Yudha Puja Turnawan Sikapi SRG di Kabupaten Garut

GARUT (LOGIKANEWS.COM) – Selama ini masyarakat Garut terkesan tidak mengetahui apa itu Sistem Resi Gudang (SRG) dan apa saja manfaatnya. Padahal sesuai dengan perundang-undangan yang ada di negara Indonesia, SRG ini bisa mendongkrak perekonomian bangsa, khususnya masyarakat petani.

Untuk Kabupaten Garut sendiri, SRG ini sepertinya sangat awam di kalangan masyarakat maupun pejabat. Padahal, Pemkab garut adalah salah satu daerah yang cukup beruntung daripada daerah lain di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Pasalnya, sejak tahun 2011 lalu, Kabupaten Garut sudah memiliki mendapat kucuran dana dari Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp 2,5 Milyar, yang diperuntukan membangun Gudang Komoditi Sistem Resi Gudang.

Bahkan, Gudang Komoditi Sistem Resi Gudang yang berdiri di Jalan Haur Geulis, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi ini ini dilengkapi dengan penambahan lahan yang cukup luas, pembuatan benteng dan mesin genset. Gudang ini terdiri dari penampung jagung dan pengeringnya. Peralatan yang ada di gudang ini merupakan peralatan canggih.

Selain itu, penggunaan mesin di gudang ini harus menggunakan tenaga atau operator resmi. Sedangkan kapasitas gudang ini bisa menampung sampai 400 ton dengan jangka waktu Empat hingga Tujuh bulan.

Tahun 2013 lalu, petugas operator Gudang Komoditi Sistem Resi, Tatan Permana kepada wartawan mengaku dengan keberadaan gudang ini Kelompok Tani dari Kabupaten Garut berhasil merebut kejuaraan nasional kelompok tani yang awalnya disandang kelompok tani dari Jawa Timur. Kelompok tani dari Garut pun menjadi kebanggaan bagi kelompok tani yang ada di Jawa Barat.

Lalu, apa hubungannya keberhasilan kelompok tani dengan adanya gudang komoditi Sistem Resi Gudang ini. Menurut Tatan, selain berfungsi sebagai gudang, juga untuk melatih dan mengelola Silo bagi kelompok tani yang resmi terdaftar.

“Mesin pengering dan penampung Jagung tersebut dioperasionalkan selama 24 jam nonstop, sehingga ketika ada masyarakat yang membutuhkan jasa pengeringan bisa memanfaatkan gudang ini dengan semua peralatannya. Tahun 2013 lalu, biaya untuk pengeringan ini dikenakan tariff Rp 200 perkilogramnya.

Beberapa tahun berlalu kini salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan mengatakan, keberadaan SRG di Kabupaten Garut beberapa tahun ini tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga anggaran Miliaran rupiah inipun dianggap mubazir. Padahal, menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Garut ini, SRG memiliki manfaat yang sangat luas bagi masyarakat serta menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Saya sangat kecewa dengan Pemkab Garut yang tidak mengoptimalkan keberadaan Gudang Komoditi SRG yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan RI. Padahal, apabila Pemkab Garut tidak mampu mengelola SRG ini, bisa ja Pemkab Garut menggandeng pihak ketiga yang memiliki legalitas hukum yang resmi seperti PT atau Koperasi,” ungkapnya.

Yudha yang juga menjabat sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Kabupaten Garut ini menuturkan, pengelolaan Gudang Komiditi SRG ini juga bisa dikerjasamakan dengan Sucofindo atau lainnya sebagai perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bidang pergudangan.

“Silo yang ada di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi sudah dua tahun terbengkalai. SRG tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya kepada Harian Umum Logika.

Padahal, tegas Yudha, Gudang Komoditi SRG adalah sarana yang ada harus dimanfaatkan, karena SRG memiliki peranan guna memberi manfaat untuk masyarakat. Menurut Yudha, berdasarkan pengalamannya menjadi anggota Banggar DPRD selama tiga tahun, tidak ada komitmen pemda hntuk megimplementasikan SRG, khususnya di Gudang Silo Banyuresmi Kabupaten Garut.

“Kalau ini tidak dimanfaatkan, maka kerugian yang didapat adalah menjadi tidak ada nilai tambah dan asset inipun menjadi mubazir. Padahal, petani juga bisa memanfaatkan resi gudang itu sebagai agunan ke pihak bank, diantaranya bank-bank yang sudah ada kerjasama dengan Kemendag RI seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jawa Barat Banten (BJB).

“Namun demikian, saya juga belum mengetahui persis, apakah selama ini bank bank itu sudah ada kerjasama dengan pihak Kemendag,” tambahnya.

Yudha menyebutkan, Garut seharusnya bersyukur karena memiliki Gudang Komoditi SRG, karena disana juga ada manfaat sistem tunda jual. Petani bisa menyimpan hasil pananennya dan bisa memutuskan untuk menjual hasil panennya ketika harga sedang dalam kondisi baik. (Asep Ahmad).

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *