Oknum PNS Pelaku KKN dan Gratifikasi Disebut Lebih Hina Dari Binatang

0 187

LOGIKANEWS.COM – Dugaan sejumlah oknum pegawai negara yang terkena operasi tim Sapu Bersih dan Pungutan Liar (Saber Pungli) hari Selasa, 08 Mei 2018 mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Garut dan sejumlah elit politik di Kabupaten Garut.

Sekretaris BKD Kabupaten Garut, Mukhlis saat memberi keterangan kepada media terkait informasi dugaan penangkapan Tiga pegawai BKD dan Bidan di lingkungan Pemkab Garut. (Ft: Asep Ahmad)

 

Kalau benar informasi penangkapan oknum pegawai negara oleh Saber Pungli Polda Jabar sesuai dengan pemberitaan yang beredar di sejumlah media, maka para oknum pegawai negara tersebut layak disebut sebagai sampah masyarakat dan lebih hina dari binatang.

“Baguslah, sampah masyarakat. Yang namanya pelaku KKN dan penerima sogokan itu kalau disamakan dengan binatang yang suka ada di tempat sampah, maka itu lebih mulia dari binatang pemakan sampah,” ujar Ketua PAC PDI-P Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Edi Suherman setelah mengetahui ada dugaan penangkapan sejumlah PNS yang bekerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) oleh Saber Pungli, Polda Jabar.

Sementara warga Garut lainnya, yang berkomentar lewat Whats App LogikNews.Com seakan mempertanyakan yang terkena operasi Saber Pungli hanya pejabat di tingkat middle. Sementara pejabat besarnya belum ada yang tertangkap. “Kenapa ya, yang tertangkap itu tingkat middle saja,” ujar salah satu tokoh aktivis berinisial Ch disertai caption tersenyum.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa tim Saber Pungli Polda Jabar telah mengamankan Tiga oknum Pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Garut, yang berlangsung hari Selasa, 08 Mei 2018.

Selain itu, ada Dua bidan yang diduga ikut diciduk serta diamankan Tim Saber Pungli Polda Jabar. Namun demikian, pihak BKD Garut belum bisa memastikan apakah peristiwa yang menghebohkan itu termasuk dalam kategori OTT atau bukan.

“Informasi detailnya saya juga kurang tahu. Mungkin beberapa hari kedepan kami bisa menginformasikan kejelasan dari peristiwa ini. Karena kami juga belum mendapat informasi apa-apa dari pihak kepolisian,” imbuh Sekretaris BKD Kabupaten Garut, Mukhlis di ruang kerjanya, Selasa (08/04/2018). (Asep Ahmad)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.