Nasib Warga Tak Semegah Gedung Desa, Program PKH dan BPNT Dipertanyakan

Ibu Iya, salah satu warga yang mengharapkan PKH dan program BPNT. (FT:Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM – Ibu Iya (60) dan Amat (60) merupakan salah satu pasangan suami istri yang usinya tidak lagi muda. Warga Kp Cireungit RT 02 RW 01, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut inipun kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Garut.

Selama ini, keluarga tersebut mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti Kartu Sehat, beras raskin atau program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) serta jenis bantuan apapun tidak pernah mereka peroleh. Padahal Iya sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah, namun sampai saat ini bantuan belum jua datang.

Ketika ditanyakan alasan pemerintah tidak memberinya bantuan, Iya pun mengaku tidak tahu. Setiap harinya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya Iya harus bekerja banting tulang. Ia bekerja keras dengan membantu orang lain ke sawah. Sementara itu, sang suami yang dicintainya sudah 10 tahun ini menderita sakit tidak melihat (buta). Dengan telaten Iya membantu suaminya dengan penuh cinta kasih.

Adapun bantuan yang ia peroleh merupakan perhatian warga dan kerabatnya. Iya dan suaminya tidak memiliki anak. Sebagai warga Garut yang tergolong kurang mampu, adapun rumah yang ia tempati merupakan peninggalan dari mertuanya.

Sebagai warga kurang mampu, Iya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti bantuan raskin, PKH dan lainnya. Sampai saat ini Iya harus bertahan hidup dengan suami tercintanya dengan alakadarnya.

Ditempat yang sama, Ketua RT 01 RW 02, Johan Juhana (40) kepada wartawan mengaku selama ini pihak RT dan pihak desa sudah mengajukan ke pemerintah Kabupaten Garut untuk mendapatkan bantuan BPNT dan PKH, hanya saja sampai saat ini Iya dan beberapa orang jompo yang ada didaerahnya masih belum masuk pada pendataan sebagai warga yang harus menerima bantuan.

Ketua RT, Johan Juhana. (FT:Asep Ahmad)

Sebagai bentuk tanggung jawab RT dan pihak desa, selama ini Iya dan suaminya mendpatkan jatah raskin dari penerima lainnya. Itu merupakan kebijakan desa dan dia selaku RT. “Sebagai bentuk kebijakan dari Pak Kades, dari semua penerima raskin itu kita pisahkan untuk warga yang membutuhkan, tetapi tidak terdata. Lima orang jompo yang diajukan pihak desa tidak kunjung masuk pada data penerima PKH dan BPNT. Sampai saat ini tidak bisa dilakukan perubahan data, mungkin kedepannya baru bisa,” kata Johan.

Sementara itu, Kepala Desa Kersamenak, Indra Gunawan saat dikunjungi wartawan, Rabu (24/04/2019) sedang tidak ada di kantornya. Hanya saja, Sekdes Kersamenak Agus mengaku data PKH ada dipihak pendamping. Sedangkan data penerima BPNT ada di salah satu kaur nya. Hanya saja, orang yang bersangkutan sedang mengikuti proses rapat pleno penghitungan suara Pilpres, Pileg dan DPD. “Untuk data PKH ada di pendamping,” paparnya.

Fakta-fakta ini tidak sejalan dengan pengakuan Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita yang dilansir media kompas.com 01 Februari 2019 lalu. Saat itu Agus Gumiwang mengatakan, terdapat empat faktor penyebab Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berhasil menurunkan angka kemiskinan.

“Pertama PKH dan BPNT memberikan bantuan tepat sasaran karena berdasarkan basis data terpadu yang secara berkala diperbaharui atau update berkoordinasi dengan berbagai daerah,” kata Mensos saat memberikan sambutan di acara penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Asramah Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jumat (1/2/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *