Pinjaman Dana KUR Diduga Dimanfaatkan Oknum APKLI

LOGIKANEWS.COM – Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah layanan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah melalui perbankan kepada UMKMK atau koperasi yang feasible tapi belum bankable. Feasible sendiri maksudnya adalah usaha tersebut memiliki kelayakan, potensi, prospek bisnis yang baik, dan mempunyai kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.

Dengan adanya kebijakan terbaru dari pemerintah, maka masyarakat bukan tidak mungkin bisa mendapatkan kredit maksimal Rp.25 juta tanpa jaminan. Namun miris, dalam tahap proses pencairan pinjaman dana KUR dimanfaatkan oleh oknum yang mengaku dirinya mengatasnamakan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI). Terbukti, dengan adanya pemotongan sebesar lebih dari Rp5 Juta per orang, dari pencairan uang pinjaman dana KUR pihak nasabah oleh oknum tersebut. Hal itu, sangat bertentangan dengan undang-undang perbankan tentang perkreditan.

Menurut keterangan dari pihak nasabah KUR yang namanya enggan disebutkan mengungkapkan, pencairan dana KUR dilakukan di Bank Artha Graha Cabang Kota Cirebon, setelah itu dirinya diajak ke dalam mobil oknum yang berinisial UCK bersama istrinya, didalam mobil itulah UCK dan istrinya memotong uang pencairan dana KUR yang dia terima dari Bank Artha Graha, tanpa memberikan kejelasan apapun.

“Bahkan, kami tidak diberikan buku tabungan yang seharusnya menjadi bukti untuk pegangan kami. Yang lebih membingungkan lagi, kami tidak tahu nantinya harus membayar angsuran kemana, yang ada kami hanya diberikan tabel angsurannya saja,” cetusnya.

Ditempat berbeda, berdasarkan penelusuran Logikanews kepada salah satu seorang nasabah yang enggan namanya disebutkan juga mengatakan, setelah ia menerima uang pencairan dana KUR sebesar Rp15 Juta, itu langsung dipotong angsuran selama 6 bulan oleh pihak Bank Artha Graha cabang Cirebon juga. Lalu, sisa uang pencairan yang telah dipotong angsuran selama 6 bulan, itu dipotong lagi oleh oknum berinisial UCK sebesar lebih dari Rp5 Juta tanpa kejelasan apapun, bahkan itu dilakukannya disaat dirinya keluar dari bank.

“Hingga saat ini yang kami herankan, dalam potongan pencairan yang begitu besar tidak dijelaskan potongan itu untuk apa. Yang lebih mengherankannya lagi, ada warga yang tidak memiliki usaha tapi bisa diberikan pinjaman dana KUR, itu kan tidak masuk akal,” selorohnya.

Dalam ketentuan pidana dijelaskan, setiap orang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan mengaku atau memakai nama usaha mikro kecil dan menengah sehingga mendapatkan kemudahan untuk memperoleh dana, tempat usaha, bidang dan kegiatan usaha atau pengadaan barang dan jasa untuk pemerintah yang diperuntukkan bagi usaha mikro kecil dan menengah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp.10.000.000.000. Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Bank Artha Graha Cabang Cirebon. (Janoka Maulana/E.J Nawawi/Ucup)

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *