Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut Akan Peringati Hari Pahlawan Selama Tujuh Hari

0 152

LOGIKANEWS.COM – Guna memperingati Hari Pahlawan Nasional Indonesia, tanggal 10 November 2018, para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Garut akan melaksanakan kegiatan pegelaran budaya selama Satu pekan. Tepatnya tanggal 10 sampai dengan tanggal 17 November 2018, di halaman Sekretariat DKKG (Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut) dan Museum R.A.A Adiwidjaya Kabupaten Garut.

Ketua DKKG, H Iwan Hendarsyah alias Kang J One mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para  pahlawan bangsa yang selama ini telah berjuang dan berkorban demi Negara Indonesia. Selain itu, kegiatan yang akan melibatkan banyak unsur ini menjadi ajang silaturahim antar seniman, budayawan, pihak pemerintah dan elemen masyarakat di Kabupaten Garut.

Kegiatan yang awalnya akan dilaksanakan di Ramayana Dept Store Garut menjadi di halaman Sekretariat DKKG, Jalan Pembangunan No.2 Simpang Lima Garut sebagai langkah awal melakukan kegiatan yang dimulai dari rumah sendiri, yakni Sekretariat DKKG. “Ini langkah awal yang digerakan mulai dari rumah sendiri. Selanjutnya, kegiatan yang sama akan dilaksanakan di berbagai tempat seperti Ramayana Dept Store Garut , di kecamatan-kecamatan atau bahkan di desa-desa,” katanya.

Iwan menambahkan, kegiatan pagelaran budaya juga dibantu oleh kawan-kawan mahasiswa di STTG (Sekolah Tekhnik dan Tekhnologi Garut) dan digagas oleh kawan-kawan seniman dan pelaku budaya yang sudah eksis beraktifitas di Kabupaten Garut melalui DKKG. “Di DKKG banyak senior yang sudah memiliki banyak prestasi dibidang seni dan budaya. Kami optimis bisa melangkah melestarikan budaya dengan melakukan silaturahim,” paparnya.

Sekretaris DKKG, Ratno Suratno mengatakan, DKKG punya harapan kegiatan sebagai tolak ukur DKKG memulai beraktifitas bertepatan dengan hari Pahlawan yakni 10 November 2018.
“Agar mudah diingat dan memiliki kesan dan makna yang kuat, DKKG mulai melaksanakan kegiatan bertepatan Hari Pahlawan. Momen ini kami nilai sangat penting karena bisa mengingatkan hlawan Indonesia yang telah berjuang mempersatukan semua elemen dari berbagai ras, adat dan budaya,” tandasnya. 

Nunuy Oke yang juga menjadi salah satu penggagas DKKG mengatakan, alasan diadakannya gelaran seni selama Tujuh hari dikarenakan DKKG memiliki tujuan dan harapan. “Kegiatan ini sebagai promosi kepada Dinas Pariwisata dan Pemkab Garut serta masyarakat Garut seluruhnya bahwa DKKG sudah ada di Kabupaten Garut,” paparnya.

DKKG, jelas Nunuy Oke, merupakan bagian dari masyarakat Garut yang memiliki keinginan bersama untuk memajukan, melestarikan dan membesarkan budaya lokal Kabupaten Garut dan budaya di Indonesia. “Kami sangat menghargai pihak-pihak yang ada di Kabupaten Garut dalam melestarikan budaya dan seni di Kabupaten Garut selama ini. Kamipun melalui wadah DKKG akan berjuang dan meneruskan perjuangan para terdahulu,” jelasnya.

Kegiatan gelar seni dan budaya kali ini, kata Nunuy, akan melibatkan semua pihak diantaranya Pemkab Garut dari Bupati Garut hingga jajarannya. Pihak legislatif, yudikatif, akademisi, mahasiswa dan komunitas lainnya seperti komunitas otomotif. “Semua pihak harus dilibatkan, agar budaya di Garut tidak pernah tergerus oleh budaya luar,” paparnya.

Kang Memet, selaku tokoh masyarakat yang selama ini aktif di bidang budaya dan seni dan dipercaya menjadi ketua pelaksana gelaran budaya mengatakan, gelaran ini menjadi sebuah wujud kecintaan dirinya beserta keluarga besar DKKG terhadap kebudayaan tanah air dan leluhur, khususnya Garut.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Itu mungkin yang harus kita lakukan guna menjaga dan terus melestarikan budaya di tanah kelahiran kita semua. Budaya, adat istiadat dan seni memang harus kita jaga dan kita lestarikan. Budaya kita ini kaya dan terbukti menjadi kekuatan dalam membangun persatuan bangsa,” paparnyaa.

Dikala itu, Asep Santana yang ikut hadir sekaligus menjadi penasehat DKKG menjelaskan, hasil karya para pelaku seni patut disyukuri karena sampai saat ini masih berdiri tegak. Hal ini terlihat dengan bukti-bukti para pelaku seni yang sukses dan menjadi juara tingkat nasional. Bahkan ada juga yang bisa membuktikan hasil karyanya di tingkat Internasional.

Salah satunya, Bintang Film Hollywood, bintang laga dari Paguron Panglipur Garut, Kang Cecep. Kini paguronnya ada di mana-mana. Ini sebuah karya dan hasil kerja yang bagus. “Ahli beladiri dari Paguron Panglipur yakni Kang Cecep berhasil membesarkan budaya Jawa Barat melalui Pencak Silat,” katanya.

Menurut Kang CeuCeu, didalam Silat, diajarkan juga agar ibadah Shalat dan solawat tidak bisa lepas, yang ujung-ujungnya menata dan mendidik diri.” Tatanan-tatana para pelaku seni dan buadaya jaman dahulu, sudah mampu melintas ke berbagai negara, salah satunya melalui Pencak Silat.  Didalam budaya terdapat makna agar seseorang menyayangi dirinya, kemudian sayang kepada orang tuanya, lalu  kemudian menyayangi negaranya. Itu harapan leluhur kita semua,” tandasnya dengan bahasa Sunda yang halus. (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.