“Hadiah Pelantikan” Bupati Garut Dilaporkan Ke Polda dan KPK Dugaan Korupsi dan Gratifikasi

LOGIKANEWS.COM – Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) kini menjadi perhatian banyak pihak. Bukan hanya menjadi perhatian warga Garut, tetapi juga menjadi perhatian lembaga penegak hukum seperti Kepolisian dan Komite Pemberantas Korupsi (KPK). Pasalnya, setelah melakukan aksi demo secara terus menerus, KMB juga membuat laporan atas dugaan korupsi, gratifikasi dan konspirasi.

Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Jabar dan Komite Pemberantas Korupsi (KPK) Republik Indonesia dengan waktu yang berbeda. Laporan ke Polda Jabar dilakukan sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Bupati dan Wakil Bupati Garut dilantik oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, HM Ir Ridwan Kamil tanggal 23 Januari 2019 lalu, sedangkan laporan ke KPK akan dilakukan pekan pertama di bulan Februari tahun 2019.

TONTON VIDEONYA DISINI:

Koordinator KMB, Abu Musa Hanif Mutaqin kepada Majalah Logika (Logikanews.com dan Logika News Channel), Senin (04/02/2019) di kediamannya mengatakan, setelah melaporkan Bupati Garut, H Rudy Gunawan, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), H Uu Saepudin dan Kadispora Garut, Kuswendi ke Polda Jabar, pihaknya pun kembali melaporkan akan Bupati Garut ke KPK.

“Yang kami laporkan ke Polda Jabar di bulan Januari 2019 adalah dugaan korupsi sejumlah pembangunan mega miliar di Kabupaten Garut, yang ditenggarai syarat dengan indikasi korupsi dan gratifikasi,” ujar Abu Musa didampingi Aktivis Garut, Rawink Rantik.

Sedangkan kasus yang dilaporkan ke KPK RI, tegas Abu, yakni dugaan kuat gratifikasi dari salah satu pengusaha yang memiliki modal besar dan kuat, yang melaksanakan pekerjaan pasar dengan nilai puluhan miliar rupiah. Uang tersebut diberikan kepada Bupati Garut, H Rudy Gunawan senilai miliaran rupiah dengan cara diangsur.

“Gratifikasi atau penyuapan yang kami duga dilakukan oleh pengusaha kepada Bupati Garut, terkait pekerjaan beberapa gedung pasar yang menggunakan anggaran APBD senilai puluhan rupiah. Sedangkan dugaan gratifikasi nilainya sekitar Rp 6 Miliar,” papar Abu.

Untuk itu, sambung Abu, pihaknya atas nama KMB akan berupaya melakukan penegakan hukum, dengan melaporkan kepala daerah di Garut kepada aparat penegak hukum yakni Polda Jabar dan KPK. Dugaan-dugaan pelanggaran hukum itu diharapkan menjadi perhatian semua pihak di Kabupaten Garut, karena prilaku gratifikasi merupakan pelanggaran pidana yang bisa merusak tatanan demokrasi.

“Hukum negara dan agama sudah menggariskan bahwa korupsi dan gratifikasi merupakan pelanggaran berat, apabila ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk bagi keberadaan bangsa ini ke depan. Indonesia, khususnya Kabupaten Garut harus menjadi daerah yang maju, aman dan sejahtera serta bermartabat. Dan salah satu caranya adalah memberantas prilaku korupsi dan gratifikasi,” papar pria yang akrab disapa Kang Abu ini.

Recananya, masih kata Abu, dia beserta puluhan warga Garut akan berangkat ke Jakarta dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api disertai membawa bukti-bukti yang bisa dia pertanggung jawabkan. “Kami meminta dukungan dari warga masyarakat Garut agar proses hukum berjalan dengan baik. Ini semua kami lakukan, agar Garut kedepan menjadi daerah yang lebih maju, bersih dan berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Garut, H Rudy Gunawan yang dihubungi media ini melalui No Hape 081122xxxx, Senin (04/02/2019) tidak menjawab atau memberikan komentar sedikit pun. Padahal, dalam laporan SMS (Short Message Servis) yang dikirimkan wartawan sudah terkirim. (Asep Ahmad)    

TONTON VIDEONYA DISINI:

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *