MENGENAL HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS – ACQUARED IMMUNODEFFICIENCY (HIV-AIDS)

PENDAHULUAN
Latar Belakang HIV-AIDS 
Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus ini menyerang suatu system kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan Infeksi dan penyakit, maka dari itu mudah terserang penyakit seperti TBC, Diare, penyakit kulit dan lain-lain. Acquired  ( didapat ) Immun  ( Kekebalan tubuh )deficiency ( Kekurangan ) syndrome  ( gejala ) jadi pengertian AIDS adalah  sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh atau lebih sering dikenal disebabkan oleh virus HIV.
HIV memang belum bisa disembuhkan , tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. Umumnya penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membrane mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yangmengandung HIV seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan premarital dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vagina, anal ataupun oral),tranfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan atau menyusui serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Karena Virus HIV hidup dan berkembang biak didalam darah,cairan sperma, cairan vagina dan ASI.
Selama bertahun-tahun orang dapat terinfeksi HIV sebelum akhirnya mengidap AIDS. Namun penyakit yang ditemukan pada penderita AIDS adalah sejenis radang paru-paru yang langka dikenal dengan nama penyakitnya Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) dan sejenis penyakit kanker kulit yaitu Kaposis sarcoma (KS). Biasanya muncul dua sampai tiga tahun setelah penderita di diagnose pengidap AIDS. Seseorang yang telah terinfeksi belum tentu terlihat sakit, secara fisik sama dengan orang yang tidak terinfeksi HIV, oleh karena itu orang tidak menyadari bahwa dia telah tertular AIDS, yaitu HIV karena masa inkubasi penyakit ini termasuk lama dan oleh sebab itu penyakit ini cepat tertular dari satu orang ke yang lain.
Masa inkubasi adalah periode atau masa dari saat penyebab penyakit masuk kedalam tubuh  ( saat Penularan ) sampai timbul gejala. Penyakit ini kadang disebut  “infeksi Oportunistik” karena penyakit ini menyerang dengan cara memanfaatkan kesempatan ketika kekebalan tubuh menurun, sehingga kanker dan infeksi Oportunistik ini dapat meyebabkan kematian.
Perbedaaan HIV dan AIDS
Fase HIV adalah fase dimana Virus masuk kedalam tubuh dan tubuh mulai melakukan perlawanan dengan menciptakan antibody. Pada fase ini , sebagian besar orang tidak merasakan gejalanya sehingga disebut fase tanpa gejala. Fase AIDS adalah saat tubuh sudah tidak mampu melawan penyakit-penyakit yang masuk dan menginfeksi tubuh, Biasanya dikatakan fase AIDS setelah muncul  dua atau lebih gejala misalnya Flue yang sulit sembuh disertai penurunan berat badan hingga > 10 %.
Penyebab HIV / AIDS
HIV ditemukan pertama kalinya pada tahun 1983 sebagai retrovirus. Penyebab timbulnya AIDS belum dapat dijelaskan sepenuhnya, karena tidak semua orang yang terinfeksi HIV ini terjangkit penyakit AIDS. Ini menunjukan faktor-faktor lain yang berperan disini. Pengguna Alkohol dan obat-obat psikotropika, kurang gizi, tingkat stress yang tinggi dan adanya penyakit lain yang terutama dapat ditularkan lewat alat kelamin merupakan faktor-faktor yang memungkinkan berperan penting. HIV tidak hanya menyerang system kekebalan tubuh, virus ini juga merusak otak dan system saraf pusat.
 AIDS dapat menyerang semua golongan umur , termasuk bayi, pria maupun wanita, Yang termasuk kelompok resiko tinggi adalah: Lelaki homoseksual atau biseks. Orang yang ketagihan obat intravena  (suntik) Partner seks dari penderita AIDS, Penerima darah atau produk darah (tranfusi) dan Bayi dari ibu atau bapak terinfeksi.
Penularan HIV
Hubungan seksual
‘ Melakukan hubungan seksual dengan seorang pengidap HIV Aids
‘ Melakukan hubungan seks homo / hetero seksual
‘ Melakukan hubungan seks berganti ganti pasangan tanpa kondom
Darah
‘ Tranfusi darah yang mengandung HIV
‘ Menggunakan jarum suntik secara bergantian yang mengandung HIV
‘ Terpapar mukosa yang mengandung HIV
Transmisi dari ibu ke anak
‘ Selama kehamilan
‘ Saat persalinan
‘ Air Susu Ibu.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit AIDS sangat bervariasi, berikut ini gejala yang ditemui pada penderita AIDS. Panas lebih dari Satu bulan, batuk-batuk serta sariawan dan nyeri menelan, badan menjadi kurus sekali, diare, sesak nafas, pembesaran kelenjar getah bening, kesadaran menurun, penurunan ketajaman penglihatan, bercak ungu kehitaman dikulit. Pasien AIDS secara khas punya riwayat gejala dan tanda penyakit. Pada HIV  lamanya 1- 2 minggu pasien merasakan sakit seperti flu. Dan di saaat fase supresi imun simtomatik (3 tahun) pasien akan mengalami demam, keringat dimalam hari.  Penurunan berat badan, diare, neuropati, keletihan ruam kulit, pembesaran kelenjaran dan sariawan. Disaat fase HIV menjadi AIDS (bervariasi 1 – 5 tahun) akan terjadi gejala infeksi oportunistik paling umum PCC , KS dan meningitis.
Cara Mencegah Penularan HIV
 Melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar orang berperilaku seksual aman dan bertanggung jawab yakni:
– Hanya berhubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami / Istri).
– Bila salah satu pengidap dalam melakukan hubungan seksual menggunakan kondom secara benar.
– Mempertebal Iman.
Pencegahan Penularan melalui Darah
– Memastikan darah dan produknya tidak terkena HIV- AIDS.
– Gunakan alat–alat kesehatan seperti jarum suntik, alat cukur alat tusuk gigi yang bersih dan suci hama.
– Pencegahan untuk ibu dan anak (perinatal) ibu-ibu yang mengidap virus HIV disarankan untuk tidak hamil dan
  kalaupun hamil melahirkan dengan cara oprasi Caesar.
Mencegah penularan lewat alat-alat yang tercemar: Alat yang sudah digunakan dicuci hamakan dengan menggunakan ethanol 70 % atau pemutih.
HIV diluar tubuh manusia sangat cepat mati , HIV mati oleh air panas,sabun,bahan pencuci hama, HIV tidak menular lewat udara. HIV tidak menular melalui: Keringat, Makanan, Flue / pilek, Berpelukan, Makanan dengan perabotan yang sama, Bersalaman, Mandi bersama, Digigit nyamuk, Memakai toilet bersama, Ciuman, senggolan, berpelukan , kegiatan sehari-hari dan berhubungan seks dengan menggunakan kondom yang benar.
Inovasi pencegahan HIV – AIDS
Walaupun memang HIV- AIDS belum benar-benar bisa disembuhkan dan saat ini menunjukan peningkatan penderita HIV- AIDS setidaknya kita dan masyarakat sadar benar bahwa masalah ini adalah menjadi tanggung jawab semua. Dan, untuk mencegah perlu pemahaman dan kesepakatan bersama sehingga bisa mengurangi dan mencegah sejak dini, untuk memerangi HIV-AIDS dimulai dari diri sendiri artinya menguatkan keimanan kita, setia pada pasangan dan berkelakuan baik dalam pergaulan.
Dengan inovasi  “Satu Dua Tiga Sayang Semuanya”.  Satu sayang terhadap diri kita sendiri, Dua setia kepada pasangan dan Tiga tidak melakukan hal yang dapat mencelakakan diri sendiri dan semuanya yaitu mencegah dan memberikan saran atau informasi kepada semua masyarakat dengan dibentuk kumpulan masyarakat terdekat yang peduli terhadap penyakit HIV-AIDS, baik tingkat RT, RW, desa, kecamatan ataupun kabupaten.
Menambah ilmu dengan mudah didapat melalui Informasi Teknologi dengan mencari melalui website atau yang lainnya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan mencegah kita lebih sadar diri dan menghargai diri sendiri dan keluarga. Diharapkan dengan mengetahui dan memahami tentang pencegahan HIV-AIDS ini sekumpulan kelompok yang peduli bisa menjadi kan pionir perubahan dalam pergaulan yang positif, pembaharuan pola pikir tentang HIV-AIDS. Kalau tidak sekarang kapan lagi kita mencegah. Misalnya mulai dari rumah,sekolah, pertemanan membentuk kelompok atau komunitas pengentasan HIV-AIDS, melakukan penyuluhan, seminar dengan bekerja sama dengan institusi yang terkait.
Kesimpulan
HIV adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh. AIDS saat kekebalan tubuh sudah tidak mampu menahan penyakit yang menyerangnya. Penularan  lewat hubungan seks, lewat darah dan Transmisi dari ibu dan anak HIV dapat dicegah dengan meningkatkan Keimanan, meningkatkan keilmuan. (***)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *