Honor Perangkat Desa Sangat Menggiurkan, Pendaftar di Garut Membludak 

0 372

LOGIKANEWS.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut melalui Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) secara gerilya melakukan seleksi perangkat desa. Seleksi ini ternyata mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga masyarakat.

GERILYA: Kabid Pemdes DPMD Kabupaten garut Asep Mulyana (Kiri) dan Kepala Desa Jangkurang, Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Agus Sophanudin saat mengawal kegaiatan seleksi perangkat desa di Desa Jangkurang. DPMD Terus gerilya melakukan seleksi aparat kepala desa di seluruh Kabupaten Garut. (FT: Asep Ahmad)

Di setiap desa pendaftar mencapai belasan hingga puluhan orang. Salah satunya di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Di desa ini dibutuhkan Lima perangkat desa, sementara yang mendaftar ada 13 orang.

Menurut Kabid Pemdes, DPMD Kabupaten Garut, Asep Mulyana,  didampingi Camat Kecamatan Leles, Drs Asep Suhendar MSi dan Kades Desa Jangkurang, Asep Sophanudin mengatakan, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No. 49 tahun 2017 dan Perbup No 18 tahun 2016 tentang SOTK baru, bahwa wajib diambil sumpah jabatan dan dilantik perangkat desa.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Di Garut hampir seluruh desa dilakukan seleksi, sampai saat ini DPMD terus keliling ke desa-desa, sekitar 50 persen sudah melaksanakan seleksi,” ujar Asep Mulyana.

Di Kecamatan Leles, seleksi dilakukan di Dasa Jangkurang dan akan dilaksanakan kegiatan yang sama di Desa Cipancar, Danau dan Kandang Mukti. Menurut Asep Mulyana, selama seleksi kegiatan berjalan lancar, namun ada juga yang terkendala persyaratan administrasi. Setiap peserta harus memiliki dan memenuhi persyaratan yang sama dengan syarat menjadi kepala desa, diantaranya bersih narkoba, tidak sedang menjalani hukuman dan lainnya.

“Persoalan yang sering kami temui dari perwilayah itu disebabkan, peserta memiliki kendala mendapatkan surat keterangan dari pengadilan. Padahal kalau administrasi lengkap, siapapun akan mudah menempuh semua persyaratan yang diwajibkan sesuai ketentuan,” ujar Asep Mulyana.

Langkah-langkah yang dilakukan DPMD agar pelaksanaan seleksi aparat desa ini berjalan sukses, pihak DPMD terus melakukan sosialiasi dalam rangka persiapan. “Tahapan demi tahapan yang kami lakukan diantaranya pengumumun dan verfikasi.  Kalau ada desa yang akan melaksanakan seleksi, maka tim Pemdes melakukan bimbingan kepada panitia desa, dengan tujuan agar tidak terjadi pelanggaran,” terangnya.

Sementara, sambung Asep Mulyana, tim panitia terdiri dari perangkat desa, sekretaris dan anggota dari LKD (lembaga kemasyarakatan desa), dengan jumlah paling banyak Sembilan orang. “Syarat bagi peserta seleksi aparat desa, usia 20 sampai 42 tahun, dengan ijazah terakhir Sekolah Menengah Atas atau SMA yang divalidasi serta diklarifikasi ke dinas-dinas,” beber Asep.

Asep menambahkan, fungsi dari perangkat desa yaitu sebagai unsur pembantu kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Masa kerja perangkat desa dimulai diangkat sampai dengan usia 60 tahun. Ketentuan ini berbeda dengan ketentuan terdahulu, yang biasanya usia perangkat desa sama dengan usia kepala desa. Apabila kepala desa berhenti, maka perangkat desanya suka ikut diganti.

“Diangkat dan diberhentikan oleh kades setelah rekomendasi camat. Jadi, perangkat desa ini tidak bisa serta merta diberhentikan,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki DPMD, antusias pendaftaran seleksi kepala desa sangat banyak. Alasannya, karena perangkat desa memiliki penghasilan tetap (Siltap) yang nilainya diatas honor Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yakni sekitar Rp1.3 Juta untuk perangkat desa. Sekdes 75 dari siltap kades atau Rp 1.8 juta dan kades Rp 2.6 juta..

Ketentuan ini sesuai dengan  amanat UU Desa No. 6 tahun 2014 bahwa serendah-rendahnya 10 persen dari DAU-DAK+DBH. Untuk perangkat desa, BPD, RT, RW, Posyandu, operasional lembaga Karang Taruna, PKK dan lainnya. Untuk perangkat desa, selain dana desa, juga mendapat anggaran dari bantuan keuangan provinsi dan kabupaten, termasuk APBN dan infrastruktur provinsi. (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.