KERANDA JENAZAH DAN “KUBURAN” DI GEDUNG DPRD GARUT

DUDUKI: Massa KMB menduduki Gedung DPRD Garut. Nampak dalam gambar suasana di malam hari. (FT: Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM – Ketua LSM Laskar Garut Mandiri (LAGAM) sekaligus Humas Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) Garut, Yudi Setia Kurniawan kepada Majalah Logika mengatakan, setelah melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Garut, H Rudy Gunawan yang dilanjutkan ke Gedung DPRD Garut, hari Kamis, 20 Desember lalu pihaknya tidak pernah beranjak dari Gedung DPRD.

SAMPAH: Tumpukan sampah di Halaman Gedung DPRD garut yang dibawa massa KMB: (FT: Asep Ahmad)

Sejak hari itu, massa KMB langsung menduduki Gedung Putih itu. Setiap malam sampai dengan malam hari Selasa (25/12/2018) massa terus menduduki kantor legislator tersebut. Selama itu juga, pihaknya terus menggalang kekuatan bahkan mendapat dukungan dari berbagai pihak yang merasa kecewa oleh kebijakan Pemkab Garut.

“Itulah kenapa kami menyebut Gedung Dewan sebagai gedung pemufakatan jahat, karena ternyata sebagai legislator yang seharusnya bisa mendengarkan aspirasi masyarakat sampai detik ini hasilnya nol. Tidak ada satu orang pun anggota dewan yang datang. Begitupun dengan Bupati dan Wakil Bupati garut berikut jajarannya,” ungkap Yudi dengan nada kecewa.

Seharusnya menurut Yudi, ketika ada kritikan pedas, aspirasi bahkan tuntutan dari warga masyarakat, maka pihak eksekutif yakni bupati dan jajarannya, beserta pihak legislatif yakni 50 anggota DPRD seharusnya bisa duduk bersama. Membahas setiap persoalan yang terjadi.

“Namun lagi-lagi hal itu tidak terjadi. Untuk itu, pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2018 kami atas nama KMB akan melakukan aksi lebih besar. Kami akan membwa keranda jenazah dan membuat kuburan. Ini semua sebagai simbol bahwa kepemimpinan di Kabupaten Garut sudah mati,” katanya.

Bahkan, sambung Yudi, pada demonstrasi sebelumnya, massa KMB juga melakukan pembakaran ban serta penumpahan sampah di halaman Gedung DPRD. Itu membuktikan bahwa kinerja eksekutif dan legislatif sudah kotor layaknya sampah.

Salah satu pihak yang akan meminta kejelasan bupati dan DPRD Garut adalah karyawan Cipanas Indan (CI). Mereka pun memberikan dukungan m kepada KMB. “Semalam kita masih menduduki DPRD Garut, Kita mendapatkan dukungan dari masyarakat Cipanas Indah terkait penjualan aset Pemda Garut ( Swastanisasi Cipanas Indah ) dengan pola BOT, yang ternyata tidak didukung oleh masyarakat sekitar dan juga para karyawan CI,” terang Yudi.

“Berdasarkan keterangan mereka atau warga CI mereka menolak swastanisasi dengan alasan bahwa income pendapatan yang tadinya sekitar Rp1 Milyar pertahun, sekarang malah turun menjadi Rp300 juta pertahun. Selain itu, status karyawan yang berpuluh puluh tahun bekerja tidak jelas dan tanpa pesangon,” tambah Yudi.

Untuk itu, KMB menilai ini adalah bentuk kepedulian masyarakat kepada KMB, sehingga mereka ingin menyatukan aspirasi ini melalui KMB, dikarenakan sudah beberapa kali audensi tidak ada tanggapan.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat luas kepada KMB terkait berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Garut, yang seolah-olah kita ini baik baik saja dengan adanya program pembangunan Amazing Garut. Seolah berhasil menutupi keberhasilan kepemimpinan Rudi- Helmi, padahal setumpuk permasalahan yang terjadi dibalik politik mercusuar kepimpinan Rudi Helmi saat ini,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *