OTT di Garut Kembali Terjadi, Lima PNS Diboyong Saber Pungli Polda Jabar

0 913
Kantor BKD Kabupaten Garut.

LOGIKANEWS.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) diduga kembali terjadi di lingkungan Pemkab Garut. Kali ini sejumlah oknum PNS yang bertugas di BKD dan di lingkungan kesehatan diduga menjadi pelaku. Mereka pun diboyong Saber Pungli Polda Jabar.

Sekretaris Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Mukhlis kepada LogikaNews.Com membenarkan hal itu. Namun menurutnya, pihak BKD sampai saat ini tidak mengetahui kronologis kejadian secara detail.

Namun demikian, dirinya mengakui bahwa ada petugas Saber Pungli dari Polda Jabar yang mendatangi BKD dengan membawa surat tugas dan membawa salah satu pegawai BKD atas nama RD sebagai salah satu Kepala Bidang (Kabid) di BKD.

“Menurut pak Kepala Dinas BKD (Burdan Ali Junjunan,red) bahwa ada petugas dari Polda Jabar yang membawa surat tugas dan membawa RD,” ujar Mukhlis, di ruang kerjanya, Jalan Pahlawan No 47, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (08/04/2018).

Menurut Mukhlis, dirinya secara pasti belum mengetahui secara jelas apa yang terjadi terhadap anak buahnya. “Saya tidak melihat langsung karena saat itu lagi rapat. Namun menurut pegawai yang lain, yakni saudari WL mengatakan kepada saya bahwa sehari sebelumnya ada bidan yang menyimpan uang di ruang RD. Setelah itu juga, WL disuruh ke Tarogong Kaler, namun setelah itu kontaknya tidak bisa dihubungi,” jelasnya.

Sebagai lembaga yang membidangi kepegawaian pemerintah, Mukhlis mengaku sudah melakukan pembinaan, diantaranya dengan membuat larangan kepada semua pegawai agar tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum.

“Bentuk pembinaan yang kami lakukan yakni dengan membuat pernyataan bahwa semua pegawai tidak pernah diarahkan BKD dan BKD tidak pernah mengarahkan untuk memungut uang apapun. Hal itu kami lakukan, karena sebulan sebelumnya ada informasi di salah satu radio bahwa ada pungutan kepada sejumlah bidan. Saya pun sering menyampaikan hal itu di acara apel,” terangnya.

Mukhlis menambahkan, untuk informasi lebih jelasnya, pihak BKD menunggu kabar selanjutnya. “Mungkin beberapa hari kedepan kami baru bisa menyampaikan kejadian yang lebih detail. Apakah ini bisa termasuk dalam OTT atau apa,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada Lima oknum pegawai Pemkab Garut yang bekerja di di BKD Garut dengan inisial RD, BS, RW dan beberapa bidan dengan inisial LI dan IK. Mereka pun telah dibawa oleh petugas kepolisian dari Polda Jabar dengan bukti sejumlah uang sebanyak puluhan juta rupiah. (Asep Ahmad).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.