Industri dan Penyamakan Sukaregang Agar Menjadi Bahan Materi Debat Pilkada Garut

0 287

LOGIKANEWS.COM – Salah satu pengusaha ternama di Kabupaten Garut, sekaligus Ketua Paguyuban Pemuda Pemudi Peduli Sukaregang Garut (P4SG), Deni Saputra meminta KPUD Garut untuk memasukan bahan atau materi industry, kerajinan dan UMKM di Sukaregang untuk menjadi kajian dan pandangan dalam debat kandidat Bupati dan Wakil Bupati Garut, tahun 2018.

Pasalnya, selama ini semua para pemimpin di Kabupaten Garut bisa dianggap tidak memahami persoalan dan potensi yang ada di Sukaregang. Menurut Deni, para kandidat harus diuji tentang Visi dan misi tata kelola lingkungan hidup industri dan kerajinan Garut. “Ini harus dilakukan, demi terciptanya wisata Industri dan wisata belanja yang bisa bersaing di kelas Internasional,” paparnya.

Namun demikian, Deni memiliki bahan kajian prioritas untuk setiap para calon, salah satunya adalah persoalan warga terdampak Sukaregang dan persoalan yang dialami para pelaku usaha. “Tujuan dari setiap bahan bertujuan untuk menciptakan industri ramah lingkungan sesuai SK Menteri tahun 2014 tentang industri hijau,” tegas Deni.

Deni menegaskan, para calon Bupati dan Wakil Bupati Garut harus memahami kondisi industri di lingkungannya, baik sisi positif maupun negatifnya. Sehingga Sukaregang kedepan bisa menjadi industry dan kerajinan yang benar-benar terpercaya, professional dan mampu mengangkat harkat derajat masyarakat Garut.

“Selama puluhan tahun ini belum pernah ada solusi menyelesaikan persoalan industri khususnya di Sukregang. Kami pun akan mengajukan Tujuh point yang harus diketahui oleh semua pihak, khususnya Pemkab Garut,” ujar Deni.

Salah satu diantara Tujuh poin diantaranya, terkait  tata kelola lingkungan mencakup UKL dan UPL, tata kelola daerah kawasan Industri Kulit, pembangunan infrastruktur jalan maupun fasilitas parkir, mengembangkan SDM di setiap pelaku kerajinan, memasukan Industri Kulit Sukaregang ke kurikulum pendidikan setingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), meningkatkan kesejahteraan para pekerja di Sukaregang dan lainnya.

“Para pekerja juga harus diperhatikan, jangan sampai hanya pengusahanya saja yang sukses dan mendulang untung, tetapi para pekerjanya tidak mendapatkan kelayakan seperti tunjangan, BPJS dan lainnya. Dan tentunya kami sangat berharap ada pembangunan infrastruktur seperti lahan parkir dan tata kelola yang baik, agar para wisatawan merasa nyaman berada di Sukaregang dan nyaman mengunjungi Garut,” papar Deni.

Dari sekian banyak harapan, Deni juga sangat meminta kepada pihak Pemerintah agar mampu membangun Sukaregang Garut menjadi sentra dan ikon wisata industri dan keraiinan di Indonesia. “Menetapkan regulasi tentang ketenagakerjaan di daerah kawasan sentra industri kulit. Baik keselamatan maupun kesejahteraannya, menjadikan tempat wisata belanja Internasional, melakukan pelebaran jalan Gagak Lumayung dan penyediaan lahan parkir untuk bus-bus pariwisata, memasukan kurikukum ke lembaga pendidikan setingkat SMK agar keilmuan tentang industri kulit tidak hilang seperti Jeruk Garut yang telah melegenda,” pungkasnya. (Asep Ahmad). 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.