Gerakan Wadyabala Jokowi ke Ponpes Bustanul Wildan Cileunyi

Heti Sunaryo Latih Santri Merias Pengantn

0 36

LOGIKANEWS.COM – Ini sepenggal kisah di Kamis pagi (8/11/2018), gerangannya ada kegiatan khas di Pondok Pesantren (ponpes) Bustanul Wildan. Ponpes ini kondang karena didirikan sejak 1949 oleh KH. Taju’ Subki. Letaknya di Jl. Tanjakansari No. 24 Cileunyi, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Menurut info, tahun ini sedikitnya ada 500 santri putra-putri dari pelosok Nusantara.

Menariknya, Ponpes yang masih berpegang teguh pada pola pendidikan pesantren Salafiah, masih berdiri dengan baik di zaman milenial. Kini tampuk pimpinannya, dipegang oleh tokoh kharismatik KH. Agus Mastur Gufron. Sejak dulu, ribuan alumninya tersebar ke seantero Nusantara.

“Mereka bergiat di banyak profesi. Mulai dari kiyai hingga wiraswasta sukses dan PNS pun ada,” papar salah satu menantu pimpinan ponpes ini, Nurjamil Yoesoef Sunardi, yang sehari-hari menangani operasionalnya.

Mau tahu apa yang khas dari Ponpes yang santrinya ‘mondok’ dan bersekolah formal mulai tingkat SMP hingga perguruan tinggi di kampus-kampus yang berada di Bandung Raya? Ternyata, khusus santriwati yang rata-rata sedang menempuh pendidikan tinggi, hari itu mengikuti pelatihan merias pengantin.

Rias Pengantin Masuk Ponpes

Masih ada yang khas lainnya, ternyata. Pelatihan rias pengantin hari itu, dipimpin langsung juru rias pengantin ‘Sunda’ yang kondang sejak era 1980-an di Bandung. Tegasnya, ia Heti Sunaryo. Ia sudah lama dikenal karena klien-nya bukan dari dalam negeri dan kalangan tertentu saja, melainkan dari mancanegara. Tak heran, calon pengantin bila ingin memanfaatkan jasanya, harus rela mengantre selama berbulan-bulan sebelumnya. Topnya, hari itu Heti Sunaryo masuk ponpes.

Kabar tersiar lama, Heti Sunaryo ini kerap melakukan kegiatan sosial yang cukup unik, yakni merias pengantin massal dan kaum tuna netra pada setiap bulan Ramadhan. “Ya, itu sudah merupakan sebuah kewajiban bagi saya,” paparnya singkat, disela-sela memberi petunjuk praktis kepada asisten dan para santriwati di ponpes Bustanul Wildan.

Di ponpes yang relatif terbuka, Heti Sunaryo bersama tim-nya melatih sebelas santriwati yang rata-rata bestatus mahasiswa UIN (Universitas Islam Negeri), dan Universitas Padjadjaran, bahkan ada pula yang berstatus ibu rumah tangga.

“Saya terkesan dengan penerimaan santriwati di sini. Mereka tampak tulus, dan hasilnya pun bagus. Munculah inner beauty secara natural, ini sangat menggembirakan,” ujar Heti sambil menambahkan, penting keikhlasan itu, buktinya berbekal bahan dan peralatan seadanya, hasilnya sangat bagus. Keterampilan ini penting bagi kita, berguna untuk banyak orang selama kita hidup.

Sementara itu, Wakil Ketua Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Jabar, Anton Sartono yang biasa disapa Tonton selaku inisiator kegiatan ini, merasa bersyukur kegiatannya diterima dengan baik.

“Di sini baru sebagian kecil lah kami kembangkan. Sebelumnya bersama rekan-rekan secara sukarela melakukan kegiatan sosial-kemasyarakatan lain di berbagai tempat,” papar Tonton yang diapresiasi langsung kiprahnya oleh pimpinan ponpes KH. Agus Mastur Gufron.

Menurut KH. Agus Mastur Gufron selama pelatihan singkat, namun menurutnya sangat bermanfaat besar bagi pembinaan rumah tangga.

”Siapa tahu kelak, di antara mereka ada yang berniat meneruskan sebagai profesi. Paling tidak, untuk kepentingan keluarga dan lingkup terbatas. Terima kasih atas prakarsa GWJ Jabar, apalagi sampai membawa Ibu Heti Sunaryo ke tempat kami yang sederhana ini. Ini kehormatan besar,” pungkasnya dengan nada lembut penuh wibawa, seusai berfoto bersama. (Harri Safiari).

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.