Dandim 0611 Garut Geram LGBT Marak di Garut

0 55

“Disamping itu juga tentu harus ada tindakan. Pemerintah dan aparat harus mendata spot-spot yang berpotensi berkembangnya LGBT seperti salon, tempat-tempat yang gelap. Data kos-kosan dan kumpulkan data terkait aktifitasnya seperti apa. Dalam hal ini masyarakat, RT dan RW harus ikut mengawasi,”

Dandim 0611 Kabupaten Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz

LOGIKANEWS.COM – Komandan Distrik Militer (Dandim), 0611 Kabupaten Garut, Letkol Inf Asyraf Azis mengaku bahwa keberadaan LGBT (Lesbi Gay Bisek dan Transgender) di Kabupaten Garut memang benar adanya. Iapun meminta Pemerintah melakukan tindak tegas terhadap para pelaku.

Bahkan, orang nomor satu di Komando Distrik Militer (Kodim) menjelaskan, dirinya tidak sependapat dengan apa yang disampaikan Kapolres Kabupaten Garut, AKBP Budi Satria Wiguna yang menyatakan bahwa LGBT di Garut itu hoax bahkan pihak Pemda Garut juga menyampaikan bahwa itu hoax. Menurutnya, LGBT itu dan Grup Facebook nya memang ada, tetapi mungkin jumlahnya yang kurang tepat.

“Kita harus sepakat bahwa LGBT di Garut memang ada. Yang mungkin perlu didalami adalah jumlahnya. Jumlah LGBT di Garut memang susah untuk didalami, karena orang akan tertutup,” ujar Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Azis didampingi Pasie Intel, Kapten Inf Didi saat berbincang dengan Media Logikanews.com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan) di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2018).

Menurut Dandim, keberadaan LGBT harus ada tindakan dari pemerintah dan masyarakat harus tahu bahwa pemerintah sudah menyikapi dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat, agar LGBT dihilangkan di Garut.

“Aksi nyata dari Pemerintah untuk memberantas LGBT bisa dengan melakukan sosalisasi dan pembinaan dari dinas terkait seperti Dinas Sosial (dinsos), Dinas Perlindungan Anak dan KB, Majelis Ulama Indonesia (MUI), beserta lembaga pendidikan.

“Disamping itu juga tentu harus ada tindakan. Pemerintah dan aparat harus mendata spot-spot yang berpotensi berkembangnya LGBT seperti salon, tempat-tempat yang gelap. Data kos-kosan dan kumpulkan data terkait aktifitasnya seperti apa. Dalam hal ini masyarakat, RT dan RW harus ikut mengawasi,” tegasnya.

Kalau, sambung Dandim, tidak dilakukan sosialisasi, pembinaan dan tidnakan tegas, maka LGBT itu angkanya akan semakin berkembang dan membengkak. Dan karena itu bisa dikatakan penyakit menular serta bisa menjadi potensi menjadi perilaku kejahatan, maka perlu tidnakan tegas.

“Seperti kasus fedofil. Bila seseorang punya kelainan seks kemudian ingin melepaskan hasrat seksnya tetapi tidak ada lawannya, kemudian menculik anak dan melakukan kekerasan. Karena takut ketahuan, akhirnya anak tersebut dibunuh. Kondisi seperti ini sudah banyak contohnya,” ujar Dandim.

Dandim menegaskan, kasus-kasus kejahatan akibat kelainan seks sudah banyak contohnya, dan tindakan tegas merupakan bentuk antisipasi. “Prilaku menyimpang LGBT juga akan menyebabkan penyakit berbahaya, yang sampai saat ini apakah sudah ada obatnya atau tidak seperti HIV AIDS,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan itu, Dandim juga berpesan kepada semua pihak orang tua untuk menajlankan peranannya dengan baik. Karena peranan orang tua sangat perlu, karena anak itu tinggal di rumah, maka orang tua harus melihatprilaku dan pergaulannya.

“Jangan semunya menyerahkan kepada pihak sekolah saja. Orang tua harus benar-benar menjaga dan mengawasi prilaku dan pergaulan anak-anaknya,” paparnya. (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.