Cimoney Gandeng Sangu Beas Tutu, Kolaborasi Kuliner Nusantara di Kota Garut

0 196

LOGIKANEWS.COM – Makan, makan dan makan. Begitulah kebutuhan pokok mahluk hidup yang namanya manusia. Setiap hari anggota badan manusia membutuhkan nutrisi yang baik agar bisa hidup sehat dan mampu beraktifitas dengan baik.

Namun tentunya, di zaman yang serba canggih dan instan ini masyarakat harus hati-hati mengkonsumsi makanan yang benar-benar baik. Pasalnya, banyak ditemukan makanan yang malah tidak baik dan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.

Untuk itu, dalam artikel ini, Redaksi Logikanews.com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan) akan merekomendasikan salah satu pusat makanan yang benar-benar sehat dan baik untuk kesehatan.

Rumah Makan Nasi Beas Tutu, disinilah makanan-makanan sehat itu ada. Makanan khas Nusantara diantaranya masakan ala Sunda dan Betawi bisa ditemui disini dan menjadi pilihan pecinta kuliner. ”Ya betul, kami menyediakan makanan nusantara ala Sunda dan Betawi,” ujar Cheff RM Sangu Beas Tutu, Iskandar saat berbincang dengan media ini di Resto Cimoney, Jalan Ahmad Yani No.1 Kabupaten Garut.

PENGANGGURAN: Dengan membuka usaha kuliner, Bapak Ade Soleh yang ternyata seorang Polisi yang bertugas di Polda Jabar ini ikut membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dan memberdayakan masyarakat. (FT: Asep Ahmad)

Lalu apa saja masakan Sunda dan Betawi yang disediakan Iskandar, koki yang sudah malang melintang di dunia kuliner. Menurut Iskandar dia mampu menyajikan masakan Sunda seperti aneka Pepesan, Ayam Goreng, lalapan segar dan tentu takan lepas dari sambal yang super enak.

“Semua masakan Sunda bisa kami sediakan sesuai permintaan pelanggan. Nah, bagi siapa saja yang menyukai lalapan seperti Pencok Leunca dan Kacang Panjang kami kasih cuma-cuma alias gratis. Untuk Pepes Bakar dan olahan makanan lainnya bisa dinikmati dalam keadaan panas dan masih segar alias dadakan,” terang Iskandar.

Sebagai koki, Iskandar mengaku memiliki rahasia tersendiri dalam memasak, sehingga semua masakannya memiliki ciri khas dan berbeda dengan masakan yang dibuat koki lain. Ciri khas Sangu Beas Tutu adalah cara mengolah nasi dengan cara tradisional.

“Padi ditumbuk hingga menjadi beras, lalu beras dikukus hingga menjadi nasi kemudian diakeul. Tidak menggunakan Rice Cooker. Rasa nasi menjadi lebih enak, pulen dan nikmat,” katanya.

Selain bahan olahan masakan yang menggunakan pola tradisional, semua bahan olahan juga langsung diambil dari para petani, sehingga dijamin masih segar. “Bahan-bahan olahan msakan termasuk bumbunya kami peroleh langsung dari petani,” ungkapnya.

Untuk masakan Betawi, sambung Iskandar, dia bisa menyajikan masakan Soto Betawi, Tongseng dan lainnya. “Untuk Soto Betawi saya menggunakan Susu Creamer sebagai campuran kuahnya. Tidak menggunakan santan kelapa sehingga Soto betawi yang kami sediakan bisa dinikmati oleh siapapun, termasuk penderita sakit kolesterol dan diabetes,” pungkasnya.

Bagi pelanggan yang belum pernah mencoba cita rasa masakan Sangu Beas Tutu, bisa datang ke Cimoney Resto. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 35.000. Pengunjung bisa menikmati makan siang, sore dan makan malam. Baik acara kantor maupun acara keluarga.

Tempatnya sangat strategis, berada di pusat kota dan menyedikan tempat yang nyaman dan luas. Dilengkapi dengan parkir, mushola dan wifi.

HARGA PAKET

Di waktu yang sama, Owner Sangu Beas Tutu, Bapak Ade Soleh dan Ibu Rahayu mengatakan, pihaknya juga menyediakan menu paket dengan harga cukup murah. Diantaranya menu Paket Lisung, Nyiru, Dulang, Seeng dan paket Halu. “Harga kami bandrol mulai Rp32.000 sampai Rp43.000,” papar Ade soleh.

ADE SOLEH:

SAYA CIPTAKAN TEMPAT MAKAN YANG DIGEMARI SEMUA KALANGAN

BISNIS MAKANAN: Sangu Beas Tutu yang dikembangkan bapak Ade Soleh ini mengutamakan nasi dan lauk pauk serta sayuran yang enak dan sehat. Terjangkau oleh semua kalangan, sehingga setiap orang yang ingin makan bisa datang ke Sangu Beas Tutu. (FT:Asep Ahmad)

Ade Soleh merupakan salah satu pengabdi negara di salah satu lembaga di Provinsi Jawa Barat. Aparat penegak hukum, khususnya dari lingkungan kepolisian pasti banyak yang tahu kepada pria berperangai ceria dan mudah akrab ini. Namun bakat bisnisnya tidak bisa ia tinggalkan, sehingga ia terjun ke bisnis dunia kuliner.

Dari kiprahnya membuka usaha kuliner, ia berharap bisa menjaga budaya daerah dan melestarikannya. Niatnya yang mulia itu, juga mampu mengurangi angka pengangguran, yakni dengan membuka lapangan pekerjaan di rumah makan yang ia miliki.

Sebelum bercerita tentang cita-citanya membuka bisnis kuliner, Ade Soleh menjelaskan kenapa dirinya mengambil nama Sangu Beas Tutu untuk nama tempat usahanya. Menurutnya, Sangu Beas Tutu merupakan kalimat yang diambil dari bahasa Sunda. Sangu artinya Nasi, Beas artinya Beras dan Tutu artinya Tumbuk. (Nasi dari Beras yang Ditumbuk,red).

“Saya menonjolkan nama Nasinya. Karena banyak orang berpendapat, kalau nasinya enak, maka apapun lauknya akan ikut menjadi enak. Nasi yang kami sajikan merupakan nasi yang diolah secara tradisonal, salah satu budaya di masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang kita dulu,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat suku Sunda terbukti memiliki keistimewaan sendiri. Beras yang ditumbuk dan dimasak dengan cara tradisional dan penyajiannya yang selalu hangat, rasa masakan akan sangat nikmat. “Kalau ditumbuk dan dikukus rasa nasinya itu pulen. Sangat enak dan nikmat,” terang pria yang nampak berwibawa dengan kemeja jeans warna birunya.

Tujuan Ade Soleh membuat rumah makan tujuannya hanya satu, menciptakan rumah makan bagi mereka yang ingin makan enak. Bukan untuk rekreasi atau jalan-jalan. “Saya ingin, siapapun dan kapanpun bisa makan dan ingin selalu makan di tempat saya. Saya ingin usaha saya diterima semua kalangan masyarakat,” tegasnya.

Untuk menciptakan masakan yang benar-benar sesuai selera konsumen, Ade Soleh melakukan kolaborasi dengan Cheff andalannya. Setiap menu yang disediakan, ia ambil dari tempat-tempat makan terkenal di Nusantara, kemudian ia tanyakan kepada kokinya.

“Selama ini saya sering keliling ke tempat-tempat makan di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Dari pengalaman itu saya tawarkan ke koki yang saya percaya. Kemudian konsep dipadukan dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya konsep Warung Bu Ani Purwakarta. Bu Ani ini memiliki masakan pepes yang enak, maka saya pun menyediakan Pepes ikan yang benar-benar enak,” katanya.

Begitupun dengan masakan yang lainnya. Setiap masakan yang enak dan disukai masyarakat, kemudian dicoba dan dikombinasikan. “Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan disukai masyarakat dari berbagai kalangan,” terangnya.

Selain masakan, Sangu Beas Tutu juga memiliki minuman andalan yang sangat enak dan menyegarkan yakni Es Goyobod dan Cincau Hijau.

MEMBUKA CABANG BARU DI BANDUNG

CIMONEY RESTO: Sangu Beas Tutu bekerjsama dengan Owner Cimoney Resto, Agus Joy Ridwan dan Hana. Sangu Beas Tutu menambah kelengkapan kuliner di Cimoney Resto, yang terletak di Jalan Ahmad Yani N0.1 kabupaten Garut kota, sekitar 300 meter dari Masjid Agung Garut. (FT: Asep Ahmad)

Setelah melakukan kerjasama dengan Cimoney Resto, Ade Solah sudah berencana untuk membuka cabang lagi di Bandung. Untuk tempat ia akan mencari suasana yang nyaman dan strategis sehingga mudah dijangkau oleh siapapun. “Cimoney tempatnya enak dan nyaman. Setiap hari ramai dikunjungi pelanggan,” pungkasnya.

Sementara itu, Owner Cimoney Resto, Agus Joy Ridwan dan Hana mengatakan, setelah bertahun-tahun membuka usaha kuliner, kini pihaknya terus mendapatkan kepercayaan dari berbagai pengusaha kuliner di tanah air. Sangu Beas Tutu memiliki banyak keistimewaan dan disukai masyarakat. “Cimoney Resto beberapa tahun ini hanya menyediakan aneka makanan nusantara, eropa dan masakan lainnya serta menyajikan kopi asli Garut. Tahun ini kami bersyukur bisa bekerjasama dengan Rumah Makan Sangu Beas Tutu yang memiliki menu-menu makanan nusantara yang sangat enak. Cimoney Resto menjadi semakin ramai dikunjungi pelanggan,” pungkasnya. (Asep Ahmad).

KONGKOW: Selain menjajakan makanan sehat dari aneka kuliner nusantara, Cimoney resto Juga menawarkan aneka minuman sehat dan kopi Garut asli dengan menggandeng Instinct Coffee dan Ayam Geprek Hengki Kurniawan.
Disini masyarakat bisa nongkrong atau sekedar kongkow-kongkow bersama sahabat dan rekan kerja. (FT: Asep Ahmad)
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.