Heboh Dugaan Money Politik Dilakukan Oknum Caleg Gerindra

LOGIKANEWS.COM – Kp Cirengit RT 02 RW 01, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut diduga menjadi salah satu tempat terjadinya praktek tindak pidana Money Politik dari Calon Legislatif (Caleg) untuk DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Garut.

Ketua RT Johan Juhana (ft:Asep Ahmad)

Salah satu caleg yang diduga melakukan praktek money politik tersebut diantaranya Caleg dari Partai Gerindra No 2. Disebut-sebut sejumlah pihak uang praktek money politik diberikan kepada masyarakat dengan nilai bervariasi Rp 25.000 dan Rp 30.000.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim Majalah Logika (www.logikanews.com) melakukan investigasi mendalam ke lokasi tempat terjadinya dugaan money politik.

Ketua RT 02, Desa Kersamenak, Johan Juhana saat ditemui di rumahnya mengatakan, pihaknya mendengar terkait dugaan praktek money politik di wilayahnya. Hanya saja dirinya tidak mengetahui kejadian sebenarnya.

“Memang ada kabar soal dugaan itu (money politik) di wilayah RT kami, tetapi saya tidak tahu karena saya ada di TPS. Untuk kasus di RT saya salah satu warganya yang sudah lanjut usia tidak mengerti soal politik. Ketika ada yang memberi, ya mereka ambil saja,” katanya.

Gedung Kantor Desa Kersamenak (ft: Asep Ahmad)

Ditempat yang sama, salah satu warga bernama Iya (60) tahun kepada media mengaku mendapat uang sebesar Rp 25.000 dari warga tetangga sekampungnya.

“Muhun abdi dipasihan artos ku Ening tipalih kaler. Masihan artosna Rp 25.000, ku abdi ditampi da peryogi. Saurna artos cendol. (Ia saya dikasih uang oleh Teh Ening. Memberinya uang Rp 25.000. Uang itu saya terima, karena saya butuh. Katanya uang cendol,” ujar wanita paruh baya ini dengan menggunakan bahasa Sunda halus.

Kondisi Ibu Iya bisa dikategorikan sebagai orang kurang mampu. Dirinya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Diusianya yang sudah senja, dia seorang diri harus merawat suaminya yang sudah sakit sejak 10 tahun lamanya. Sehingga ketika ada pihak yang memberinya uang, maka diapun mengambilnya karena memang membutuhkan.

Ketika ditanyakan apa saja yang disampaikan Ening terhadap dirinya dan kapan pemberian uang itu dilakukan Ening, Ibu Iya mengaku uang tersebut dia terima satu hari sebelum pencoblosan atau pada masa tenang.

“Bi Iya kedah kadieu nyolok teh, ieu artos cendolna. Masihkena pienjingena nyolok, dinten Salasa panginten sonten. (Bi Iya harus kesini nyoblos teh, ini uang cendolnya. Ngasihnya sehari sebelum pencoblosan. Selasa sore,red),” ungkap Bu Iya dengan polosnya.

Ketika wartawan kembali menanyakan apa saja yang disampaikan Ening selaku pemberi uang, Ibu Iya mengaku Ening menyuruhnya untuk memilih salah satu Caleg dari Partai Gerindra, Ade Rizal.

“Saurna abdi ke kedah nyoblos ka pak Ade panginten da masihan kartu nami,” papar Ia sambil menunjukan salah satu stiker berisi foto, nomor urut dan partai, Ade Rizal No 2 dari Partai Gerindra.

Sementara itu, Ening yang disebut-sebut memberikan uang kepada warga saat ditemui dirumahnya sedang tidak ada. Namun media ini berhasil mewancarai Dudi (64) suami dari Ibu Ening.

Pak Dudi (ft: Asep Ahmad)

Warga Kp Cirengit RT 06 RW 01, Desa kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut ini mengaku bahwa Ening merupakan istrinya. Namun dalam kesempatan tersebut Ening tidak ada di rumah.

Menurut Dudi dirinya tidak jadi memberi uang kepada masyarakat dan uang untuk warga yang dia pegang diberikan lagi kepada warga Pasir Desa Cinta Karya, Kecamatan Samarang, Ujang Rusmana.

Dudi mengatakan, pihak-pihak yang menawarkan uang sesungguhnya banyak sekali, tapi ke wilayahnya tidak masuk, karena sudah penuh. Dirinya pertama kali ada yang menawari dirinya untuk membagikan uang kepada masyarakat.

Bahkan banyak yang menawarkan kepada dirinya untuk mebagikan uang, tetapi dirinya khawatir dibodoh-bodohi oleh warga. “Takutnya uang itu diterima, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Itu yang saya khawatirkan, makanya uang itu saya kembalikan,” ujarnya dengan polos dan menggunakan Bahasa Sunda.

Menurut Dudi, ketika dirinya hendak memberikan uang kepada warga, maka dia melihat-lihat dulu karakter warganya. Kira-kira tidak akan konsisten warga yang akan ia beri uang, maka uang tersebut dikembalikan lagi. “Uang itu bukan dari Ade Rizal langsung, sepertinya dari relawan,” paparnya.

Dudi berpendapat, uang yang dititipkan kepadanya tidak mungkin dari Ade Rizal langsung. Dudi kembali mengaku bahwa uang tersebut ditolaknya, karena suara yang diharapkan khawatir tidak sesuai harapan.

“Sebanyak 61 amplop saya kembalikan lagi. Saya pun sempat membuka isi amplop tersebut isinya Rp 25.000 an. Amanatnya minta tolong mencoblos Ade Rizal. Tidak mungkin uang itu dari Ade Rizal, karena pasti yang bersangkutan ingin bersih,” ucapnya.

Dudi dalam kesempatan itu meminta wartawan untuk menemui Ujang Rusmana ke Desa Cinta Karya. Pada saat itu juga, Dudi menyebut bahwa dirinya mendengar bahwa yang membagi-bagikan uang bukan hanya dari pihak Ade Rizal saja. “Bukan dari satu orang saja, banyak sekali,” tandasnya.

Dudi mengaku dirinya takut dengan tanggung jawabnya membagi-bagikan uang kepada warga. Ia khawatir suara yang digadang-gadang tidak sesuai dengan sebenarnya. Selain itu, Dudi mengaku takut ada pihak-pihak yang memfitnahnya.

“Ibu Ening itu istri saya. Datangi dulu ke Pasir, kebetulan dia (ujang Rusmana,red) adik saya,” katanya lagi.

Dudi juga mengatakan, dirinya juga sempat mempertanyakan kepada Ujang Rusmana, apa maksud dari uang yang dititipkan kepadanya. Dan Ujang Rusmana mengaku kepada Dudi, bahwa uang tersebut bukan dari Ade Rizal tapi dari relawan.

“Awas kita menyalurkan uang yang besarannya senilai ini, kemudian yang diberi itu musuh dari itu (Ade Rizal,red), tidak sedikit banyak orang membuang kebencian. Saat inimah sangat ngilu. Apalagi di televisi rame terus,” pungkasnya seraya menambahkan bahwa jangan terlalu percaya begitu saja dengan informasi yang berkembang, karena setiap orang tidak baik semuanya. Dirinya pun mendengar setiap musim ada saja infrmasi seperti itu.

Sementara itu, Ujang Rusmana yang dihubungi melalui telfon genggamnya tidak mengangkat telfon dari media.

Secara terpisah, Wakil ketua Bidang Hukum dan Advokasi, Partai Gerindra DPC Kabupaten Garut, Sam Yousef SH MH mengaku kecewa dengan informasi yang beredar terkait dugaan money politik dan melibatkan salah satu kadernya. Dia berharap Bawaslu bis bertindak cepat dan tegas terhadap semua pelaku praktek money politik.

Syam Yousef SH MH (ft: Asep Ahmad)

“Kami akan mempelajari kebenaran kasus yang berkembang terkait dugaan salah satu kader Gerindra yang terlibat money politik. Apabila itu terbukti, maka jelas kami sangat kecewa. Karena Partai Gerindra sejak awal sudah konsisten untuk mengikuti pertarungan politik dengan bersih dan jujur,” tandasnya.
(Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *