Dadan N Malik Ibrahim: Bukti Keikhlasan dan Prestasi Agus Supriadi Membangun Garut

“Jangan sampai daerah kita memiliki kekayaan berlimpah, tetapi rakyat tidak merasakan dan menikmatinya. Jangan sampai rakyat Garut seolah menjadi Ayam yang mati di lumbung Padi.

Agus Supriadi

(Bakal Calon Bupati Garut)

LOGIKANEWS.COM – Kesan galak dan seram seorang tentara takan nampak tatkala mampu mendidik, merubah karakter dan mewarnai anak-anak beserta keluarganya menjadi lebih disiplin. Mampu memberikan semangat dalam menempuh cita-citanya. Hal itupun terpatri dalam diri Agus Supriadi, Bupati Garut periode 2004. Seorang Prajurit TNI yang memiliki niat kuat membangun negeri dan bangsanya.

Pada saat Agus Supriadi menjadi tentara aktif dan menjadi lulusan terbaik di Sesko TNI AD pada tahun 2004 silam, bagi seorang patriot Indonesia, seluruh tanah air adalah kampung halamannya dan sudah menjadi panggilan jiwa setiap prajurit untuk dapat mengabdikan dirinya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Dengan menjadi pimpinan daerah dirinya berharap bisa konsentrasi mewujudkan harapan dan membantu warga Garut.

Sehingga, walaupun kesempatan emas sudah didepan mata, yakni calon Jenderal sebagai jabatan tinggi di lingkungan TNI AD, tetap rela ditanggalkan demi berbuat terbaik untuk masyarakat. “Sikap tulus dan ikhlas menjadi bagian dari motivasi dalam pelaksanaan tugas,” kata Letnan Kolonel Inf Agus Supriadi SH, seperti diutarakan Ketua Komite Pemenangan Pasangan Agus Supriadi dan Teh Imas (Pasti), Dadan N Malik Ibrahim ketika membahas soal pengabdian Agus Supriadi kepada masyarakat Garut.

Menurut Dadan, ketika Agus Supriadi menjadi Bupati Kabupaten Garut periode 2004-2009,
laju pemerintahan berjalan dengan perencanaan pembangunan yang langsung diserap, didengar keluhan rakyat di pedesaan dan dilihat tentang permasalahan yang dialami oleh rakyatnya. Tidak hanya itu saja, apa yang sudah didengar, dilihat dan keluhan yang tertampung langsung direalisasikan dengan pengelolaan APBD senilai Rp 675 Milyar melalui Program Saba Desa.

Hampir 424 Desa di Kabupaten Garut sudah didatangi. Agus Supriadi langsung menyapa rakyat di pedesaan dan menemui para Guru dan ulama di pedesaan. Meskipun tidak maksimal, karena dengan luas daerah Kabupaten Garut dan minimnya Sumber Daya dari APBD, namun tidak menyurutkan pengabdian seorang Prajurit TNI Yang satu Ini. Dengan tujuan memuliakan rakyat dan mengabdi serta melayani Rakyat, Agus Supriadi selalu bahagia apabila bisa bertemu langsung dengan masyarakat.

Tiga tahun memimpin dengan siklus pemerintahan yang diarahkan pada Sistem Pemerintahan Tertata, Terarah, Teratur dan Terintegritas untuk bekerja dalam pengabdian pelayanan yang sesungguhnya kepada masyarakat Garut, Prajurit TNI ini dengan prima terus menerus menggalakan program kerja dengan jajaran pemerintah Kabupaten Garut.

Dalam perjalanannya memimpin Garut, saat itu prajurit TNI yang satu ini menanyakan dan mengkritisi tentang kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kabupaten Garut dan pengelolaannya dikelola oleh PT. Chevron Energy Indonesia (Perusahaan Amerika atau asing), terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dengan UU bahwa ada kewajiban terhadap Daerah Penghasil dari pemerintah pusat ke daerah, yakni CSR (Corporate Sosial Respontibility) yang langsung kepada masyarakat dan penunjang lainnya dalam tatanan sosial.

Terkait permasalahan itu, perusaahaan PT Chevron dituntut DBH (Dana Bagi Hasil) oleh Agus Supriadi. Mantan prajurit TNI yang satu ini melakukan hal itu dengan tujuan memaksimalkan laju pembangunan daerah Kabupaten Garut dan melepas ketertinggalan IPM kabupaten Garut.  “Jangan sampai daerah kita memiliki kekayaan berlimpah, tetapi rakyat tidak merasakan dan menikmatinya. Jangan sampai rakyat Garut seolah menjadi Ayam yang mati di lumbung Padi. Begitu kata prajurit yang satu ini,” papar Dadan menyampaikan apa yang ia dengar dari Agus Supriadi.

Untuk memperjuangkan Dana Bagi Hasil dari PT Chevron kepada masyarakat Garut, tentu membutuhkan perjuangan panjang yang membara. Agus Supriadi di saat menjadi Bupati Garut terus menerus memperjuangkannya sampai ketingkat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI), Menteri Keuangan (Menkeu)  dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Alhamdulilah perjuangan tersebut berhasil. “Legalah rasanya ketika hal itu membuahkan hasil. Hasil perjuangan itu sampai sekarang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Garut dengan puluhan Milyar yang didapat di Kas Daerah,” ungkap Dadan.

Namun demikian, situasi Politik Kabupaten Garut memanas dan menyudutkan berbagai kebijakan yang sudah digalakan, sehingga waktu sepulang dari Indralaya untuk ikut membantu korban bencana pada saat itu, di Kota Garut politik sudah memanas. Dalam benak berfikir prajurit yang satu ini muncul pertanyaan dengan dugaan-dugaan apakah ini akibat menanyakan masalah Kekayaan Daerah Garut ke Perusahaan Chevron atau karena disebabkan situasi menjelang Pemilu Kada Langsung. Atau apakah karena birokrasi yang dimaksimalkan dalam disiplin pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Sampailah tiba permasalahan hukum dan politik mulai panas membara, yang sampai sekarang belum ada jawabannya.

“Itulah cerita singkat dari Prajurit TNI AD yang bernama Letkol Inf Agus Supriadi SH. Kami selaku Komite Pemenangan Pasangan Agus Supriadi dan Teh Imas yakin mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Dan terbukti, masyarakat tidak melupakan perhatian dan keseriusan Pak Agus ketika memimpin Garut. Kami pun memiliki jaringan yang solid dan kuat untuk menyampaikan Visi dan Misi pasangan Pasti. Keihlasan dan ketabahan Pak Agus Supriadi menunjukan bahwa dia adalah sosok yang kuat, pantang menyerah dan tentu sangat peduli terhadap rakyat. Inilah sosok pemimpin yang sesungguhnya,” terang Dadan.

Sementara itu, salah satu warga Garut yang mengaku bangga dengan hasil pembangunan selama Agus Supriadi memimpin mengatakan, pelik memang menjadi kepala daerah. Butuh keseriusan, keyakinan dan konsentrasi. Apa yang dilakukan Agus Supriadi membawa nama baik Garut dengan menorehkan sejumlah prestasi dan pembangunan yang dirasakan sampai saat ini. Terkait persoalan hukum yang pernah menimpa agus Supriadi, dirinya yakin Agus Supriadi sudah banyak belajar dan tidak mungkin terperosok kedalam lubang yang sama.

“Saat Agus Supriadi memimpin Garut, kondisi jalan bagus, tertata dan bersih, sehingga garut mendapatkan Piagam Adipura selama dua kali berturut-turut. Jalan Ahmad Yani bersih dan tertata bersih, pembangunan Alun-Alun Garut sampai sekarang berdiri kokoh dan masih terlihat. Kualitas pembangunan di saat Agus Supriadi memimpin benar-benar teruji. Dari segala kekurangan dan kelebihannya saya yakin Agus supriadi memiliki kewibawaan yang besar, berkharisma dan tegas. Seperti kepala daerah di negara-negara maju lainnya, pak Agus Supriadi selalu menjaga nama baik bawahannya. Sehingga ketika ada persoalan hukum sekalipun dia yang mengorbankan dirinya,” pungkas Za salah satu warga Garut yang mengaku menjadi saksi kepemimpinan Agus Supriadi. (Asep Ahmad)

 

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *