuannya,” katanya.

Tanpa pengetahuan manusia sejatinya akan dibutakan atas realitas. Mengutip perkataan Imam Al Ghazali, “Jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka engkau haru siap menanggung perihnya kebodohan”. Dalam hal ini sangat jelas bahwa tanpa pengetahuan manusia bisa sengsara dan ini juga membuktikan bahwa ada efek negatif dari seseorang yang tidak membaca akan mendekatkan diri pada kebodohan. Efek positif dari seseorang gemar membaca akan mendekatkan diri pada kekuasaan, baik dalam hal informasi, ide serta gagasan baginya untuk menjalani kehidupan. (Rilis/Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.