Ini Bukti Dugaan Pelanggaran Hukum Oknum Dinkes Garut

LOGIKANEWS.COM – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) dr AS diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan melakukan penggelapan pajak Mamin (makan minum) tahun 2017 senilai Rp 15.000.000. Selain itu, pejabat ini diduga melakukan pemalsuan tandatangan dan stempel basah Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Garut.

Untuk itu, KMB yang sebelumnya telah berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Garut dan MP3D terkait kode etik ASN tak bisa dibendung lagi. “Walaupun oknum pejabat ini telah mengembalikan uang pajak tersebut kepada pihak Bapenda atau ke negara, namun tidak bisa menghilangkan proses hukumnya. Oknum pejabat ini tetap harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Koordinator KMB, Abu Musa Hanif Muttaqin di salah satu Ruko di IBC Garut didampingi tokoh KMB lainnya.


BERITA ACARA: Dalam Berita Acara Dinas Kesehatan disebutkan awal terjadinya temuan dugaan penggelapan dan pemalsuan cap basah oleh oknum Dinkes Garut (FT: Asep Ahmad)


(Koordinator KMB, Abu Musa HM)

Abu Musa berpendapat, pelanggaran yang dilakukan Oknum Pejabat Dinkes atas nama dr Asep Sani ini telah mencoreng nama kesatuan ASN serta Pemkab Garut. Untuk itu, seyogyanya pejabat ini patut mendapatkan sangsi yang tegas. “Ironis sekali, pejabat yang memiliki latar pendidikan hebat masih mau menggelapkan anggaran yang kecil disertai dugaan pemalsuan cap Bapenda. Bukan tidak mungkin diapun bisa melakukan pelanggaran yang lain,” kata Abu Musa.

Pasal penggelapan yang diatur dalam Pasal 374 menyebutkan, penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

“Oknum pejabat di Dinkes Garut ini akan kami laporkan ke Kejaksaan Negeri Garut dan MP3D terkait kode etik ASN. Sebelumnya pejabat ini pernah diterpa isu dugaan perselingkuhan juga,” ujar Koordinator KMB, Abu Musa Hanif M kepada media ini, Selasa (26/03/2019) lalu.
Selain Pasal Penggelapan, oknum pejabat ini juga akan dilaporkan dengan Pasal tindak pidana berupa pemalsuan yakni Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

RESPONSIF: LSM Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) beberapa ini menjadi salah satu lembaga yang cukup respon terhadap dugaan kasus korupsi di Kabupaten Garut. Setelah melakukan laporan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), rencananya KMB juga akan melakukan laporan ke Kejari Garut terkait dugaan Tipikor pada pengadaan untuk pembangunan Bumi Perkemahan Garut. (FT: Asep Ahmad)

Dalam Pasal 263 poin 1 disebutkan barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.
dr AS yang berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, sampai berita ini diturunkan sulit untuk dihubungi. No HP dan WhatsAppnya tidak dapat dihubungi.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Garut, Mukhlis mengakui pihaknya telah menerima laporan tentang persoalan yang dilakukan dr AS. “BKD sudah menerima tembusannya, tapi setelah dipanggil. Tinggal menunggu hasil audit APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah,red),” ujarnya singkat. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *