KETUA LASKAR GARUT MANDIRI, YUDI SETIA KELUAR BARISAN KMB

LOGIKANEWS.COM – Ketua Ormas Laskar Garut Mandiri (Lagam) Kabupaten Garut, Yudi Setia Kurniawan menyatakan diri keluar dari barisan Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) Kabupaten Garut. Padahal, sejak berdirinya KMB dengan berbagai aktivitasnya, pria bertubuh jangkung ini selalu aktif dan tampil terdepan. Bahkan, pria yang dikenal berbagai kalangan aktivis dan politisi ini selalu menyampaikan orasi-orasi yang pedas terhadap kebijakan dan kinerja eksekutif serta legislatif Kabupaten Garut.

Bersama KMB, Yudi Lagam melakukan aksi bersejarah yakni menduduki Gedung DPRD Garut selama Tujuh hari Enam malam. Seminggu lamanya Yudi bersama KMB meminta pihak legislatif untuk menggunakan hak angketnya terhadap Bupati Garut, H Rudy Gunawan yang dinilai telah gagal membangun Kabupaten Garut. Kepemimpinan Rudy-Helmi selama Periode 2014-2019 terbukti melakukan banyak kegagalan dalam mengalokasi anggaran negara, yakni gagal dalam menjalankan program Garut Amazing.

Beberapa proyek pembangunan banyak yang menjadi temuan pihak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Namun demikian, Rudy Gunawan terus melakukan kegagalan dengan melakukan pembangunan yang dinilai tidak bermanfaat alias mubazir. Sejumlah proyek besar dengan nilai miliaran rupiah seperti pembangunan Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Tahap I dan Tahap II sampai saat ini tidak terpakai. PKL menolak pindah ke gedung yang digembor-gemborkan oleh Bupati Garut, H Rudy Gunawan sebagai pembangunan PKL terbaik di Jawa Barat.

Selain itu, pembangunan Gedung Sarana Olahraga (SOR) di Ciateul. Angka proyek bernilai puluhan miliar juga menjadi temuan BPK RI, ditambah lagi dengan pembangunan Gedung Art Center, pembelian lahan dan pembangunan Bumi Perkemahan serta pembebesan serta pembangunan jalan yang dinilai syarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Yudi Lagam dan Barisan KMB menyampaikan semua persoalan melalui Lima Raport Merah Bupati Garut.

Aksi KMB yang didalamnya ada keikutsertaan Yudi Lagam menjadi perhatian publik dan Aparat Penegak Hukum (APH). Namun, kabar tak sedap mulai muncul di internal KMB, Yudi Lagam yang eksis menyuarakan dugaan kebobrokan kinerja Pemkab dan Legislatif Garut menyatakan keluar pasca pihak KMB melayangkan laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ke Polda Jabar. Bahkan, disaat KMB melayangkan laporan dugaan korupsi dan gratifikasi Bupati Garut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Lagam pun tidak ikut menyertai.

“Dalam suatu organisasi tentu ada dinamikanya. Saya menyatakan keluar dari barisan KMB, namun silaturahim kita tetap baik. Perlu diketahui, KMB merupakan organisasi taktis yang tidak memiliki struktur. Kang Abu Musa sebagai Koordinator KMB saya nilai kurang transfaran ketika hendak melayangkan laporan ke Polda Jabar. Saya tidak diberitahu apa saja isi dari laporan itu, tetapi itu memang haknya. Namun demikian, saya memilih mundur dari KMB, tetapi tetap berhubungan baik,” papar Yudi dengan bijak.

Pria yang dikenal sopan, humoris namun memiliki ketegasan ini menegaskan, keluarnya dia dari barisan KMB sikap pribadinya, karena ada sedikit ketidak cocokan dengan sahabat-sahabatnya di organisasi yang terdiri dari berbagai elemen didalamnya. “KMB ini merupakan organisasi taktis, yang kapan saja bisa dibubarkan. Di KMB tidak ada ketua, yang ada adalah koordinator,” terangnya.

Menyikpai sikap Yudi Setia yang keluar dari KMB ditanggapi santai oleh Abu Musa Hanif selaku Koordinator KMB. Menurutnya, sikap Yudi Lagam merupakan hak prerogratif yang tidak bisa dihalang-halangi. Ketidak cocokan di satu perkumpulan ia anggap sebagai hal yang biasa.

“Saya dan kawan-kawan KMB menghormati sikap Kang Yudi keluar dari KMB. Dinamika berorganisasi ada yang masuk dan keluar. Walau demikian, hubungan kami tetap baik-baik saja,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *