Memilih Calon Presiden “Belajar” dari Pengalaman Iwan Bopeng

Catatan Redaksi

0 196

LOGIKANEWS.COM – Tahun 2019 kedepan seluruh warga masyarakat di Indonesia bahkan warga Indonesia yang ada di luar negeri akan kembali memilih calon Presiden Republik Indonesia. Pada tahun tersebut masyarakat akan dihadapkan dengan berbagai peristiwa, sebagaimana yang sudah dialami pada Pilpres sebelumnya.

Biasanya, para pendukung calon Presiden dan wakil Presiden memiliki cara masing-masing untuk meyakinkan masyarakat memutuskan pilihannya dengan langkah yang bermacam-macam. Bagi para pendukung cerdas, mereka akan melakukan upaya mempromosikan pilihannya dengan cara yang baik. Namun bagi para pendukung yang kurang cerdas, mereka akan melakukan berbagai upaya tanpa memperhatikan efek negatifnya.

Contoh saja, peristiwa yang terjadi di saat Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Salah seorang pendukung dari satu kubu, untuk meyakinkan masyarakat dapat memilih calon yang ia dukung, dirinya malah mengeluarkan kata-kata kotor dan bahkan merendahkan salah satu kesatuan yang sangat dibanggakan bangsa ini, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Akibatnya, bukan simpati yang didapatkan, tetapi malah sebaliknya. Masyarakat marah dan membenci salah satu oknum yang dikenal dengan nama Iwan Bopeng. Kata-kata kotor kepada masyarakat dan merendahkan Kesatuan TNI menjadi buah simalakama bagi pria ini. Dampaknya, Iwan Bopeng “diburu” oleh semua orang yang merasa tersakiti. Perkataan Iwan dianggap menghina, melecehkan dan menyakiti perasaan seluruh anak bangsa.

Peristiwa ini menjadi viral dan menghebohkan tanah air. Masyarakat dan TNI yang tersakiti banyak yang melampiaskan kemarahannya dengan membuat berbagai tantangan dan sekaligus pencarian keberadaan Iwan Bopeng.

Dari peristiwa ini, kiranya semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran penting. Ketika memberikan dukungan haruslah dengan cara yang baik, sopan, beretika dan bersahaja sehingga masyarakat bisa terenyuh hatinya dan ikut memilih siapa saja yang diandalkan untuk dapat memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Lima Tahun kedepan.

Seperti kata pepatah “Menanam Padi Akan Tumbuh Padi dan Menanam Cabai Akan Tumbuh Cabai” yang artinya, apa yang akan kita peroleh adalah apa yang kita perbuat. Apabila kita melakukan kebaikan, maka kebaikanlah yang akan kita peroleh. Begitupun sebaliknya. Mudah-mudahan pembaca Majalah Logika bisa melakukan hal-hal cerdas dalam menentukan atau mempromosikan calon Presidennya.

Sampaikanlah kebaikan-kebaikan dengan cara yang baik. Sampaikan juga kritikan dengan cara yang baik juga, sehingga semua anak bangsa tidak terpecah belah, tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Kiranya kita patut mengapresiasi siapapun calon Presiden dan Wakil Presiden RI yang saat ini sudah ditetapkan yakni pasangan Capres dan Cawapres Jokowi Dodo – KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno. Kedua pasangan ini, sesuai dengan konstitusi yang berlaku di negara kita sudah sah secara hukum menjadi pasangan yang akan maju sebagai calon-calon pemimpin negara kita.

Mari kita berdoa dan berupaya agar perhelatan demokrasi ini berjalan dengan lancar, aman dan damai serta melahirkan pemimpin yang amanah, bijaksana, cerdas disertai dengan kesalehan. Pemimpin yang mampu mempertahankan kedaulatan Negara, mensejahterakan, memakmurkan rakyat dan negerinya serta senantiasa membawa rakyatnya dijalan yang diridhoi Allah SWT, Tuhan semesta alam.

Akhir kata, kami segenap jajaran Redaksi Majalah Logika (LogikaNews.Com, Majalah Intan) mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca yang selalu mendukung kami dalam menyajikan informasi. Kami pun memohon maaf kepada siapa saja yang merasa tersinggung atau tidak berkenan dengan semua pemberitaan yang kami sampaikan.

Perlu kami sampaikan juga, sesuai dengan tujuan yang mulia bahwa media memiliki peran penting dalam membantu Negara dengan ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Sehingga, apa yang kita sampaikan semata-mata demi kebaikan rakyat dan negara. Berita pembangunan, kritik sosial dan lainnya tiada lain sebagai aplikasi guna menambah wawasan dan pengetahuan tentang kejadian di sekitar kita.

Majalah Logika dan LogikaNews.Com yang memprioritaskan informasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta dugaan kejahatan lainnya merupakan bagian dari sosial kontrol sesuai dengan aturan hukum dan UU Pers yang berlaku di Indonesia.

Berita yang kami sajikan diharapkan menjadi sebuah peringatan bahwa apapun kejahatannya, selain disaksikan oleh Allah SWT, Tuhan yang maha esa juga disaksikan oleh alam ini, termasuk kami para pegiat kuli tinta.

Harapannya, tentu agar kejahatan di dunia ini bisa berkurang. Karena kejahatan, utamanya prilaku korup adalah musuh yang nyata. Selain merugikan Negara dan rakyat, korupsi juga merugikan siapapun pelakunya. Merugikan semua komponen yang ada di dunia ini. (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.