Menjelang Berakhirnya Tahun Ajaran, Milyaran Rupiah Uang Bantuan Siswa Ngendap Di Bank BNI GARUT


AKSI: Sejumlah LSM ketika mendatangi Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Garut, ketika mempertanyakan sejumlah anggaran yang berkaitan dengan masyarakat miskin di Kabupaten Garut, diantaranya anggaran KIP/PIP. (FT: Ridwan Arif)

LOGIKANEWS.COM – Program Indonesia Pintar (PIP) diselenggarakan dalam rangka melaksanakan ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat Untuk Membangun Keluarga Produktif. Program Indonesia Pintar, yang selanjutnya disebut PIP adalah bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Di Kabupaten Garut khususnya dana PIP tingkat SMA dan SMK disalurkan melalu pihak Bank BNI. Namun sangat disayangkan sampai saat ini persoalan PIP di Bank penyalur tersebut masih banyak persoalan, diantaranya masih besarnya dana PIP yang bersumber dari APBN tersebut yang tidak tersalurkan. Padahal beberapa waktu yang lalau gabungan dari berbagai LSM di Garut telah melakukan aksi masa di Bank BNI terkait peraoalan PIP ini. Setidaknya dari data yang kami himpun bahkan masih ada dana APBN PIP tersebut dari tahun anggaran 2016 sampai dengan 2018.

Pada PIP tingkat SMA di Tahun anggaran 2017, dari jumlah Siswa penerima manfaat sebanyak 21.302 siswa, sekitar 20.646 siswa yang sudah mendapatkan manfaat dari PIP. Setidaknya ada nominal rupiah APBN tahun 2017 yang mengendap di Bank BNI Garut Rp522.500.000 bagi 656 siswa yang berada di berbagai sekolah tingkat SMA yang berhak mendapatkan dana PIP, namun tidak menerimanya sampai saat ini. Sementara itu untuk PIP SMK Tahun 2017, dari jumlah Siswa penerima manfaat sebanyak 23.584 siswa, sekitar 22.713 siswa yang sudah mendapatkan manfaat dari PIP. Dan setidaknya masih ada dana PIP sebesar Rp.575.000.000 bagi 871 siswa SMK diberbagai sekolah di Garut yang belum mendapatkan manfaat dari PIP SMK di tahun 2017 tersebut.

Dana PIP yang lebih besar yang belum tersalurkan terdapat pada anggaran APBN di tahun 2018 yakni; untuk tingkat SMK dari jumlah Siswa/i penerima manfaat sebanyak 25.393 siswa, sekitar 20.223 siswa yang sudah mendapatkan manfaat dari PIP. Setidaknya ada nominal rupiah APBN tahun 2018 PIP SMK yang mengendap di Bank BNI Garut sebesar Rp3.698.000.000, bagi 5.170 siswa yang berada di berbagai sekolah tingkat SMK yang berhak mendapatkan dana PIP namun hingga saat ini tidak menerimanya.

Kemudian pada tingka SMA dana APBN PIP 2018; dari jumlah siswa penerima manfaat sebanyak 19.421 siswa, sekitar 15.311 siswa yang sudah mendapatkan manfaat dari PIP. Setidaknya ada nominal rupiah APBN tahun 2018 yang mengendap di Bank BNI Garut Rp3.245.000.000 bagi 4.110 siswa yang berada di berbagai sekolah tingkat SMK yang berhak mendapatkan dana PIP namun tidak menerimanya.

Dengan demikian uang APBN yang berada pada Program Indonesia Pintar (PIP) yang mengendap di Bank BNI Cabang Garut pada tahun 2017-2018 adalah Rp8.040.500.000 dengan jumlah keseluruhan siswa yang sampai saat ini belum menerima manfaat PIP sebanyak 10.807 siswa, padahal para siswa siswi tersebut sudah tercantun dalam SK penerima manfaat PIP dengan data By Name By Adress (BNBA) serta lengkap dengan nomor virtual account di SK penerima PIP tersebut.

Seharusnya dana APBN 2017-2018 untuk Program Indonesia Pintar (PIP) sudah harus terserap seluruhnya, karena dalam Anggaran Dana APBN tidak adanya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Dan ini dapat diduga telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang APBN 2016, 2017 dan 2018. Hal yang sangat mendasar yang sangat penting ialah bagaimana dana bantuan bagi para Siswa/i di sekolah yang sudah jelas berada dalam kategori miskin dan memerlukan bantuan tersebut tidak dapat menerima manfaat, sementara itu hak pendidikan dan pembiayaan pendidikan bagi siswa miskin adalah bagian dari hak yang mendasar di Negara yang kita cintai ini.

Kepala KCD Wilayah XI Kabupaten Garut, Lilis Rosita saat dikonfirmasi melalui sambung WhatsAp, Jumat (14/06/2019) tidak dapat dihubungi.(Ridwan Arif)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *