Ketua PAD Priangan Barat Gelar Pengajian Mengenang Kedua Orangtuanya

0 222

LOGIKANEWS.COM – Kehilangan sosok orang yang dicintai dan sangat berarti dalam hidup memang sangat menyakitkan, apalagi kehilangan orangtua kandung. Hal ini dirasakan oleh Ketua Paguyuban Asep Dunia DPW Priangan Barat, H Asep Ruslan dengan menggelar acara pengajian memperingati 40 hari kepergian sang ibu almarhumah Hj. Siti Djulaeha Hasanah dan 4 tahun kepergian sang ayah almarhum KH. Amin Suarmin bertempat di rumah duka Cluster Andalus Cempaka Arum, Gede Bage, Bandung, jam 09.00 Wib sd. 11.00 Wib, Sabtu (15/09/2018).

“Hari ini kami mengadakan pengajian dalam rangka peringatan 40 hari wafatnya ibunda Hj. Siti Djulaeha Hasanah Binti H. Ahmad Djunaedi dan 4 tahun kepergian ayahanda kami KH. Amin Suarmin Bin Wardi Nataatmadja,” ungkap Asep Ruslan yang biasa disapa Kang Asep.

Kang Asep sangat bersyukur karena di acara pengajian tersebut banyak yang datang dan turut mendoakan orangtuanya termasuk beberapa anak yatim piatu yang ikut hadir dalam acara pengajian tersebut.

“Syukur Alhamdulillah kami bisa berbagi bersama anak-anak yatim dari Baitul Quran Perumahan Cempaka Arum dan Rombongan Santri kami dari Pesantren Rahmat Lil Alamin (Pesantren PARLA) di Darangdan Purwakarta. Teman-teman dari Paguyuban Asep Dunia (PAD). Rombongan pengajian ibu-ibu teman ibunda kami juga banyak yang hadir, baik dari Cluster Andalus, juga dari Bumi Panyileukan banyak yang datang,” kata kang Asep.

Tak mudah bagi Kang Asep dan enam orang anak almarhum yang lainnya untuk melupakan segala kenangan yang pernah terukir bersama sang ibu dan sang ayah. “Sampai kapanpun orangtua akan selalu hadir di hati dan pikiran kami,” ungkap Ibu Neneng adik kandung dari kang Asep.

Acara pengajian juga diisi tausiah singkat oleh Ustad Asep Rahmat, M.Ag Pengasuh Pesantren PARLA yang juga adik kandung dari kang Asep, yaitu penjelasan tentang terputusnya semua amalan orang yang meninggal dunia, kecuali tiga perkara. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh,” kata Ustad Asep Rahmat.

“Di antara kebaikan lainnya yang bermanfaat untuk mayit muslim setelah ia meninggal dunia yang diberikan orang yang masih hidup adalah do’a yang tulus kepada si mayit. Do’a tersebut mencakup do’a rahmat, ampunan, meraih surga, selamat dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya. Do’a ini bukan hanya dari anak kandungnya saja. Do’a kebaikan dari orang lain untuk si mayit tetap bermanfaat. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut, walaupun mayit itu bukan ayah atau ibunya,” penjelasan Ustad Asep Rahmat.

Tampak hadir diantara ratusan tamu undangan, tokoh masyarakat Bumi Panyileukan kota Bandung Ustad Adang Hasan Basri. Kepada Logikanews.com (Group majalah Logika & majalah Intan), beliau mengungkapan sangat berduka dan punya kesan mendalam tentang pribadi almarhum dan almarhumah yang begitu baik dan sosoknya jadi panutan di masyarakat.

“Beliau adalah orang baik dan tokoh ulama kharismatik. Semoga amal ibadah almarhum KH. Amin Suarmin dan ibu Hj. Siti Djulaeha Hasanah diterima di sisi Alloh SWT. Wafatnya Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan tetap diberi kesabaran serta ketabahan,” penjelasan Ustad Adang (Ruslan)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.