Mengintip Produksi Kopi di Desa Pangauban Cisurupan Garut

LogikaNews.Com (LNC)Tahun 2016 lalu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Pusat untuk mengembangkan Desa Mandiri Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. Kepercayaan tersebut berhasil dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Bidang Perkebunan, dengan menerapkan pelaksanaan program Desa mandiri Organik kepada Dua kelompok Tani, diantaranya Kelompok Berkah Tani Pangauban, yang terletak di Kampung Gadok RT 05 RW 05, Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan dan Kelompok Tani Giri Tani di Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Pada edisi kali ini, Tim LogikaNews.Com mengunjungi Kelompok Berkah Tani Pangauban, yang terletak di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya tempat yang dituju berhasil ditemukan.

Sekretariat Kelompok Berkah Tani dapat dikunjungi dengan menempuh perjalanan kurang lebih 4 KM dari Jalan Raya Garut-Cikajang. Sepanjang jalan dapat dilihat jalan yang cukup berkelok dan menanjak, disertai pemandangan yang cukup indah. Sesampainya di lokasi, Ketua Kelompok Berkah Tani, Ajum Rahayu beserta anak Sulungnya, Zakaria memberikan sambutan dengan seduhan kopi hitam.

Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan karena situasi sedang macet, terobati oleh aroma kopi yang khas, Kopi Arabika. “Selamat datang di tempat kami, silahkan minum dulu sebelum berbincang-bincang,” ujar Zakaria menwarkan dua cangkir kopi hitam yang aromanya sangat khas.

Keluarga ini memiliki pribadi yang baik dan sangat familiar. Satu keluarga menerima kunjungan kami dengan penuh keakraban. Sambil menikmati Kopi Arabika hasil olahan Kelompok Berkah Tani Pangauban ini, Ajum Rahayu dan Zakaria langsung menyampaikan ide dan gagasannya terkait perkembangan pengolahan kopi di Kabupaten Garut.

“Kopi Garut sampai saat ini masih dipandang sebelah mata oleh beberapa penikmat kopi, khususnya sebagian warga Garut sendiri. Padahal, kopi asal Garut yang diolah serta diracik langsung oleh petani maupun pengusaha Kopi di Garut, sudah terkenal ke seluruh dunia,” ungkap Zakaria diamini ayahnya, Ajum Rahayu.

Pandangan ini bisa disampaikan Zakaria, berdasarkan pengalaman langsung ketika pria yang akrab di sapa Jack ini menawarkan kopi ke beberapa kedai atau cafe di Kota Garut, masih ada yang memandang sebelah mata terhadap kopi Garut dan malah menawarkan produk kopi dari luar Garut.

“Selama ini, untuk memasarkan kopi hasil produk Kelompok Berkah Tani Pangauban saya terjun langsung dan tidak menggunakan jasa orang lain. Sehingga, saya pun merasakan sendiri bagaimana sebagian warga Garut sepertinya tidak merasa bangga dengan produk Kopi Garut yang sudah sangat diakui pecinta kopi di dunia,” ungkap Zakaria.

Menurut pemuda yang akrab di sapa Jack ini, dia dan ayahnya mencoba membuat terobosan dengan membuat kopi yang benar-benar nikmat. Nama kopinya Blessing Coffee, hasil olahan pertanian dari Desa Pangauban. Agar rasa dan kualitasnya benar-benar diterima masyarakat pecinta kopi, kelompok tani ini juga melakukan kerjasama dengan Owner perusahaan Mahkota Java Coffee, Hari Yuniardi.

“Sejak awal kami sudah bekerjasama dengan Mahkota Java Coffee diantaranya pemasokan bahan baku. Selain itu, saya juga banyak belajar tentang cara meroasting dari Mas Hari,” terang.

Jack berharap bisa menjadi suplier untuk cafe-cafe besar di seluruh Nusantara. Berkaitan dengan perkembangan kuliner di dunia, Jack bersama ayah dan kelompok tani mengembangkan Kopi Organik dan Non Organik. “Kami ingin mengembangkan kopi organik dan non organik,” katanya.

Organik dan non organik, sambung Jack, memiliki pangsar pasar masing-masing. Saat ini, Jack menargetkan bisa masuk ke pasar Eropa. Tetapi kendalanya persayaratan masih cukup sulit, diantaranya pengolahan pupuk harus mengikuti standar dari Eropa seperti lokasi kebun, jenis pupuk kandang yang dipakai, persyaratan pengolahan pupuk kandang.

“Semua proses yang dilakukan dalam pengolahan Kopi Organik tidak bisa dilakukan secara asal-asalan harus dilakukan sesuai standar, sehingga kualitas kopi bisa sesuai dengan pangsa pasar,” ungkapnya.

Ajum Rahayu dan Jack  optimis bisa meraih mimpinya, sehingga dia beserta 85 anggota kelompok Berkah Tani Pangauban terus bahu membahu meningkatkan kualitas dengan terus belajar dan belajar. (Asep Ahmad/Reza Mustofa)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *