Kolaborasi Disperindag Jabar dan Desainer Ternama dari Garut, Gelar Bimbingan Usaha Bidang Perkulitan

LOGIKANEWS.COM – Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan (IPOK), Ellyn Setiairyanti SH MM melalui Kasie Pengembangan Usaha, Detty Tatiananda  SE MM mengaku selalu memiliki mimpi agar para IKM di Jawa Barat memiliki kreatifitas dan inovasi. Pasalnya, inovasi dan kreatifitas ini yang akan mendorong para IKM di Jawa Barat untuk membuat terobosan dibidang usaha yang digelutinya.

INSTRUKTUR: Ketua P4SG, Deni Saputra menjadi instruktur bimbingan usaha dibidang perkulitan yang digelar Disperindag Jabar. Deni Saputra merupakan Owner Nu Denim sekaligus desainer produk jaket dan aneka fashion berbahan kulit. (FT; M Adhy Ramdani)

Melalui terobosan tersebut para IKM ini akan menjawab tantangan konsumen yang memiliki keinginan yang bervariatif. Dan tentunya, apabila para IKM di Jawa Barat sudah mampu memuaskan dan mewujudkan setiap harapan konsumennya, maka penghasilan para IKM inipun akan semakin baik.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai kegiatan dan bimbingan di beberapa kota dan kabupaten dengan waktu pelaksanaan yang berbeda.

“Selama jni kegiatan bimbingan usaha belum ada, baru ada tahun di tahun anggaran 2018 ini. Ada Tujuh kegiatan Satuan Pelayanan yang akan dilaksanakan, diantaranya pelatihan dibidang perkulitan yang dilaksanakan di Kabupaten Garut, bimbingan usaha dibidang Rotan di Cirebon, Perkayuan di Sumedang, persepatuan di Cibaduyut, pertextilan di Majalaya, Kerajinan di Tasikmalaya serta industri kemasan di Bandung,” ujar Kasie Pengembangan Usaha, POK Disperindag Jabar, Detty Tatiananda SE MM, di Gedung Satuan Pelayanan Industri Perkulitan Garut, Jalan Gagak Lumayung KM1.5 Sukaregang Garut, 20 Maret 2018.

Dalam pelatihan tersebut ada sekitar 50 IKM yang menjadi peserta bimbingan. Kegiatan yang dilaksanakan pertamakali ini para IKM dilatih membuat aneka bantal dari sisa penyamakan kulit. Seperti bantal leher dan bantal sandaran di jok mobil. Produk bantal ini diyakini akan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Saya memiliki ide kreatif membuat bantal dari hasil olahan penyamakan kulit. Karena selama ini, sisa penyamakan kulit ini hanya dibuat untuk sarana olahraga seperti Samsak. Dengan memperoduksi bantal leher, saya yakin akan banyak peminatnya dan secara otomatis akan meningkatkan nilai tambah. Sedangkan bahan sisa produksi penyamakan kulit ini biasanya hanya produksi dengan membuat gantungan kunci dan aksesoris lainnya,” ungkap Detty.

Menurut Detty, seluruh kegiatan yang sudah dijadwalkan wajib dilaksanakan, karena sudah ada di DPA dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.  Tahun ini baru ada Tiga kegiatan, dengan  anggaran Satu DPA Rp 200 Juta untuk Tiga kegiatan.

“Para IKM mendapat bimbingan usaha dan praktek langsung yang diberikan oleh instruktur dari Paguyuban di Sukaregang. Ada juga materi pembinaan usaha dari UNWIM atau UniversitasWinaya Mukti Bandung, Bapak Aik Tachri,” papar Detty.

Detty berharap, setelah kegiatan bimbingan tersebut, ada nilai tambah sekaligus ada tambahan penghasilan
bagi para IKM. Selain itu, para IKM juga bisa berupaya untuk lebih mengembangkan ide kreatifnya dengan membuat terobosan dan gagasan dari hasil sisa produksi kulit.

“Diharapkan juga para IKM ini bisa membuat penyempurnaan agar tidak membahayakan konsumen. Kenyaman dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam membuat semua produk, termasuk bantal leher dan bantal jok mobil ini. Keamanaan konsumen harus diperhatikan. Sebelum produksinya dipasarkan para IKM harus melakukan tes-tes terlebih dahulu, sehingga hasil produksinya memiliki hasil yang sempurna,” katanya.

Ditempat yang sama, Kabid Industri Non Agro SDM, Disperindagpas Kabupaten Garut, Drs Imam Prayogi didampingi Ketua Paguyuban Penyamak dan Pengrajin Peduli Sukaregang Kabupaten Garut (P4SG), Deni Saputra mengatakan, bimbingan tersebut merupakan program dari Disperindag Provinsi Jawa Barat. Peserta merupakan para pengrajin kulit di Kabupaten Garut.

“Pesertanya sebanyak 50 orang, mereka dibimbing tentang pemanfaatan limbah atau sisa produksi kerajnan potongan kulit. Pemateri tentang kewirausahaan oleh Bapak Aik Tachri dan praktek oleh P4SG. Kegiatan dilaksanakan Satu hari di Aula UPT Perkulitan Sukaregang,” kata Imam Prayogi.

Ketua P4SG, Deni Saputra mengatakan, melalui bimbingan ini para pengrajin diberikan keilmuan terkait pemanfaatan limbah padat. produksi dan managemen marketingnya. “Saat ini banyak pihak menilai bahwa limbah padat ini berbahaya. Melalui bimbingan ini kita buktikan bahwa limbah padat pun bisa diproduksi atau diolah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis. Jadi saya juga mengingatkan bahwa limbah itu tidak seram, seseram yang kita bayangkan selama ini,” ungkap Deni.

Deni Saputra yang dipercaya sebagai instruktur pada pelatihan ini ternyata merupakan seorang pengusaha dan Owner Merk Nu Denim. Produk-produknya telah dipasarkan di berbagai ajang seperti Indonesian Fashion Week dan berbagai pameran besar di Jakarta.

Saat ini Deni Saputra menjadi  Desainer ternama di Indonesia. Produknya telah diakui oleh para pengusaha dan desainer ternama di dunia bahkan para penggila fashion dari artis papan atas. “Kita hanya satu-satunya di Asia tenggara yang memiliki kawasan industry Sukaregang. Ditempat lain tidak ada kawasan seperti ini. Mari kita jaga kredibilitas dan jangan pernah takut bersaing. Ungkapkan apa saja imajinasi yang ada dipikiran kita. Apa yang kita lamunkan langsung dibuat dan jangan pernah takut untuk berinovasi,” ujarnya.

Menurut Deni, sesuatu yang harus dibuang adalah sipat putus asa dan tidak percaya diri. Tahun ini dirinya pun akan lounching produk terbarunya di Indonesian Fashion Show bersama desainer dari penjuru dunia. “Kita jangan putus asa, karena kita bagian dari kemajuan fashion di dunia. Saya pernah ditegor oleh salah satu desainer kelas dunia, salah satu kalimatnya adalah saya tidak boleh minder, karena ternyata produk saya sudah diakui dunia dan ada di mana-mana,” ungkap Deni dihapan para peserta bimbingan dan disambut tepuk tangan.

Dalam kesempatan tersebut, Deni menitipkan satu pesan kepada semua peserta yang hadir. Pesannya tersebut adalah sebagai pelaku industri di Sukaregang jangan pernah merasa takut. Dan hal utama yang harus dihindari dan jangan sampai dilakukan yakni perbuatan saling menjatuhkan satu sama lainnya. “Kita harus saling mendukung dan Insyallah kita akan maju dan lebih sejahtera,” ungkapnya.

Koordinator Satuan Pelayanan Industri Perkulitan Sukaregang, Deni Hidayat mengatakan, pihaknya merasa bersyukur karena ada bimbingan usaha dibidang Perkulitan. Pihaknya pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung dan para peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. (Asep Ahmad/ Fotografer Moch Adhy Ramdani)

PEMATERI: Pemateri yang didatangkan dalam kegiatan Bimbingan Usaha Dibidang Perkulitan, bapak Aik Tachrie. (FT: M Adhy Ramdani)
ANTUSIA: Para peserta nampak antusias mengikuti kegiatan Bimbingan usaha Bidang perkulitan. (FT: M Adhy Ramdani)

SUKSES: Dalam waktu sekejap para peserta berhasil membuat Bantal Leher dan Bantal Jok mobil dari bahan kulit sisa produksi kulit. (FT: M Adhy Ramdani)

 

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *