Program Amazing Pemkab Garut, Jujun Juansyah N: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Membuka Akses, Meningkatkan IPM dan Membuka Keterisoliran

LOGIKANEWS.COM – Kepemimpinan H Rudy Gunawan SH MH MP dan dr H Helmi Budiman memiliki program Amazing. Walaupun sampai saat ini program tersebut masih menjadi pro dan kontra di sebagian kalangan, namun program ini tetap berjalan. Sejumlah pembangunan jalan dan jembatan terus dilaksanakan secara bertahap. Bahkan, dimasa kepemimpinan Rudy-Helmi sejumlah bangunan baru, rehab dan pengadaan lahan pun dilakukan. Ini artinya, Pemkab mengeluarkan angka yang sangat tinggi dalam pengadaan aset.

Dari sebagian pengadaan aset ini terjadi pro dan kontra. Pasalnya, dari keseluruhan program pembangunan yang telah berjalan, masih dianggap terdapat berbagai kekurangan dan berbagai persoalan.

Tentu hal ini bukan hal yang tabu. Pro dan kontra menjadi bumbu dalam setiap aktifitas di lingkungan manapun. Dalam artikel kali ini, Majalah Logika akan mencoba menggali upaya salah satu SKPD di Kabupaten Garut, yakni Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mewujudkan Program Amazing tersebut.

Media inipun menghubungi Sekretaris Dinas PUPR, Jujun Juansyah N melalui sambungan telfonnya, Kamis (6/12/2018) dan langsung menyampaikan pertanyaan terkait program Amazing yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR. Seketika itu, Jujun Juansyah mempersilahkan media ini untuk datang ke kantornya, pada pagi hari pukul 07.45 WIB di ruang kerjanya.

Pukul 07.58 WIB Tim Media memasuki gerbang belakang Dinas PUPR, nampak Kepala Dinas PUPR, Uu Saepudin terlihat menggunakan pakaian olahraga, disertai beberapa orang stafnya sedang berjalan kaki. Tepat pukul 08.01 Majalah Logika sudah berada di Front Office Dinas Bina Marga.

Sesat kemudian, nampak Jujun Juansyah memasuki pintu Front Office. Dengan kemeja batik warna birunya itu, Jujun Juansyah langsung menyalami wartawan dan mempersilahkan masuk ke ruang kerjanya. “Hei, mangga kang,” dengan mimik tersenyum, Jujun mengajak wartawan masuk ke ruang kerjanya.
Setelah sedikit membuka obrolan, media inipun langsung pada inti persoalan yakni menanyakan perihal tugas, peranan dan langkah Dinas PUPR mewujudkan Program Amazing di Kabupaten Garut. Berikut petikan wawancara Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Logika, Asep Ahmad dengan Sekretaris Dinas PUPR, Jujun Juansyah N di ruang kerjanya, Jumat (7/12/2018).

Apa yang dimaksud dengan program Amazing ?

Program Amazing adalah kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak menyeluruh, terintegrasi dari awal sampai akhir. Dimana program sebelumnya sifatnya lebih parsial, sekarang lebih kewilayahan terintgerasi secara menyeluruh, walaupun dilaksanakan secara bertahap. Diantaranya pembangunan Jalan Baru. Selain untuk mengurai kemacetan, juga pembukaan pengembangan wilayah dalam rangka peningkatan ekonomi.
Selain pembangunan jalan baru, kami pun melaksanakan pembangunan Jalan Lingkar Cipanas, Bypas, Kadungora Leles dan Cangkuang Leles.

Berapa KM target jalan
yang akan dibangun..?

Dari Total RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Tahun 2014-2019 sepanjang 63.5 KM yang harus dibebaskan, sampai tahun 2018 ini baru sepanjang 27.6 KM.

Dari total pembangunan
jalan sepanjang 27,6 KM bagaimana kondisinya..?

Kalau dilihat dari fungsionalnya, baru jalan yang dari arah Cikro-Cangkuang Leles baru fungsional. Namun itupun belum memberikan kenyamanan dan keamanan yang optimal. Sementara pembangunan jalan lainnya insyallah akan dilaksanakan secara bertahap. Jalan Bypas ada jembatan 180 meter yang memang belum dilakukan sampai tahun 2019, kemungkinan sampai tahun 2020.
Jalan Cangkuang-Leles saat ini sudah fungsional walaupun tingkat kenyamananya dan keamanannya belum maksimal, karena penerangannya belum maksimal.
Insyallah tahun 2019 itu bisa fungsional mendekati optimal artinya keamanan dan kenyaman sudah mendekati hampir 90 persen. PJU sudah dipasang dan rencana tahun 2019 jalan sudah terpenetrasi, namun belum dihotmix karena memang tidak bisa sekaligus.

Secara aturan pun memang tidak bisa dibuat langsung, namun harus melalui proses dan tahapan. Karena kita harus melihat kontruksi tanahnya, sehingga dalam waktu satu atau dua tahun konturnya sudah stabil. Jalan Bypas, sampai 2018 belum fungsional, karena ada jembatan sepanjang 150 meter belum kita rencanakan 2019.

Jembatan yang dibalik bendungan copong. Kapan bisa fungsional apakah tahun 2020 atau 2021 kami belum bisa memastikan. Tergantung dari kondisi keuangan. Karena “PR” kami bukan itu saja, masih banyak yang harus dikerjakan diantaranya pemantapan jalan.

Ada juga beberapa pembangunan lain yakni jalan-jalan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat, yang selama ini sudah ditunggu namun belum dilaksanakan kontruksi dan perbaikan. Tahun 2017 dan 2018 sudah dilakukan, maka tahun 2018 insyallah akan optimal, contohnya Jalan Danau Patrol. Sepanjang 9 KM. Tahun 2017 sudah dikerjakan sepanjang tiga KM dan tahun 2018 baru 1.7 KM dan tahun 2019 mendatang sepanjang sembilan KM yakni sampai ujung perbatasan dan kelar.

Jalan Limbangan-Lingga Mukti yang berbatasan dengan Sumedang itu juga hampir 70 persen beres. Artinya dari target panjang yang nyambung dengan perbatasan. Limbangan-Sela Awi, tinggal tiga KM dari panjang total 13 KM, Limbangan-Lewi Goong 8 KM, menjadi satu prioritas dalam rangka menyongsong adanya Jalan Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya).

Bagaimana dengan jalan-jalan di Garut Selatan..

Untuk daerah selatan banyak ruas jalan yang namanya jalan penghubung antar kecamatan dan lintas poros desa untuk mempercepat akses. Contoh yang tahun 2019 baru mau DED (Detail Engineering Design) kan, tetapi itu masuk pada RPJMD 2019-2024 adalah poros-porois desa yang dihubungkan dari Pangrumasan, Cisangkal, Cihurip, langsung ke Kondang Jaya Cisompet.

Yang sudah kita survey dan kita akomodir dan sudah kita rencanakan di tahun 2019 khususnya yang akan kita DED kan agar di RPJMD kita sudah siap. Ya mungkin kita juga sudah bertahap, karena saat ini RPJMD masih belum berjalan, kita terus mengolah dan menerima masukan terkait jalan poros desa yang bisa mempercepat akses. Sehingga bukan hanya berbicara soal akses, namun membuka keterisoliran juga.

Dan tentunya, akan meningkatkan IMP juga. Keterkaitan indeks jual beli, kesehatan dan pendidikan. Karena itu juga jalan menjadi syarat utama. Pada saat indeks naik infrastruktur sudah mendukung.

Lalu, apakah ada kendala selama pelaksanaan di lapangan..

Berbicara masalah kendala saat ini dilakukan secara bertahap. Kendala utama lebih pada pembebasan lahan. Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa jalan ini untuk kepentingan umum. Namun Alhamdulillah semua masalah bisa diselesaikan dengan baik. Karena kita memiliki formula diantaranya konsinyasi di pengadilan. Uang disimpan di pengadilan, lalu ketika ada masyarakat yang tidak setuju bisa menggugat. Tapi Alhmadulillah ada beberapa konsinyasi menerima hasil sidang.
Artinya, kendala yang kami temui tidak terlalu signifikan.

Apa saja yang
dilakukan Dinas PUPR agar semua berjalan sesuai program..

Selain ada program konsinyasi, tentu kami melakukan sosialiasi dan langkah lain sejak Amdal, sehingga masyarakat sudah tahu dengan tahapan mekanisme pengadaan tanah. Secara tidak langsung kami sudah melakukan sosialiasi. Ada juga meknisme konsultasi publik menjadi tahapan pengadaan tanah, ditambah lagi dilakukan pengukuran. Semua tahapan dilaksanakan agar kita tidak mendapai masalah di kemudian hari.

Untuk sampai tahun 2018 dari total RPJMD 2014-2019 sepanjang 63.5 KM, baru 27.6 KM yang sudah dibebaskan, walaupaun sampai saat ini ada yang belum dibayarkan diantaranya tanah carik desa. Kenapa belum dibayarkan, uangnya sudah ada di dalam DPA, tetapi prosenya harus meminta ijin dari Gubernur Jawa Barat dan cukup pelik meknismenya. Namun kami terus lakukan, dan kemarin tanggal 5 Desember 2018 kita ke Gubernur menyampaikan berkas pergantian tanah carik desa yang harus diketahui oleh Gubernur. Mekanisme harus berjalan terkait sisa pembayaran.

Apakah
Dinas PUPR punya langkah lain selain itu..

Trik yang dilakukan Dinas PUPR agar semua berjalan lancar diantaranya koordinasi dan komunikasi. Itu hal yang sangat penting. Apabila kedua hal ini tidak dilakukan, maka akan terjadi miss komunikasi dan salah persepsi. Jadi yang kita lakukan yakni dengan melakukan evaluasi, membahas apa saja pekerjaan yang hasilnya belum optimal. Komunikasi dan koordinasi harus diintensifkan. Koordinasi antara Muspida dan Muspika serta desa dan tokoh masyarakat. Semua elemen ikut serta dilibatkan.

Kalau kita lihat, kontur di Garut Selatan menanjak dan berkelok, pola apa yang digunakan Dinas PUPR menyikapi kondisi seperti itu..

Pembangunan di Garut Selatan yang memiliki kontur berkelok dan menanjak, memang ada dua hal pertimbangan. Pertama, pertimbangan ekonomis atau yang penting dapat akses terbuka. Yang menjadi permasalahan, kalau berbicara masalah ekonomis, maka yang dibahas bagaimana caranya akses terbuka namun biyanya rendah.

Kedua, pertimbangan ideal. Kalau harus ideal, berarti bicara anggaran, ini dilematis. Karena kalau secara idealis, maka anggaran akan mencapai tiga kali lipat, sementara kami hanya membuka akses. Secara tekhnis, kalau membahas perencanaan, maka anggaran harus mengikuti perencanaan. Namun faktanya, pada saat perencanan yang penting bagaimana caranya pembukaan jalan ini bersifat ekonomis dan nyaman.

Nyaman pun dalam tanda petik. Semisal, kalau pengen ideal, maka tingkat kemiringan jalan harusnya 5 persen. Tetapi, ketika melihat anggaran yang tak memadai, maka kemiringannya dibuat 10 persen. Termasuk geomterik jalan. Lengkung jalan harus melengkung, circle atau kelak kelok. Pertimbangannya ini harus dipilih. Mana yang akan di ambil.

Apakah Dinas PUPR mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat..

Sampai saat ini Dinas PUPR mendapatkan pengaragaan yang bersifat respon positif dari pemerintah pusat. Bahkan penghargaan secara lisan langsung dari Presiden Jokowi. Pemerintah memberi apresiasi terhadap upaya Pemkab Garut, tetapi timbal baliknya sampai saat ini belum ada. Tetapi secara informal dan secara lisan, pak Menteri dan presiden memereikan apresiasi atas inovasi, termasuk pembuatan jalan-jalannya ini.

Selama ini Pemkab Garut sudah melakukan upaya dengan mengusulkan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan Banprop, tetapi mereka lebih banyak mengedepankan kemantapan, nilai-nilai peningkatan jalan. Pada akhirnya dikedepankan kemantapan jalan, peningkatan kapasitasnya.

Bagaimana caranya, agar seluruh masyarakat tahu program Amazing..
Untuk memberi tahu seluruh masyarakat di kabupaten Garut tentang program apa saja yang dilakukan Pemkab Garut yakni kerjasama dengan Diskominfo dan membuat baligho. Yang belum dilakukan dengan membuat majalah untuk dibagikan.

Diskominfo sekarang memiliki sistem update informasi terkait program pembangunan Pemkab Garut, sehingga semua elemen masyarakat bisa tahu apa saja yang akan dilaksanakan dan sudah dilaksanakan.

Malahan beberapa hari lalu Diskomino meminta data untuk disebar ke masyarakat dengan sistem Sidogar. Tetapi kita pun terus melakukan sosialisi kepada publik, terkait apa saja yang akan dilaksanakan Pemerintah. Semua terus dievalusi agar masyarakat tahu apa saja yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah.

Apa saja harapan pemerintah dari semua program yang sudah dan akan dilaksanakan..

Pertama, dari semua program yang dilaksanakan Pemkab Garut, Dinas PUPR memiliki target dan harapan yang besar. Diantaranya, dilihat secara tekhnis, apabila dilihat dari jumlah wilayah dan panjang jalan atau aksesibiltas kita masih jauh. Idealnya kita harus membangun jalan sebanyak 5 persen. Dari perbandingan jumlah jalan dengan luas wilayah. Saat ini masih diangka 0 koma sekian, sehingga masih jauh.

Kedua, aksesibiltas terus dilakukan, tetapi yang utama adalah pada saat ini dan kedepan semua masalah kita bisa diselesaikan. Seperti kemacetan, alternatif menyongsong Cigatas, akses pariwisata menjadi bahan pertimbangan, karena Garut sudah menjadi kota tujuan, bukan sekedar kota lintasan. Ujung-ujungnya kami ingin memberikan kenyamanana kepada pengguna jalan.

Ikon Jawa Barat adalah pariwisata, sehingga menjadi bahan pertimbangan dan prioritas guna meningkatkan daya kunjungan dan daya beli wisatawan. Intinya semua untuk pengembangan ekonomi. Dengan insfrastruktur yang lancar, maka peningkatan ekonomi yang menjadi acuan. Apapun tanpa infrastruktur yang baik, tidak akan menjadi optimal. Maka kita harus mengupayakan infrastruktur. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *