Ini Skema Baru Penyaluran KUR di Tahun 2018

0 109

LOGIKANEWS.COM – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyebutkan, terdapat Dua skema baru dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2018. Skema pertama, yaitu kelompok usaha sebagai penerima KUR dimungkinkan sebagian anggota yang merupakan pengusaha pemula dengan menggunakan mekanisme pembayaran kredit berdasarkan sistem tanggung renteng.

Sementara skema kedua adalah skema KUR khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk kluster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat dan perikanan rakyat termasuk pengadaan kapal nelayan.

Deputi Bidang Pelayanan Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati menjelaskan, untuk mendukung percepatan penyaluran KUR di tahun 2018 ini, pihaknya bekerjasama dengan pemda dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR.

“Kegiatan sosialisasi KUR tahun 2018 dilaksanakan di 20 Provinsi dengan target 1.000 usaha mikro kecil. Sedangkan untuk program pendampingan, kami akan merekrut 314 orang tenaga pendamping dengan target sebanyak 15 ribu usaha mikro kecil yang didampingi,” kata Yuana ketika memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di ruang Press Room Kementrian Kemenkop dan UKM, Jumat, (02/03/2018).

Alokasi dana KUR di tahun 2018 sebesar Rp120 Triliun yang termasuk didalamnya dialokasikan untuk Dua koperasi penyalur KUR, yaitu Kospin Jasa (Pekalongan) sebesar Rp55 miliar dengan jenis KUR Mikro dan KSP Kopdit Obor Mas (NTT) sebesar Rp150 Miliar dengan rincian Rp100 miliar KUR Mikro dan Rp50 miliar KUR kecil atau khusus. “Tahun ini juga ada penurunan besaran suku bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen efektif per tahun,” ujarnya.

Kementrian Koperasi dan UKM berkomitmen mendorong KSP untuk dapat menjadi penyalur kredit Ultra Mikro Indonesia (UMI). Menurut Yuana, untuk tahun ini koperasi yang telah mengusulkan untuk menjadi penyalur kredit UMI ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebanyak 22 koperasi, yang terdiri dari Sembilan koperasi pola konvensional dan 13 koperasi pola syariah.

“Untuk mendorong lebih banyak lagi koperasi sebagai penyalur kredit UMI, kami sedang mempersiapkan konsep untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan PIP, Kemenkeu, Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika tentang penyaluran kredit UMI bersama PIP dan Kemenkeu,” pungkasnya. (Saguh Wibowo/Janoka Maulana)

 

 

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.