Lima Orang Pengusaha Wisata Darajat Berstatus Tahanan

TIDAK DITEMUKAN DI SIPP PN GARUT: Salah satu pengusaha di Kecamatan Pasirwangi, `H Dedi Hidayat selaku pemilik Derajat Pass kini berstatus tahanan, tetapi tidak ditahan di Rutan Garut seperti Dua pengusaha lainnya. Namun nama pengusaha ini tidak bisa terdeteksi di SIPP PN Garut. Padahal, menurut Humas PN Garut, Endratno Rajamai SH, semua perkara di PN Garut harus diupload ke SIPP PN Garut karena sudah menjadi SOP PN Garut. (FT: Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM – Dalam kurun waktu sekitar Delapan tahun, Wisata di Kecamatan Pasirwangi yang dikenal dengan Wisata Darajat menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Garut. Pasalnya, tempat ini dianggap mampu menjadi magnet untuk menarik minat wisatawan lokal dan regional, bahkan para wisatawan skala nasional.

Keberadaan tempat pariwisata ini memiliki banyak keistimewaan. Pemandangan alam di sekitar wisata Darajat sangat indah, cuacanya sangat sejuk dan para pengusahanya memiliki kemampuan yang hebat dalam memanjakan pengunjungnya.

Utamanya suasana disore, apabila kabut sudah menutupi jalan dan lokasi wisata, maka para pengunjung bisa merasakan nuansa yang unik. Keunikannya, tempat ini seakan berada diatas awan. Bukit-bukit kecil dan beberapa bangunan nampak terbungkus awan putih, begitulah ungkapan sebagian para pengunjung ketika ditanya seputar keunikan Wisata Darajat.

Selain itu, pengusaha lokal yang mengelola sejumlah tempat wisata mampu mendesain dan merubah lokasi perkebunan menjadi lokasi pariwisata yang menakjubkan. Sarana dan prasarana yang mereka bangun cukup komplit. Mulai dari pemandian air panas, kolam berikut Water Boom. Bahkan, walaupun pengusaha lokal ini disebut hanya sebagai petani lokal, tetapi mereka mampu membangun rumah makan, hotel dan penginapan dengan kenyamanan yang cukup maksimal.

Wisatawan asing dan lokal merasa nyaman dan puas bisa berkunjung ke Wisata Darajat. Mereka bisa memilih setiap tempat yang ada di wilayah ini. Begitulah gambaran kecil tentang Wisata Darajat kenapa dianggap sebagai ikon wisata di Kabupaten Garut.

Lokasi pariwisata yang awalnya sepi, kini menjadi lokasi yang banyak diinjak oleh para wisatawan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, puluhan Bus memadati lokasi wisata Darajat. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Jawa Barat dan provinsi lainnya di Indonesia, tidak terkecuali warga ibu kota Jakarta. Namun sayang, status sosial para pengusaha lokal ini tidak seindah pemandangan Wisata Darajat. Enam orang yang dianggap sebagai pengusaha sekaligus penanggung jawab di wisata yang menawarkan pemandian air panas ini adalah terpidana.

Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Jawa Barat melaporkan Enam pengusaha di Darajat, Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut dengan Pasal 98 UU RI No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebagai terlapor mereka pun diproses hukum, hingga kemudian status mereka naik menjadi tersangka, terdakwa dan terpidana.

Dari enam terpidana ini, Satu orang dari Puncak Darajat mendapatan vonis bebas dari majelis hakim, sementara Lima pengusaha lainnya mendapatkan vonis sebagai tahanan. Tiga orang menjadi tahanan luar dan dua pengusaha lainnya menjadi tahanan dalam dan meringkuk di Rutan Kabupaten Garut.

Lima pengusaha Darajat berstatus tahanan antara lain, H Dedi Hidayat pemilik Darajat Pass (DP), H Habib pemilik BRI (Bukit Rejeng Indah), Adang S pemilik Puncak Jaya Darajat, Akusnawan pemilik Darajat Indah (DI) dan H Enceng Juju Juarsah pemilik Awit Sinaralam Darajat, H Enceng Juju Juarsah, Pemilik Darajat Pas, H Dedi H. Sementara H Asep Fachrudin selaku pemilik Puncak Darajat divonis bebas. Disebutkan juga, Empat pengusaha kini tengah melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Sementara salah seorang pengusaha merasa pasrah dengan semua proses hukum yang menimpanya, sehingga tidak melakukan kasasi.

PENGUSAHA WISATA DARAJAT: Daftar nama-nama dan tempat pengusaha Darajat di kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Sebagian pengusaha dinyatakan bersalah oleh PN Garut. (FT:Asep Ahmad)

Pengadilan Negeri (PN) Garut memvonis Lima Orang sebagai terpidana diancam dan diatur Pidana dalam Pasal 98 Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Humas Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai SH didampingi Azis kepada LogikaNews.Com (Majalah Logika) mengatakan, putusan Pengadilan Negeri terkait kasus Darajat bisa dilihat di SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) PN Garut. Di SIPP ini semua jelas, kecuali dengan perkara-perkara tertentu akan diblurkan, ada aturan yang tidak boleh dipublikasikan. “Seperti perkara asusila, nama korban bisa diblurkan,” ujar pria yang akrab dipanggil Raja ini di PN Garut, 23 Agustus lalu.

Menurut Raja, terpidana Wisata Darajat ada Enam orang dan satu orang divonis bebas. Semua perkara diupload ke SIPP PN, karena itu merupakan SOP (Standar Operasional Prosedur) PN dan harus diupload. “Lima orang statusnya sebagai tahanan. Dua orang ditahan di Rutan Garut dan Tiga orang lainnya menjalani tahanan luar. Semua putusan bisa dilihat di SIPP PN Garut,” katanya seraya menambahkan,  kalau tidak diupload tidak ada lupa. Kalau tidak terupload, maka pihak PN Garut punya status warning. Karena pihak PN Garut tidak menyelesaikan perkara itu apabila belum selesai di Upload ke website PN Garut.

Ketika wartawan kembali menanyakan, apabila ada yang belum diupload ke SIPP PN Garut, Raja langsung membantah. Dia menyebutkan, kalau tidak ada perkara yang diupload dalam SIPP PN Garut, hal itu bisa sebabkan karena jaringan. “Bisa saja karena jaringan tidak terbuka. Semua perkara harus diupload karena sudah menjadi SOP PN,” katanya.

Raja kembali menegaskan, semua pengusaha Darajat yang disidangkan di PN Garut dinyatakan bersalah dan menjadi terpidana. Hasil putusan bisa dilihat di website PN Garut. Disana ada dakwaan jaksa, tuntuntan jaksa dan keterangan saksi-saksi.

“Semua hasil putusan PN Garut bisa dilihat di website kami, ada semua. Semua berstatus tahanan. Yang membedakan ada yang di dalam dan ada yang diluar, tetapi semua statusnya tahanan, yang menjadi perbedaan itu kewenangan majelis masing-masing. Majelis punya kewenangan apakah ada penahanan dari penydik atau penahanan sendiri,” terangnya.

Ketika wartawan bertanya soal tentang kewenangan majelis hakim yang membedakan hukuman badan dan hukuman lepas, Raja menegaskan bahwa dirinya selaku Humas PN Garut tidak bisa masuk ke wilayah putusan majelis.

“Saya tidak masuk kesana, itu semua kewenangan dari majelis. Humas tidak bisa menjelaskan. Jadi gini, ada syarat subjektif dan objektif , itu semua ada di majelisnya. Begitupun dengan penyidik tidak bisa menyampaikan. Penyidik dan kejaksaan tidak bisa menyampaikan keluar. Itu ada pertimbangan kami, yang diakui perlu dan tidak bisa diketahui para pihak, kecuali memang harus diketahui,” tandasnya.

Sertifikat Lingkungan Hakim di PN Garut

Selama persidangan terkait kasus Wisata Darajat Kabupaten Garut berlangsung, karena berkaitan dengan kejahatan lingkungan sempat dipertanyakan tentang sertifikat lingkungan yang dimiliki Hakim di PN Garut. Hal itu ditanggapi dengan santai oleh Humas PN Garut. Menurutnya, kalau didalam suatu pengadilan tidak ada yang bersertifikat lingkungan tidak masalah dipegang majelis hakim atau hakim yang tidak bersertifikat.

“Karena kenapa, kalau tidak ada yang berserftifikat bisa salah lagi kita, karena kenapa, karena kalau harus ada hakim yang bersetifikat, apakah harus kita geser ke majelis yang bersertifikat itu. Itu adalah kebijakan dan di Mahkamah Agung sudah menggariskan tidak masalah, apabila majelis hakim menyidangkan perkara tersebut. Tetapi sepengetahuan saya bahwa majelis hakim yang menangani masalah tersebut itu pernah mendapatkan pelatihan untuk perkara lingkungan,” katanya.

Raja mengungkapkan, secara kebetulan Pak Viktor selaku hakim dan dirinya sama-sama sudah mengikuti pelatihan Dua tahun lalu di Bandung. Sertifikat dilegalkan oleh MA bekerjasama dengan pihak Ketiga. “Bukti-bukti yang memberatkan tahanan kota dan tahanan dalam semua bisa dipertimbangkan, diputusan itu ada lengkap,” ungkap Raja.

Namun sayangnya, ketika media ini membuka SIPP PN Garut para terpidana yang berstatus tahanan tidak bisa diakses semua. Yang bisa diakses hanya Tiga nama yakni H Adang Saepulloh, H Enceng Juju Juarsah dan Akusnawan, sementara nama-nama lainnya tidak nampak direktori putusan SIPP PN Garut (Bersambung)

TERPAMPANG: Nama Akusnawan pemilik Darajat Indah yang menjalani penahanan di rutan Garut terpampang di PN Garut. (FT: Asep Ahmad)
H HABIB: Salah satu pengusaha Darajat yang berstatus tahanan, H Habib pemilik Bukit Rejeng Indah juga tidak terdeteksi di SIPP PN Garut dan tidak menjalani tahanan badan seperti Dua pengusaha lainnya. (FT: Asep Ahmad)
H ADANG S: Pemilik tempat wisata Puncak Jaya H Adang berstatus tahanan namun tidak ditahan di rutan namanya terpampang di SIPP PN Garut. (FT:Asep Ahmad)
DENDA RP 3 MILYAR: Pemilik Sinar Awit darajat, H Enceng Juju Juarsah salah satu pengusaha yang menjalani berstatus tahanan dan menjalani hukuman dalam. Selain menjalani hukuman tahanan badan, pengusaha ini juga harus membayar denda Rp 3 Milyar. Semua pengusaha yang dinyatakan bersalah dinyatakan harus membayar denda. (FT: Asep Ahmad)

Penulis: Asep Ahmad

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *