“Kawih Asuh Barudak” Lagu Daerah Karakter Bangsa, Jabar Gelar Kolosal 2019 (Karya Cipta Ubun R. Kubarsyah Peraih Anugerah Komponis Indonesia 2018)

Ubun R. Kubarsyah (Pakai Topi) bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Panitia Jabar Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak (Foto: Arus)

LOGIKANEWS.COM – Kawih Asuh Barudak merupakan materi lagu untuk anak-anak berbahasa daerah (termasuk didalamnya bahasa Sunda, Cirebon dan Melayu Betawi) yang dirancang sebagai media pembelajaran dalam mengajarkan bahasa daerah dan kesenian di sekolah. Materi ini disusun dengan mempertimbangkan aspek kebahasaan dan musikal yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak sekolah dasar dan menengah.
“ materi ini sudah dilengkapi dengan metode cara pembelajaran agar para siswa dapat belajar bahasa Sunda dengan mudah, efektif, efisien dan menyenangkan,” kata Ubun pada saat melatih anggota Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (KADAMAS) untuk persiapan acara Jabar Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak, Bale M Caffe Arcamanik Bandung, Jumat (08/03/2019).

Karenanya dari beberapa kali kegiatan Seminar, TOT (Training of Trainer), IHT (In House Training), ditambah dengan beberapa tanggapan dari lembaga dan para tokoh. Materi Kawih Asuh Barudak direkomendasikan untuk diditerapkan di seluruh sekolah tingkat dasar hingga menengah di wilayah Jawa Barat sebagai media pembelajaran bahasa sunda.
Selain itu, digunakan untuk membangun karakter bangsa di sekolah tingkat dasar dan menengah melalui lagu-lagu berbahasa daerah. Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota melalui dinas terkait bisa memfasilitasi pengadaan paket Kawih Asuh Barudak untuk memenuhi kebutuhan pengajaran bahasa daerah di sekolah tingkat dasar dan menengah di wilayah Jawa Barat.
“Saya juga merekomendasikan materi Kawih Asuh Barudak untuk dijadikan buku pegangan bagi guru-guru bahasa daerah di Jawa Barat sebagai media pembelajaran bahasa daerah. Diajarkan dilingkungan keluarga di wilayah Jawa Barat sebagai pengenalan bahasa daerah dan seni sunda serta diajarkan dilingkungan keluarga dan masyarakat umum sebagai pembentukan karakter bangsa melalui Kawih Asuh Barudak,” papar Ubun.
Menurut Ubun, Provinsi Jawa Barat adalah pelopor pertama di Indonesia yang memulai menciptakan lagu daerah berbahasa Sunda berdasarkan 18 kriteria pendidikan karakter nasional. “Tentu hal ini merupakan kebanggaan bagi warga Jawa Barat dalam menuju Jabar Juara Lahir Batin,” kata Ubun.
Hasil seminar yang dilaksanakan tahun 2016 oleh Paguyuban Pasundan dan Harian Umum Pikiran Rakyat yang menyatakan lagu daerah karakter bangsa Kawih Asuh Barudak ini layak dijadikan sebuah gerakan budaya di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat dengan melaksanakan perlombaan yang berjenjang dari tingkat SD, SMP dan SMA.

“Diharapkan Gubernur Jawa Barat dapat mencanangkan gerakan budaya ini bersama mitra pendukung khususnya Civil Society organisasi kesundaan antara lain Paguyuban Pasundan, Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (KADAMAS), Pasundan Istri dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) pada acara Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak di pelataran Gedung Sate hari Sabtu 30 Maret 2019 dengan 5.000 orang peserta dari lingkungan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan,” jelas Ubun.
Dadang Hudaya Soehoed atau panggilan akrabnya Abah Dadang selaku Ketua panitia pelaksana Jabar Gelar Kolosal Kawih Asuh Barudak mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama mitra pendukung seperti Paguyuban Pasundan, Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (KADAMAS), Pasundan Istri dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS), atas peraihan gelar Anugerah Komponis Indonesia 2018 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk Ubun R. Kubarsyah dengan mengadakan acara perlombaan kawih untuk Pelajar, Mahasiswa, Guru dan Keluarga karya cipta lagu-lagu Ubun R. Kubarsyah yang akan digelar di Pelataran Gedung Sate Bandung pada hari Sabtu 30 Maret 2019.
“Kami menggelar even akbar bertemakan Pendidikan karakter bangsa berbasis budaya sejak usia dini melalui lagu daerah langgam Sunda Priangan, Cirebonan dan Betawian menuju Jabar Juara Lahir Batin. Karena merasa sangat bangga dengan perjuangan dan prestasi yang telah diraih oleh kang Ubun R. Kubarsyah dalam meraih gelar anugerah komponis Indonesia 2018. “Semoga bisa menduplikasi kesuksesannya untuk ditiru semangat dan prestasinya bagi kita semua,” kata Abah Dadang ditempat yang sama, Bale M Caffe Arcamanik Bandung, Jumat (08/03/2019).
Ubun R. Kubarsyah disamping menciptakan genre kawih Sunda, juga berhasil menciptakan inovasi tembang Sunda, Cianjuran dan Bandungan. Tembang Sunda adalah jenis kesenian yang hingga saat ini menjadi salah satu ikon seni musik di tatar sunda.

Di zaman now seniman Cianjuran yang tetap eksis bisa dihitung dengan jari, salah satunya yang terkenal adalah lelaki kelahiran Bandung 1953 yaitu Ubun R. Kubarsah anggota Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (KADAMAS) yang telah menekuni seni sunda Cianjuran sejak tahun 1980.

Karya seninya tidak terbatas pada tradisi Cianjuran saja, melainkan juga seni sastra dan karya tulis, seperti buku, novel, dan sajak-sajak. Tradisi Cianjuran yang dikembangkannya telah mendunia. Bahkan pernah diminta tampil oleh badan dunia PBB, UNESCO. Kegigihan kang Ubun bertahan dan sanggup memodernisasi seni Cianjuran agar tetap bertahan di tengah era musik elektronik (digital) mendapatkan hasil yang setimpal. Ubun R. Kubarsyah diganjar Anugerah Komponis Indonesia 2018 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Senin 14 Mei 2018 di Jakarta.

Anugerah Komponis Indonesia 2018 adalah ajang yang rutin diselenggarakan Perpusnas setiap tahunnya yang dimulai sejak 2017. Pada 2017 lalu, Anugerah Komponis Indonesia diberikan kepada salah satu maestro musik Tanah Air, yakni Ismail Marzuki. Untuk tahun 2018, anugerah tersebut diberikan kepada pelestari kesenian tradisional dari Jawa Barat, Ubun R. Kubarsah.

“Ubun dinilai telah produktif, lama bereksis, dan karya yang mendunia,” ujar Direktur Deposit Bahan Pustaka Perpusnas Lucya Dhamayanti mengomentari kriteria Anugerah Komponis Indonesia.

Ubun R. Kubarsyah dikenal sebagai komposer dan kreator musik sunda. Hingga kini, sudah lebih dari 300 lagu ia gubah. Dari tangan dan ide-idenya banyak lahir karya-karya monumental dan konsep yang mampu memberikan pembaruan dan pencerahan bagi masyarakat Sunda.

Tidak sekedar beraktifitas di bidang seni Cianjuran, Ubun R. Kubarsyah juga aktif menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga, terutama dalam upaya pengembangan materi seni budaya yang bisa digunakan untuk kepentingan dunia pendidikan. Salah satu pemikirannya yang revolusioner adalah melahirkan seni Bandungan sebagai genre baru dalam musik seni Sunda, serta materi Sekar Anyar yang merupakan pengembangan baru dari materi Cianjuran.

“Kehidupan tembang Sunda tidak hanya dilestarikan tapi juga harus terus berkembang dengan titik-titik inovasi yang diperlukan sewaktu-waktu,” pesan Ubun.

Ubun R. Kubarsyah mengakui bahwa yang dilakukannya adalah usaha yang penuh tantangan. Mengangkat nilai kearifan lokal tapi disisi lain era globalisasi sudah menjadi keniscayaan. Keniscayaan tersebut memaksa dirinya menggunakan perkembangan teknologi untuk tetap berkarya. (Asep Ruslan)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *