Kadispora Garut: Kalaupun Haji Agus Atau Pemborong Menjual Pasir di Lokasi Buper Kita Sikat Sama-Sama

0 418

LOGIKANEWS.COM – Terkait tudingan terjadinya penjualan pasir dari lokasi Bumi Perkemahan (Buper), di Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut , Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Kuswendi  mengaku terus menelusuri dugaan penjualan pasir tersebut.

Dirinya menegaskan, siapapun yang menjual Pasir dari lokasi Buper akan ia sikapi dan ia laporkan. Pihaknya pun akan sangat berterimakasih kalau saja ada pihak-pihak yang membantu mengawasi hal tersebut. “Kami terus telusuri, siapa yang sebenarnya menjual pasir. Kalau Pak Haji Agus yang punya tanah itu menjual atau pemborong, mari kita sikat bersama-sama. Kan begitu. Pihak kami sangat berterimakasih ada laporan seperti itu. Tapi kan laporan ke polisi itu bukan begitu. Kalau dilebarkan sekian, pasirnya dikemanakan, kalau dihitung sekian rupiah, aah dongeng itumah. Kenyataannya tidak demikian,” ungkap Kuswendi.

Kuswendi juga mengatakan, salah satu pelapor dari salah satu organisasi. Karena proses di Polda Jabar, maka pihaknya menangguhkan pembangunan berikutnya. “Intinya kami menangguhkan pembangunan berikutnya. Tinggal dua, jamban dan masjid. Bahkansaya balik ke Polda, silahkan saja dikaji kalau memang tdiak boleh, kami akan mengikuti, nanti akan dibuat taman pramuka atau apa, kalau memang itu dianggap berbahaya,” tukasnya.

Kuswendi pun mengaku kesal dengan statemen, petugas Dinas PUPR Kabupaten Garut, Ayi. Menurutnya, saat dipanggil Polda Jabar, dirinya menegur Plt Sekda sekaligus Kepala Dinas PUPR, Uu Saepudin. Dirinya menanyakan, apa benar pernyataan anak buah Kadis PUPR itu mengatakan, pihak Dispora tidak memahami isi rekomendasi.

“Saya tegus Plt Sekda, apa benar Ayi mengatakan ity, dia tidak mengaku. Padahal waktu disidik di Polda Jabar dia tidak bias menjawab. Saat ditanya, kenapa anda merekomendasikan, malah waktu itu saya yang menjelaskan. Saat itu, saya bilang maaf pak polisi, pak Ayi mengeluarkan rekomendasi, apa dasarnya silahkan jawab, tetap dia tidak bisa menjawab. Ketika dia pepeletukan (Ngoceh,red) diluar, saya mah tidak mengerti. Di kepolisian mah dia tetap tidak bisa menjawab,” beber Kuswendi dengan nada kesal.

Saat itu, sambung Kuswendi, Ayi PUPR duduk berada dipinggir dirinya saat disidik Polda Jabar. “Dibantu akhirnya oleh kami, Dispora mengusulkan akan terjadi cut and fill. Pak Ayi paham gak apa itu cut and fill. Cut potong, fill diurug. Kenapa Sama Ayi dikeluarkan. Judulnya juga saya minta Cut and Fill. Jadi siapa yang tidak memahami. Yang namanya cut and fill, ada yang dipotong dan ada yang diratakan. Kalau saja judulnya tidak diisi cut and fill, terus keluar rekomendasi, maka saya yang tidak mengerti. Kan saya memberi judulnya itu rekomendasi cut and fill, begitu. Saya bilang ke pak Uu, pak Uu judulnya kan cut and fill, itu tuh bahasa Inggris,” ungkap Kuswendi dengan gambling.

Terkait dugaan lahan Buper memakan lahan Negara, terang Kuswendi, BPN itu mengambil lokasinya ada diatas, kemudian dari data. Sehingga diperkirakan tingkat kesalahnnya relative kecil. “Saya kira untuk eror nya akan kecil. Kan begini, yang dimunculkan itu biar seram, kalau tidak seram untuk ditindaklanjutinya sangat rendah. Tapi apabila seram, pasti akan ditindaklanjuti. Saya mah, ketika ditanya polisi, apakah ini benar meyerobot, maka kami pun menyodorkan hasil dari BPN. Kalau pun ada yang menyalahi, tentu kami tidak tahu,” terangnya. (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.