Oknum PNS dan Honorer yang Terlibat Dugaan Penipuan CPNS Garut Tahun 2014 Terancam Dipecat

LOGIKANEWS.COM – Dugaan penipuan yang dilakukan sejumlah oknum pegawai negara di lingkungan Pemkab Garut sudah menjadi pembahasan penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Bahkan baru-baru ini sejumlah instansi sudah melakukan proses sidang MP3D dan memberikan ancaman kepada oknum-oknum terkait berupa hukuman tegas, yakni menghilangkan jabatan dan pencabutan status PNS. Namun demikian, para oknum ini masih diberikan kesempatan dengan melakukan pengembalian sejumlah uang kepada para korban dengan waktu Dua bulan.

PEMERSATU BANGSA: Salah satu Pasal 10 di UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN. Di pasal 10 disebutkan ASn berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa, namun faktanya banyak juga oknum yang merugikan warga negara. (FT: Asep Ahmad)

“Bagi oknum-oknum pegawai negara yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penipuan CPNS K2 Tahun 2014 tentu akan menjalani proses MP3D. Bila terbukti bersalah akan diberikan sangsi tegas,” imbuh Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), Muchlis kepada LogikaNews.Com, pekan ini di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Drs H Wachyudijaya kepada LogikaNews.Com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan), Kamis (12/04/2018) di ruang kerjanya mengatakan, sebagai salah satu bagian dari MP3D pihaknya mengikuti proses MP3D terkait dugaan penipuan CPNS K2 Tahun 2014.

Pekan ini sudah memasuki tahap kedua proses MP3D (Majlis Pertimbangan Penegakan Pelanggaran Disiplin) terkait disiplin aparatur salah satu oknum PNS. “Kemarin saya mengikuti MP3D. Untuk para oknum akan diberikan sangsi. Pertama dihilangkan jabatan dengan konsekswensi meraka memiliki kesanggupan mengganti kerugian. Kedua, setelah diberikan waktu selama Dua bulan namun tidak melakukan perbaikan, maka akan diberhentikan dari PNS nya,” paparnya.

Menurut Wachyudijaya, awalnya dia pribadi berasumsi bahwa yang terjadi terhadap oknum PNS hanya sebatas kedisiplinan saja, namun demikian setelah banyak orang yang bertanya terkait prilaku oknum PNS yang melakukan perbuatan tidak baik. “Saya pun terus berkomunikasi dengan BKD,” katanya.

Sebagai salah satu bagian dari MP3D, Wachyudijaya meminta bagian Pembinaan di BKD kabupaten Garut untuk membuat surat yang ditujukan kepada semua SKPD untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap para PNS. “Kedisiplinan SKPD terhadap PNS ini harus tegas. Ini korelasinya dengan kinerja, konsekwensi logisnya SKPD harus tegas dalam memberikan TKD. Selama ini masih ada PNS yang jarang bekerja, tetapi uang tetap diambil,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu pihak yang diduga terlibat dalam skema penipuan CPNS K2 Tahun 2014 di Kabupaten Garut, A mengaku persoalan ini berawal dari laporan E kepada Polres Garut yang melaporkan U. Kemudian U menyebut nama DS dan T.

“Memang benar salah satu PNS yang dipanggil Polres Garut merupakan pihak yang mengenalkan E kepada U. Kemudian U menyebut nama DS dan T. Saya juga korban kang. Sebaiknya akang temuin UM sebagai pengacara BI alias S. Karena nama-nama yang disebutkan dari saya, HR, T dan DS akan bermuara ke DD dan BI. Semua satu rangkaian, saya juga sama diiming-imingi. Selama ini saya  menjadi media komunikasi dari semua pihak yang disebutkan tadi. Sementara ini yang berkaitan dengan T juga nanti lewat pengacara BI yakni UM,” papar A dengan gamlang.

Sementara itu, UM yang disebut-sebut pengacara UM tidak membalas pesan yang disampaikan media melalui handphonenya. Saat ditelfon melalui telfon, Jumat (13/04/2018) pukul 13:26 WIB hapenya tidak aktif. (Asep Ahmad/Bersambung).

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *