Letkol Inf Asyraf Aziz: Yang Diduga Menghina Tuhan Bukan LGBT

0 39

LOGIKANEWS.COM – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0611 Garut, Letkol Asyaf Aziz kepada Logikanews.com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan), Kamis (24/10/2018) melalui pesan singkatnya menyebutkan, pelaku dugaan penghinaan terhadap tuhan bukan LGBT. “Bukan LGBT kang,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, media ini menulis berita dengan judul “Oknum LGBT Diduga Lecehkan Tuhan, Dandim 0611 Garut Langsung Bergerak”.

Terkuaknya kabar tentang grup LGBT (Lesbi Gay Biseks dan Transgender) di media sosial menjadi perhatian serius Dandim 0611 Kabupaten Garut, Letkol Inf Asyraf Azis.

Bahkan, baru-baru ini pihaknya langsung mengintruksikan Danramil Kecamatan Leles untuk mencari oknum masyarakat, karena membuat status di Akun facebook yang ditenggarai melecehkan nama Tuhan.

Oknum inipun langsung ditemukan dan dipanggil beserta keluarganya untuk diminta pertangung jawaban terkait ulahnya tersebut. Dalam postingannya itu, oknum tersebut menulis apa bedanya tuhan dengan salah satu binatang.

“Tadi pagi saya sampaikan kepada Danramil, cari oknum itu dan Alhmadulillah sudah dapat. Oknum ini saya serahkan kepada Kepolisian untuk mendalami. Intinya begini, kalau ada perkeliruan yang intinya memancing konflik harus segera ditindak,” ujar Letkol Asyraf.

Kalau dilihat, tegas Letkol Asyraf, perbuatan oknum ini akan menjadi hal yang berbahaya. Bukan karena dirinya seorang muslim dan tuhannya di ejek, tetapi lihat juga imbasnya. “Sebagai seorang muslim tentu saja saya marah. Kalau anak ini tidak dikasih tahu, akan ada lagi dan ada lagi,” beber Letkol Asyraf.

Perbuatan yang bisa memancing konflik di media sosial, dampaknya sangat luas. Letkol Asyraf mencontohkan, semisal ada orang yang berkelahi antara tiga orang di salah satu ruangan, mungkin yang tahu hanya pihak ketiga saja. Tetapi kalau di media sosial, maka seluruh Indonesia akan tahu.

“Di media sosial ada yang pro dan kontra, maka yang pro dan kontra bisa berkelahi lagi. Kalau ada dendam, sakit hati, kecewa, dilandasi sara dan lainnya, maka tinggal dipantik saja dan akhirnya masalah besar. Itulah yang terjadi di beberapa daerah yang sering terjadi konflik,” ucapnya.

Untuk itu, tegas Letkol Asyraf, fungsi clas action dan penegakan hukum yang baik bisa mengantisipaisi segala kemungkinan yang tidak diinginkan. “Hal kecil apapun harus disikapi dengan seimbang, jangan kesini runcing tetapi kesana tumpul. Semua harus ditidnak tegas agar tidak berkepanjangan,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.