Graduasi PKH Diapresiasi, Penandaan Penerima PKH di Garut Dinanti

LOGIKANEWS.COM – Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan oleh pemerintah adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Program PKH ini mulai dilaksanakan pada tahun 2007.

Di Kabupaten Garut, jumlah Keluarga Penerima Manfaat  (KPM) dari program PKH ini sebanyak lebih kurang 142.000 jiwa. Dinas Sosial Kabupaten Garut melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Heri Gunawan Saputra S.Sos, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya-upaya dalam mengurangi angka kemiskinan di Garut yang salah satunya melalui program PKH tersebut. Selain itu juga pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan KPM PKH dalam status ekonomi dan kesejahteraannya sehingga tidak lagi menjadi penerima program PKH, yang biasa disebut “graduasi” PKH.

“Alhamdulillah untuk “graduasi” KPM PKH di Garut saat ini mendapat apresiasi, dan untuk tingkat Propinsi Jawa Barat berada diperingkat ke dua dalam capaian graduasi PKH secara mandiri. Tahun ini telah ada 454 KPM PKH yang graduasi secara mandiri,” ungkapnya.

Lanjut Heri, prestasi graduasi PKH di Garut tersebut tentunya dibantu oleh peran serta para pendamping PKH yang ada di Kabupaten Garut, peran desa dan unsur masyarakat lainnya. Bahkan ada seorang pendamping PKH yang di wilayahnya bisa melakukan graduasi sebanyak 50 KPM PKH. “Ini merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi”, paparnya.

Tidak puas dengan prestasi graduasi KPM PKH yang saat ini diraih, Heri memaparkan program ke depan dalam rangka peningkatan graduasi serta peningkatan tarap kesejahteraan masyarakat yang masuk dalam kategori miskin di Kabupaten Garut. Diantaranya, pihaknya telah mengajukan program labelisasi / penandaan terhadap bangunan milik KPM PKH. “Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui siapa saja diantara warga yang menerima program PKH tersebut. Selain itu juga untuk mendorong graduasi KPM PKH secara mandiri,” tandasnya.

Heri berharap, dengan diberikan label/penandaan pada KPM PKH, maka KPM PKH yang sudah meningkat taraf ekonominya tersebut bersedia graduasi dari program PKH. Rencananya penandaan bangunan milik KPM PKH tersebut tidak akan menggunakan stiker, tetapi akan menggunakan cat, agar dapat bertahan lama dan tidak mudah hilang ataupun rusak.

Didampingi koordinator pendamping PKH, Heri juga mengutarakan bahwa pihaknya berencana membuat sebuah koperasi bagi peserta PKH dalam rangka meningkatkan taraf hidup para peserta PKH. Namun hal itu akan di konsultasikan terlebih dahulu dengan dinas Koperasi Kabupaten Garut dan stake holder terkait lainnya.

Ditemui terpisah, LSM SIDIK yang merupakan salah satu komponen LSM yang pernah mengkritisi program PKH di Kabupaten Garut. Yogi Iskandar selaku ketua LSM SIDIK menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja Dinas Sosial atas graduasi KPM PKH yang telah diraih. “Prestasi yang baik jika Dinas Sosial Kabupaten Garut saat ini meraih predikat nomor dua dalam di Jabar dalam graduasi KPM PKH secara mandiri,” ungkapnya.

Yogi juga memaparkan, pihaknya sangat setuju dengan rencana labelisasi/penandaan terhadap bangunan para KPM PKH. “Saya sangat setuju dengan rencana penandaan bangunan para peserta PKH tersebut, bahkan di daerah lain pun sudah banyak yang memakai cara itu untuk meningkatkan graduasi KPM PKH. Karena ketika diberikan penandaan pada bangunan KPM PKH, maka peserta yang sudah naik taraf ekonominya akan ada merasa malu jika masih dikategorikan masyarakat miskin penerima PKH,” ungkapnya.

Dan setelah itu, sambung Yogi, diharapkan graduasi KPM PKH dapat meningkat secara signifikan. Yang paling penting adalah demi terciptanya tepat sasaran dan tepat anggaran pada program PKH. “Kami sangat menantikan kapan penandaan KPM PKH tersebut dilakukan,” ujar Yogi.

Menurut Yogi, jika nanti ada penerima PKH yang bangunannya dapat penandaan penerima PKH, namun sudah tidak layak diberikan program PKH tidak mau graduasi dari PKH, maka disana akan ada sangsi sosial dari warga masyarakat disekitarnya. Karena di Garut ini masih banyak yang masuk kriteria penerima PKH yang tidak masuk basis data dan tidak memperoleh dari program PKH.

“Alangkah baiknya bagi penerima PKH saat ini yang sudah mampu, untuk mengundurkan diri dari PKH. Agar, masyarakat lain yang tidak mampu dan tidak terdaftar pada KPM PKH dapat kesempatan menerima program tersebut,” pungkasnya. (Ridwan Arif)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *