Investor Ancam Akan Bongkar Baja Sport Hall Ciateul Garut

0 710

LOGIKANEWS.COM – Kencangnya dugaan ketidakprofesionalan Pemerintah Kabupaten Garut, dibawah kepemimpinan Bupati H Rudy Gunawan SH MH Mp dan Wakil Bupati Garut, dr H Helmi Budiman dalam melaksanakan pembangunan nampaknya akan menjadi sebuah fakta. Pasalnya, salah satu investor yang dipercaya Pemkab Garut malah merasa kecewa terhadap kinerja Pemkab Garut.

Bahkan, investor yang memiliki identitas sebagai PT Bangun Nusa Raya (BNR) yang berkedudukan di Jakarta tersebut dalam waktu dekat ini mengancam akan membongkar material Baja WF yang digunakan untuk kontruksi Sport Hall. Karena, sampai saat ini material yang sudah dipasang itu belum dibayar. Baik oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) maupun Dinas PUPR (Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Garut.

Investor inipun berpesan kepada birokrat di Kabupaten Garut untuk memperbaiki sistem birokrasinya, salah satunya terkait koordinasi antar SKPD di lingkungan Pemkab Garut. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka keinginan Pemkab Garut untuk maju tidak akan terwujud.

“Kami akan segera membongkar semua Baja yang terpasang di atap Gedung Sport Hall yang berdiri di Ciateul Garut. Karena, sampai sekarang perusahaan kami merasa dirugikan,” ujar Humas PT BNR, A Abdul kepada LogikaNews.Com di Kedai Museum Garut, R.A.A Adiwijaya, Jalan Pembangunan, Simpang Lima, Garut, Senin (07/04/2018).

BELUM KELAR: sampai saat ini GOR Sport Hall yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah masih mangkrak. Selain itu, pihak PT BNR mengaku akan melakukan pembongkaran Baja WF, karena sampai saat ini belum ada pembayaran dari Pemkab Garut. (FT: Asep Ahmad)

Menurut A Abdul, pihaknya terpaksa mengambil langkah itu, karena pihak Pemkab Garut dalam hal ini pihak Dispora dan Dinas PUPR tidak mengindahkan semua permohonan yang disampaikan PT BNR ke pihak Dispora dan PUPR. Padahal, bupati non aktif, H Rudy Gunawan sudah mengetahui hal itu dan bahkan sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera membayar semua hak-hak PT BNR.

“Selama ini kami sudah meminta pihak Dispora untuk membuat Berita Acara Pembayaran kepada Dinas PUPR, tetapi sampai saat ini Berita acara yang kami minta tidak dibuatkan. Sedangkan pihak Dinas PUPR bersikeras tidak mau membayar kepada kami dengan alasan Baja tersebut dianggap sebagai Material on Site (MoS),” terang A Abdul dengan nada kesal.

Abdul pun mengaku lebih kecewa kepada Pemkab Garut, karena keterlambatan pembayaran tersebut merugikan pihak PT BNR, baik materi maupun imateri. Sebagai investor dirinya merasa heran dengan prilaku oknum di birokrat Garut yang sepertinya tidak perduli dengan nama baik Garut.

“Bagaimana Garut bisa maju kalau kinerja Pemkab Garut harus terkotori oleh prilaku oknum pegawai negara seperti ini. Bupati Garut yakni Pak Haji Rudy Gunawan sudah menginstruksikan untuk segera melakukan pembayaran, tetapi suara pak bupati pun seakan tidak digubris. Akibatnya kami berencana akan membongkar baja di Sport Hall dalam waktu 10 hari Kedepan, sejak tertanggal hari ini,” tukas Abdul.

A Abdul menambahkan, apabila bobroknya koordinasi antara dinas di Pemda Garut dan sistem koordinasi tidak diperbaiki bagaimana daerah bisa maju. “Kalau begini, mana ada investor atau kontraktor yang bisa bertahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kuswendi kepada LogikaNews.Com mengaku bahwa yang memiliki kewajiban untuk membayar Baja ke PT BNR adalah Dinas PUPR. “Bukan urusan Dispora. Karena begini, ketika di operalihkan ke PUPR baja tersebut masih belum dipasang. Sementara regulasinya ketika barang yang belum dipasang tidak boleh dihitung. Sehingga tidak dihitung. Seharusnya itu dimasukan ke RAB oleh PUPR,” ujar Kuswendi melalui sambungan What’s App nya, Senin (07/04/2018).

Menurut Kuswendi, waktu itu Dinas PUPR sudah diberi tahu, tetapi tetap tidak melaksanakan, sehingga menjadi temuan dan oleh BPK direkomendasikan PUPR yang membayar. “Lebih jelasnya tanya ke Pak Kabid sebagai PPK. Pak Yana besok pagi ada di kantor,” katanya.

Sebelumnya juga, LogikaNews.Com sudah beberapa kali melakukan konfirmasi ke Kabid Bangunan PUPR, Pahrevi Firdaus, baik secara langsung maupun chat melalui sambungan Whats App nya. Tetapi sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak bersangkutan. (Asep Ahmad).

SIBUK: Kabid Bangunan Dinas PUPR, Pahrevi Firdaus S ST beberapakali hendak dikonfirmasi media tidak berhasil ditemui, karena sedang sibuk. (FT: Asep Ahmad)
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.