Nama Baik Garut dan Partai Gerindra Tengah Diterjang Badai

LOGIKANEWS.COM – Kegagalan pembangunan di Kabupaten Garut tidak terlepas dari peranan kepemimpinan Bupati Garut, H Rudy Gunawan. Karena Rudy Gunawan merupakan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), maka nama baik Partai Gerindra pun terbawa-bawa.

Kadispora Kabupaten Garut, Kuswendi saat menjalani persidangan kasus pembangunan Bumi Perkemahan (buper) di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Garut beberapa bulan lalu. (FT: Asep Ahmad)

Kegagalan Bupati Garut sebagai kader Partai Gerindra dibuktikan dengan sejumlah program pembangunan yang menjadi temuan pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Beberapa program pembangunan di bawah kepemimpinan Rudy Gunawan diantaranya pembangunan gedung PKL I dan II, pembangunan Gedung Sport Hall dan pembangunan Gedung Art Center.

Selain itu, dugaan berbagai pelanggaran dan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan APH juga terjadi pada pembangunan Pasar Samarang, Pasar Wanaraja, Pasar Leles, pembangunan Bumi Perkemahan (buper), kekurangan volume Puluhan paket pekerjaan di berbagai dinas, pembuatan roda yang diperuntukan PKL, korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan dan korupsi di RSU Pameungpeuk serta sejumlah prilaku amoral yang dilakukan oknum ASN sebagai bawahan bupati.

PANJANG: Hidung Bupati Garut, H Rudy Gunawan diedit sehingga nampak panjang seperti tokoh cerita Pinokio, yang ketika berbohong hidungnya akan memanjang. Bupati Garut belum menyampaikan apa-apa terkait editan terhadap wajahnya tersebut. (FT; Asep Ahmad)

Selain kegagalan pada aspek pembangunan yang menggunakan anggaran negara, juga terjadi pada prilaku sejumlah oknum PNS yang berprilaku amoral. Kejadian yang memalukan diantaranya dengan ditemukannya salah satu oknum PNS membawa perempuan yang sudah beristri ke salah satu Hotel di Cipanas. Ironisnya, perempuan tersebut merupakan istri salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Garut juga. Bahkan, suami perempuan dan oknum pejabat yang membawa perempuan ke hotel ini merupakan teman dekat.

Setelah kasus itu berlalu, Garut dihebohkan oleh salah satu CPNS yang diduga kuat melakukan perbuatan zina dengan PSK. Namun oknum CPNS ini malah diangkat menjadi PNS serta memiliki jabatan yang cukup strategis. Selanjutnya, Rudy Gunawan sebagai orang pertama di pemerintahan Kabupaten Garut dihebohkan oleh statemen Agus Solihin yang menyatakan Rudy Gunawan sebagai tukang judi, sekaligus melaporkan Rudy Gunawan ke Polda Jabar.

Agus Solihin alias Agus Odenk yang terang-terangan menyebut Bupati Garut, H Rudy Gunawan sebagai tukang judi. Agus Odenk juga akan membuka kasus dugaan bantuan rutilahu yang tidak jelas dan merugikan nama baiknya. (FT: Asep Ahmad)

Nampaknya, prilaku bejat para oknum pejabat ini diikuti oleh sejumlah oknum masyarakat. Bahkan, ada peristiwa yang menghebohkan serta merusak nama baik Garut di kancah nasional. Peristiwa tersebut berupa video perbuatan zina yang dilakukan salah seorang warga Garut, warga Kecamatan Tarogong Kidul, satu kecamatan dengan lokasi Kantor DPRD dan kantor Pemkab Garut.

Oknum masyarakat tersebut bernama Vina dengan beberapa orang pria yang bukan muhrim. Bahkan pelaku pria yang terdapat dalam video perzinahan tersebut divonis menjangkit penyakit berbahaya dan menular, sampai akhirnya pria tersebut meninggal dunia. Begitulah fenomena Kabupaten Garut dibawah kepemimpinan Rudy Gunawan dan Helmi Budiman.

Pembangunan Gedung Art Center tahap awal menjadi masalah dan temuan BPK RI sebesar miliaran rupiah berupa dana keterlambatan dan jaminan yang belum dicairkan. (FT: Asep Ahmad)

Tidak sampai disitu saja. Baru-baru ini Garut dihebohkan oleh berita oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerindra yang diduga meminta dicarikan wanita cantik untuk dijadikan pacar dengan alasan sebagai penyemangat kerja. Hal itu mengemuka setelah percakapan oknum Anggota DPRD dengan perempuan bersuami viral di sejumlah media. Suami dari perempuan yang diminta untuk mencari kekasih oleh oknum DPRD tersebut berang dan menggelar jumpa pers serta membeberkan prilaku oknum anggota DPRD ini.

BERMASALAH: Di masa kepemimpinan Rudy – Helmi banyak pembangunan di Kabupaten Garut yang berjalan, namun juga menyisakan masalah diantaranya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan setiap tahun, ada milyaran rupiah anggaran yang wajib dikembalikan ke kas negara. Namun ternyata, kewajiban pengambalian ini tidak berjalan kurang maksimal, sehingga masih banyak uang rakyat yang mengendap di luar kas negara. (FT: Asep Ahmad)

Atas kasus ini, Bupati Garut, H Rudy Gunawan sekaligus sebagai Dewan Pembina DPP Partai Gerindra mendukung salah satu oknum DPRD tersebut untuk melakukan proses hukum, dengan membawa kasus ini ke institusi kepolisian dan dewan pers, dengan tudingan pencemaran nama baik oknum DPRD tersebut dari Partai Gerindra tersebut. Atas kasus ini, kedua pejabat yang sama-sama duduk sebagai kader Partai Gerindra ini menjadi cemoohan warga.

“Seharusnya Anggota DPRD itu memberikan contoh dan tauladan yang baik. Bukan malah meminta dicarikan kekasih melalui istri orang. Ironisnya lagi, Bupati Garut sebagai bupati dan pembina bukannya memberikan pencerahan kepada oknum kader Gerindra tersebut. Tetapi ini malah mendukung oknum DPRD tersebut membuat laporan ke kepolisian dan dewan pers,” ujar salah satu aktivis yang terus konsisten mengkritisi kebijakan Pemkab Garut, Rahmat Rawink Rantik.

Rawink Rantik (pelontos) bersama PKL di Jalan Ahmad Yani menuntut Pemkab Garut bekerja secara profesional dan menuntut pertanggungjawaban pembangunan Gedung PKL I dan II yang diakui bupati sebagai kegagalan. (FT: Asep Ahmad)

Menurut Rawink, marwah Kabupaten Garut dalam bahaya apabila sejumlah pejabat terus melakukan hal-hal yang tidak mendidik. Seharusnya sebagai publik figur harus senantiasa menjaga cara bicara, sikap dan prilaku yang baik, sehingga menjadi tauladan bagi masyarakat. “Rudy Gunawan seharusnya introspeksi. Bukan hanya terus mengakui kegagalan pembangunan Garut, tetapi harus lebih mawas diri dan profesional,” ujarnya.

Bupati seharusnya lebih fokus bekerja dan memperhatikan masyarakat Garut. Jangan sampai bawahannya ada lagi yang dipenjara seperti Sumantri dan pejabat lainnya di Disdik Garut karena terjerat kasus tindak Pidana Korupsi (tipikor). Jangan ada lagi pejabat yang menjadi tersangka atas tuduhan pelanggaran lingkungan serta kasus-kasus lainnya yang mencoreng nama baik Garut.

Kuasa hukum Korban bencana banjir bandang Garut, Risman Nuryadi SH saat melakukan auden dan meminta Pemkab dengan benar dan serius menangani permasalahan korban banjir bandang yang terjadi tahun 2016 lalu. (FT: Asep Ahmad)

“Bupati Garut harus fokus dan profesional bekerja. Jangan sampai anak buahnya satu persatu masuk penjara. Jangan sampai pedagang kecil seperti PKL tidak merasa nyaman berjualan dan jangan sampai proyek-proyek besar tidak bermanfaat seperti halnya gedung PKL I dan II, Sport Hall, Art Center, Buper, Pasar Samarang, Pasar Leles, dugaan kasus pajak dan cap basah palsu dan lainnya,” tandas Rawink Rantik.

Artinya, sambung Rawink, apabila kader-kader Partai Gerindra seperti itu, maka akan menjadi badai yang bisa memporakporandakan nama baik Garut dan juga nama baik partai. Sehingga, kepada Bupati Garut dan oknum Partai Gerindra yang terus mencari kekasih, padahal sudah punya istri untuk memperbaiki kinerja dan sikap yang layaknya sebagai publik figur. “Ini masukan dan kritikan saya sebagai warga masyarakat Garut, yang peduli dengan nama baik dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Garut kedepan,” pungkasnya. (Asep Ahmad)

Massa aksi dari Ormas Bergerak menuntut transparansi soal anggaran PIP di Kabupaten Garut yang diduga merugikan siswa sekolah, terutama dari kalangan kurang mampu. (FT: Asep Ahmad)

  

 

 

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *