Menuju Pilkada Garut Katanya Golkar Pecah Kongsi

LogikaNews.Com (LNC) –¬†Menjelang hajat demokrasi di Kabupaten Garut tahun 2018 mendatang nampaknya akan membuat urat nadi semakin kencang, darah mendidih, isi kepala menjadi panas. Pasalnya, dari jutaan warga Garut memiliki calon atau kandidat yang dianggap baik oleh pribadinya masing-masing.
 Namun demikian, bagi sejumlah orang yang ada di tubuh partai Politik akan dibatasi oleh ketentuan partai. Walaupun dalam proses demokrasi dikenal dengan azas bebas, umum dan rahasia, tetapi apabila suatu partai sudah memutuskan untuk menentukan calon, maka seluruh kader harus tunduk terhadap keputusan tersebut. Tentunya, keputusan itu disepakati melalui rapat dan musyawarah.
TIGA SERANGKAI: Tiga A. Ade Ginanjar (tengah), Agus Ridwan alias Agus Joy (Kanan) dan Agus Indra (kiri) nampak selalu kompak. Tiga serangkai ini merupakan politisi senior di Partai Golkar Kabupaten Garut. (Foto:ist)

Di Kabupaten Garut ada hal yang cukup unik di internal Partai Golkar. Sejumlah kader sudah menyebarkan calon-calon pilihan yang berbeda-beda, sehingga memunculkan pandangan bahwa di internal Partai Golkar telah terjadi pecah kongsi. Salah satu contoh, di beberapa media luar ruang dan media sosial Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar sudah disandingkan dengan Rudy Gunawan.

Sementara kader yang lain malah menyandingkannya dengan Dedi Hasan Bahtiar dan Helmi Budiman serta kandidat lain. Perbedaan pilihan di internal partai tersebut memunculkan pandangan kader Golkar sudah terkotak-kotak.

Tetapi hal itu dibantah oleh tim panitia Pilkada Partai Golkar Kabupaten Garut, Agus Ridwan alias Agus Joy. Wakil Ketua DPD di partai berlogo pohon beringin ini mengatakan, kader di internal Golkar sangat rukun dan solid.
“Di internal partai kami tidak ada perpecahan atau terkotak-kotak. Banyaknya berita dan foto di sejumlah baligho dan gambar di media sosial tentang pak Ade Ginanjar bersanding dengan beberapa calon yang lain merupakan dinamika saja,” ungkapnya.
Politisi senior ini menambahkan, kader Golkar sangat memahami tentang mekanisme. Dan, salah satu yang dipahami adalah keputusan partai terkait pencalonan Ade Ginanjar harus diputuskan usai survei, yakni di bulan Oktober 2017 nanti.
“Kalau hasil surveinya bagus, pak Ade Ginanjar akan didorong menjadi calon bupati. Kalau tidak memungkinkan sesuai survei, maka bisa dicalonkan sebagai wakil bupati dan bahkan sudah pernah saya sampaikan ke media, kalau hasil surveinya tidak baik, maka Partai Golkar hanya bisa menjadi partai pengusung untuk calon dari ekaternal partai,” kata Agus Joy.
Partai Golkar, sebut Agus, tidak asal-asalan menentukan pilihan dan menetapkan sesuatu. Semua keputusan akan disampaikan setelah dilakukan Rapat Pimpinan Daerah (rapimda) Partai Golkar. “Apapun yang akan disampaikan ke publik nanti, akan dilakukan setelah hasil survey keluar dan Rapimda. Saat ini kami berharap dan optimis pak Ade Ginanjar bisa maju sebagai Calon Bupati Garut. Namun untuk calon pasangan atau pendampinya sama sekali belum ada keputusan,” ujarnya.
Agus mengatakan, semua calon adalah kader-kader terbaik di Kabupaten Garut dan mereka bisa saja menjadi pendamping Ketua DPD Partai Golkar di Pilkada serentak. “Segala kemungkinan bisa terjadi, banyak peluang bagi pihak-pihak lain untuk berdampingan dengan Pak Ade Ginanjar maju di Pilkada tahun 2018 mendatang,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *