DAMAS dan KADAMAS “Mieling Raden Dewi Sartika, Refleksi Spirit Raden Dewi Sartika”

DAMAS Puseur & KADAMAS foto bersama dengan keluarga besar Raden Dewi Sartika (Ft: Asep Ruslan)

LOGIKANEWS.COM – DAMAS (Daya Mahasiswa Sunda) dan KADAMAS (Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda) menggelar acara peringatan hari lahir Raden Dewi Sartika dengan tema “Mieling Raden Dewi Sartika, Refleksi Spirit Raden Dewi Sartika,” digelar sejak pukul 08.00 sd. 11.00 Wib di Taman Dewi Sartika, Balai kota Bandung Jalan Wastukencana, Selasa (04/12/2018).

Acara dibuka oleh Host Kahot Ceu Miming Suwandi/Damas 1980, dilanjutkan lagu Indonesia Raya dengan dirigen Ceu Mayang/Damas 2017 dan lantunan lagu-lagu Sunda tentang perjuangan oleh Ceu Ida Rosida (Putri almarhum Mang Koko). Juga Rampak Sekar oleh Mahasiswa ISBI anggota Damas 2017 Mapag Zaman dan Rampak Kendang oleh ibu-ibu manula Group Rumor membuat acara tambah meriah.
Acara dihadiri beberapa tokoh perempuan hebat Jawa Barat dari zaman now sampai zaman old, yaitu, Ceu Molly/Damas 1964 (Pengasuh Bina Siswa SMA Plus Cisarua); Ambu Yooke Tjuparmah/Damas 1969 (Ketua Patrem), Keri Lestari/Damas 1987 (Wakil Rektor Unpad), Ceu Diah (Pengusaha JnC Cookies) dan pelajar berprestasi dari Bina Siswa SMA Plus Cisarua Ina Iskandar.
Tampak hadir di acara, Asep Ruslan/Damas 1987 (Ketua Paguyuban Asep Dunia) dan Nurfitri Asep Zaenal Mustofa (Ketua Persatuan Istri Paguyuban Asep Dunia – PIPAD).
Hadir juga cucu Raden Dewi Sartika yaitu Dini Dewi Kartika Krisna/Damas 1968, membedah Autobiografi Raden Dewi Sartika.
“Raden Dewi Sartika (lahir di Cicalengka, 4 Desember 1884 – meninggal di Cineam, Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah perempuan tangguh pejuang emansipasi asal Jawa Barat,” kata Ceu Dini.
“Raden Dewi Sartika meninggalkan jejak warisan dalam wujud sekolah yaitu “Sakola Istri” sekolah pertama   bagi gadis-gadis Indonesia didirikan 16 Januari 1904 dengan biaya sendiri, yang berkembang hingga kini menjadi “Sekolah Dewi Sartika” terletak di Jalan Keutamaan Istri No. 12 kota Bandung,” cerita ceu Dini.
Ceu Dini berharap kepada generasi milenial agar semangat dan perjuangan Ibu Raden Dewi Sartika bisa tumbuh dan berkembang terus selamanya.
“Harapan kami sebagai keluarga Dewi Sartika, sepak terjang ibu Dewi Sartika diabadikan sebagai ibu teladan nasional dan bisa diimplementasikan dan diteruskan oleh pemuda di zaman milenial,” paparan Ceu Dini.
Gani Ketua Damas Puseur mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerja sama Damas Puseur, Kadamas serta dukungan dari Pemkot Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Tujuan mieling Dewi Sartika ini karena beliau sebagai Pahlawan Nasional yang betul-betul memperjuangkan kaum perempuan, sehingga beliau menjadi Ibu Pendidikan dan sebagai simbol perjuangan kaum perempuan, khususnya wanoja Sunda,” kata Gani.
“Wanoja sunda harus berdiri exis, mampu meneladani semangat perjuangan Dewi Sartika dengan caranya sendiri sesuai dengan tuntutan zaman,” pungkas Gani. (Asep Ruslan)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *