Gedung Art Center Dikritisi Seniman Garut dan Akan Dilaporkan ke Polda Jabar

LOGIKANEWS.COM Pembangunan Gedung Art Center oleh Pemkab Garut di area GOR Sport Hall menuai kritikan. Pasalnya, kondisi bangunan dan perencanaan diduga tidak melibatkan para seniman lokal.

Wa Ratno (kaca mata) saat mengisi kegiatan seni

Salah satu seniman senior asal Garut, Ratno Suratno mengatakan, Gedung Art Center itu identik dengan stadium. Harus memiliki ruang dan sound yang baik, sehingga mampu mengontrol suara dengan baik juga.

“Gedung Art Center tidak bisa disamakan dengan gedung hajatan. Ada nilai-nilai khusus yang harus dipahami oleh Pemkab Garut,” ujar pria yang akrab disapa Wa Ratno, di Kedai Museum Garut, Jalan Pembangunan Kabupaten Garut.

Menurut Wa Ratno, Gedung Art Center harus memiliki kualitas lebih. Akustiknya harus hidup, sehingga ketika ada performa dari para seniman, maka suara yang keluar akan sesuai dan terasa nyaman di telinga. “Tetapi kondisi di Art Center seperti gedung hajatan yang ada di Kabupaten Garut,” papar Wa Ratno.

Sebagai seniman Garut, Wa Ratno juga mempertanyakan tentang perhitungan dan kajian dari pihak pemerintah. Salah satunya siapa saja yang dilibatkan. “Seharusnya melibatkan para seniman Garut. Sound seharusnya akustik, suara yang dipantulkan nyaman ke pendengar. Tidak seperti gedung biasa yang apa adanya,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Wa Ratno, setelah Gedung Art Center selesai dibangun, maka siapa yang akan mengelola. Karena pengelolaan Gedung Art Center harus oleh orang yang profesional, orang yang paham dan bisa mengembangkan kesenian Garut. “Keberadaan Gedung Art Center harus benar-benar berkesan di Garut. Bisa bermanfaat dan mampu melahirkan para seniman yang profesional. Pengelolaannya harus oleh pihak yang paham dengan seni dan memiliki managerial yang baik,” tegas Wa Ratno.

Wa Ratno yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Haritage Garut dan Gerakan Hejo juga menyebutkan, kalau dilihat dari kontruksi luar, Gedung Art Center sudah bagus, tetapi kalau mau disebut gedung kesenian tentu belum memenuhi unsur-unsur keseniannya. “Salah satu contoh gedung seni yang baik adalah bioskop. Memiliki kenyamanan yang maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen LSM Bamuswari DPC Kabupaten Garut, Yogi Iskandar didampingi Ketuanya, Agiz Abdul Aziz mengatakan, pembangunan Gedung Art Center dipertanyakan. Pasalnya, pembangunan tersebut sampai kini dianggap belum selesai. Hal itu nampak dari beberapa kontruksi yang belum selesai.

“Kami melihat kontruksi bangunan itu belum selesai 100 persen. Masih banyak yang belum diselesaikan, tetapi Pemkab Garut sudah membayar 100 persen. Kami juga mendengar langsung dari pihak Dinas PUPR bahwa pembangunan Art Center sudah selesai dan tinggal menunggu kunci,” ujar Yogi.

Melihat fakta itu, Yogi mengaku akan melaporkan kasus Pembangunan Art Center ke Polda Jabar. “Pembangunan ini menggunakan uang rakyat yang diamanahkan kepada negara. Namun apa yang terjadi, pembangunannya belum selesai tetapi pembayaran sudah 100 persen. Kami sangat kecewa terhadap pihak Pemkab Garut terutama Dinas PUPR yang menggelontorkan uang rakyat dengan tidak profesional,” tegas Yogi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbelanjaan di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Garut, Margianto mengatakan, Pemkab sudah membayar proyek pembangunan Gedung Art Center 100 persen. Hal itu didasarkan kepada pengajuan PPK pembangunan Art Center.

“Kalau kami bidang Perben besaran biaya didasarkan pada SPM yang didasarkan oleh tanda tangan PA/KPA. Yang menentukan kelayakan besaran pembayaran ada di PPK dan pejabat pemeriksa,” ujar Margianto.

Sementara itu, salah satu Kabid di Dinas PUPR Kabupaten Garut, Fahrevi Firdaus saat dihubungi melalui telfon dan SMS tidak memberikan pernyataan apapun. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *