Pentingnya Memahami Aturan Tentang Gas Bersubsidi 3 Kg

PENULIS: N.I Nurlaela Kabiro Jakarta

0 20

LOGIKANEWS.COM – Ketidakpastian tentang keseragaman harga gas bersubsidi untuk warga miskin selama beberapa tahun, masih terus berlanjut sampai saat ini. Lagi-lagi alasan subsidi untuk warga miskin, tetapi faktanya banyak pihak selain yang hak menikmati dari keberadaan gas melon 3 kilo gram yang katanya untuk warga miskin.

Realita sistem atau kebiasaan di lapangan ternyata masih banyak pihak yang mementingkan dirinya sendiri, lain aturan lain kenyataan. Tidak sedikit oknum menutup keserakahan atau penyalahgunaan wewenang dari tugas pokok fungsi guna meraup untung dengan berbagai alasan. Yang kaya makin kaya, yang miskin belum tentu berkembang jika tidak ada keberanian untuk berusaha lebih baik.

TUTP MATA: haruskah pihak Pemerintah maupun para pengusaha tutup mata dengan kesulitan yang dialami warga masyarakat. Nampak dalam gambar, sejumlah ibu rumah tangga meninggalkan rumahnya demi mendapatkan gas 3 Kg. (FT: Lela)

Pernahkah ada yang berfikir, karena tidak jelas berapa harga dan dimana untuk dapat membeli gas hijau 3 kg saat berlangsungnya proses memasak bagi warga miskin yang kehabisan gas dari tabung hijau satu satu-satunya yang dimiliki?. Terkadang harus ke berbagai warung untuk menanyakan keberadaan gas dan berapa harganya? Bisa didapat bisa tidak. Bagus kalau dapat, meskipun harga mahal yang penting masakan matang. Dari pada busuk karena tidak punya kulkas untuk menyimpan, agar pantas dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu jika cukup lama sebelum mendapatkan gas.

Andai gas tidak tepat waktu didapat dengan berbagai upaya, masakan terbuang karena tidak layak lagi. Hal seperti itu dialami warga miskin.

Purwakarta salah satu Kabupaten di Jawa – Barat yang termasuk sebagai Kabupaten yang penjualan gas bersubsidi di pangkalan dan pengecer atau warung-warung dengan yang bervariatif.

Masih ada pangkalan nakal yang berani menjual diatas harga yang telah ditentukan Pemerintah. Sehingga penjualan di warung-warung lebih mahal lagi. Namun apa daya, banyak warga miskin harus menerima kenyataan ketidakpastian dampak dari sistem atau kelalaian Pemerintah yang tidak tegas atau lalai dalam hal penyaluran gas subsidi.

Rencana beberapa pihak yang sempat menyampaikan ingin membahasnya dengan Ombudsman hanya sebatas masih wacana. Pemerintah, Hiswana Migas, LPKSM, Para Pengusaha, Pertamina dan pihak-pihak terkait lainnya bisakah duduk bersama mencari solusi terbaik dari fungsi subsidi gas tersebut. Jangan hanya alasan demi warga miskin. Demi kejujuran moral bersama, sepertinya itu lebih baik. Ayo sampaikan ide brilian masing-masing, tidak perlu kikuk atau ragu oleh mereka pemangku kekuasaan atau siapapun mereka dengan berbagai kelebihan masing-masing.

Ingat mereka juga punya kelemahan sama seperti manusia pada umumnya. Komunikasi, koordinasi, kemauan dan upaya kuat serta niat murni tulus untuk kebaikan bersama kita pasti bisa lebih sejahtera menenangkan batin karena cinta peduli sesama yang sama-sama punya hak untuk bahagia.

Saat ini, di era yang serba maju dan modern, memasak dengan gas lebih mudah menikmati lezatnya masakan yang kita butuhkan bersama dalam keseharian kita. Namun, bisakah lebih merata gas bersubsidi dengan harga pas? bagaimana mempersempit korupsi dan permudah mendapatkan gas subsidi bagi warga miskin.

Terkait dengan Gas bersubsidi 3 Kg harus kita pahami tentang standard pangkalan, jarak pangkalan satu dengan yang lainnya. Selain itu, kita juga harus memahami bagaimana dengan kuota apabila kuota masih kurang. Bagaimana pelaksanaan penyaluran, seperti apa kinerja penentu kuota, lalu apa yang dilakukan pihak pengawas dan apa saja sangsi jika ada pelanggaran.

Kiranya kita semua harus mengetahui semua itu agar penyaluran gas bersubsidi bisa tepat sasaran. Dengan demikian, semua elemen masyarakat bisa merasakan program pemerintah sesuai dengan tujuan awal, yakni terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan hanya bisa gigit jari dan para oknum bisa tertawa diatas penderitaan rakyat. Mari wujudkan keadilan dengan bersama-sama memahami dan mengawasi setiap program yang digulirkan pemerintah, salah satunya tentang penyaluran gas bersubsidi 3 Kg. (***)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.