P4SG dan Intan BDC Garut Gelar Pelatihan

LOGIKANEWS.COM – Sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Cipta Karya Nomor: 40/SE/DC/2016 tentang pedoman umum program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Intan BDC (Business Development Center) Garut, melalui kegiatan penguatan vocational KSM dengan melaksanakan pelatihan aneka keripik, kue dan roti, pelatihan aneka kerajinan kulit, kerupuk dan olahan makanan berbahan ikan selama kurang lebih delapan hari, tepatnya dari tanggal 06 sampai 14 Desember 2019.

Untuk mewujudkan pengembangan kualitas para pelaku usaha, Intan BDC Kabupaten Garut menggandeng dua provider yang memiliki kemampuan sesuai ahlinya, yang memiliki instruktur dan lembaga yang mengkoordinir dengan bidangnya masing-masing.

“Ini alasan kami memilih dua provider untuk pengembangan kualitas para pelaku usaha di Kabupaten Garut. P4SG dan Holistik Intsitute sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan dalam rangka mengembangkan kualitas para pelaku usaha.  Pelatihan keterampilan kemampuan produksi vocational kerajinan dan penyamakan kulit kami menggandeng provider P4SG dan pelatihan aneka keripik, kue dan roti kami menggandeng Holistik Institute,” ujar Manager Intan BDC Garut, Yanto.

Menurut Yanto, dua provider yang terpilih memiliki kemampuan yang sesuai kriteria. P4SG sendiri menggandeng LPK CMI. “Sebelum menetapkan dua provider dari tiga provider yang mengajukan kerjasama, kami mengadakan seleksi internal terlebih dahulu. Penilaian yang dilakukan terdiri dari kesekretariatan, legalitas dan keberadaan alat. Kedua provider ini memiliki kompotensi dan lebih mengenal kebutuhan materi yang dibutuhkan oleh para KSM,” ujar Yanto, di lokasi pelatihan penyamakan kulit, jalan Gagak Lumayung, Sukaregang Kabupaten Garut.

INTERNASIONAL: Ketua P4SG, Deni Saputra membeberkan pengalamannya ketika bermitra dengan pelanggan dari Eropa dan Afrika yang sangat detil memperhatian kualitas sebuah produk. Untuk itu, ia mengajak semua KSM agar banyak belajar dan mencari wawasan tentang pembuatan sekaligus penjualan Jaket kulit ke pasar internasional. (FT: sinta)

Ketua P4SG (Paguyuban Pemuda Pengrajin Penyamakan Peduli Sukaregang), Deni Saputra mengatakan, para KSM merupakan calon-calon pengusaha sukses di masa datang. Untuk mewujudkan itu, P4SG memberikan pelatihan penyamakan kulit, kerajinan jaket kulit, sarung tangan dan alas kaki.

“Alasan saya mengarahkan pada pelatihan-pelatihan tersebut, karena KSM ini memiliki keinginan kuat dan wawasan, namun lemah dalam teori. Sementara sebuah produk itu bisa dikenang atau disukai oleh pembeli itu ada tiga hal. Pertama produknya bagus, kedua harus awet dan ketiga harga kompetitif. Disaat era globalisasi, tanpa produk yang bagus, awet dan harga kompetitif kita sulit bersaing,” papar Deni.

Salah satu kegiatan pelatihan yang digelar Intan BDC dan P4SG yang rekan Youtube MajalahLogikaDigital. (Ft: sinta)

Sementara itu, sambung Deni, apabila dilihat company profil para KSM dan Intan BDC ada nilai lebih. Melalui kelembagaan ini ada program yang baik untuk mewujudkan produk yang berkualitas dengan target pasar yang jelas.

“Melalui program Intan BDC saya merasa tertarik untuk membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera dan memiliki kreatitifas sebagai wujud kepedulian saya  terhadap masyarakat. Para KSM ini merupakan calon-calon pengusaha sukses dimasa depan,” ujar Deni dengan nada optimis.

Para KSM yang menjadi peserta, sambung Deni, datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut sesuai dengan program Kotaku. Mereka merupakan pelaku usaha yang sering datang ke Sukaregang. Mereka ikut ke BDC karena produknya bagus.

“Selama ini, produk yang mereka buat sudah laku dijual, terlebih lagi bila kualitas produknya ditingkatkan menjadi lebih baik setingkat produk kelas international. Maka tentu akan lebih siap bersaing dan mendapatkan pelanggan lebih banyak,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, owner dari perusahaan Jaket NuDenim ini sedikit berbagi pengalaman. Dikatakannya, untuk tingkat pasar internasional, sebuah produk tidak hanya dilihat dari bahannya saja, namun spesifikasinya harus sesuai dengan mutu dan kualitas.

“Jahitan demi jahitan menjadi penilaian penting. Jenis bahan, benang, jarum, diameter lubang jahitan serta spek lain dari jahitan itu sangat detil. Maka itu juga yang saya terapkan kepada para KSM. Pengetahuan dan pengalaman saya sendiri sebagai praktisi memiliki pengalaman bisnis bahwa permintaan orang Eropa, Afrika dan Asia itu sangat detil,” ujarnya.

Menurut Deni, ada tamu dari Eropa yang datang langsung ke Sukaregang dan meminta produk dengan quantitas yang sangat banyak, namun para KSM tidak bisa memenuhi permintaan itu. “Mereka bisa menjahit, tetapi secara kualitas mereka tidak memiliki kemampuan, nah itu menjadi jomplang. Para KSM ini ingin dua sisi itu berjalan berbarengan, karena harus seimbang,” katanya.

Deni menjelaskan, suatu produk kualitasnya bagus dan quantitasnya juga harus terjaga. Dirinya melihat KSM tidak bisa melakukan itu karena ada trik yang salah. “Kenapa pengusaha kecil gak bisa, ternyata karena triknya salah. Seharusnya dari awal itu semua harus berjalan secara seirama,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Deni Saputra memberikan tips cara kerja yang baik. Kepada para KSM ia menegaskan, cara kerja yang baik itu diawali dari sketsa. Namun sketsa Pettren itu bagaimana. Selain itu, harus diketahui juga munculnya Pettren itu dari mana, keinginan desain dari buyer seperti apa.

“Apabila Sketsanya sudah oke, baru kita aplikasikan ke Pettren. Dan kalau kedua spek itu sudah approve, baru kita bahas ke bahan material kulit  dan bahan pembantu lainnya. Seperti Zepper berapa cm dan ukuran Zeppernya berapa mm.  Lalu kita melangkah ke size, sesudah itu baru ke bahan. Bahan yang akan digunakan itu harus seperti apa,” jelasnya.

Apabila sudah ada kesepakatan baru melangkah ke quantity, lalu dilanjutkan pada persoalan test order. “Itu juga yang saya sampaikan kepada peserta pelatihan. Intinya semua harus direncanakan dengan baik dan tidak asal-asalan. Jangan asal buat, jangan asal menjual. Barang harus bagus, kualitas harus terjaga, sehingga ketika permintaannya banyak produk bisa tersedia,” pungkasnya. (sinta)

 

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *