Perhutani Divre Jabar Banten dan FTIP Unpad Jajaki Inisiasi Pengembangan Green Economy

0 238
Kunjungan Ketua Apida Jabar Banten di Korwil Indramayu lokasi Kebun Mangga Perhutani BKPH Plosokerep, KPH Indramayu (Ft: Asep Ruslan)

LOGIKANEWS.COM – Ketua Apida Jabar Banten (Asosiasi Perlebahan Indonesia Daerah Jabar dan Banten) yang juga Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat Banten

Ir. Andi Purwadi, MM, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad Dr.  Mahani (Dosen & Pakar lebah) dan Dr. Bambang Nurhadi, M.Sc (Kepala Pusat Studi Pengembangan Teknologi Pertanian), Ir. Asep Ruslan (Kabid Kerjasama & Komunikasi Apida) dan pengurus Apida lainnya, melakukan kunjungan kerja ke Korwil Bandung Utara dan Korwil Indramayu, Selasa (27/11/2018).
Lokasi kunjungan Korwil Bandung Utara adalah milik swasta dekat Curug Pelangi yaitu Flower Market – Grace Rose Farm Cisarua Lembang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara. Tujuannya orientasi kelayakan ternak budidaya dan pembibitan lebah Tetragonula biroi.
Kunjungan berikutnya di Korwil Indramayu, wilayah Perum Perhutani KPH Indramayu di BKPH Plosokerep.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka  menjajaki Inisiasi Pengembangan Green Economy di Kebun Mangga BKPH  Plosokerep KPH Indramayu kerjasama Apida Jabar, Perhutani Divre Jabar Banten dan FTIP Unpad.
Kepada Logikanews (Group majalah Logika & majalah Intan) Ketua Apida Jabar Banten Andi Purwadi menjelaskan, pemilihan lokasi Perhutani KPH Indramayu dipilih sebagai kunjungan kerja Tim nya dikarenakan wilayah hutan yang dikelola KPH Indramayu cukup luas dan memiliki potensi sumber pakan lebah pohon mangga yang tinggi.
“Selain memiliki potensi sumber pakan lebah yang tinggi yaitu perkebunan mangga, kami juga ingin mengajak masyarakat dalam pola kemitraan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya lebah Tetragonula biroi,” kata Andi.
“Perhutani akan menyediakan sarana kelengkapan yang diperlukan terkait budidaya lebah Tetragonula biroi dan masyarakat sekitar kawasan hutan yang mengerjakannya. Hasil madunya nanti dibeli oleh Perhutani,” penjelasan Andi.
Dari FTIP Unpad Dr. Mahani menilai bahwa lokasi kebun di BKPH Plosokerep cukup ideal untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat budidaya dan pembibitan lebah Tetragonula biroi.
 “Potensi sumber resin dan nektarnya melimpah sehingga produksi propolis dan madunya sangat tinggi,” sambung Dr. Mahani kepada Logikanews.
Sementara itu Dr. Bambang Nurhadi M.Sc menyatakan kesiapan FTIP Unpad untuk mendukung dari sisi penerapan teknologi agar hasil   panen lebah dan kebun mangga di Plosokerep dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang lebih bernilai ekonomi seperti madu powder, soluble bee pollen, propolis cair dan propolis powder. (Asep Ruslan)
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.