Sangsi Untuk Kabid SMP Disdik Garut Masih Abu-Abu

LOGIKANEWS.COM – Beberapa waktu lalu, jagat dunia pendidikan di Kabupaten Garut dihebohkan oleh peristiwa yang mengundang kontroversi. Kontroversi itu muncul akibat dugaan kelalaian pihak oknum Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, yang membuat soal USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) pada pelajaran Bahasa Indonesia tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni pertanyaan Nomor 9 terkait peristiwa pembakaran bendera oleh Banser di Limbangan beberapa waktu lalu.

SANGSI: Surat yang dikeluarkan Disdik Kabupaten Garut, terkait pengajuan sangsi kepada tiga pejabat di lingkungan Disdik terkait soal USBN SMP yang mengundang kontroversi.(ft: ist)

Akibat kontroversi tersebut, Banser sebagai kembaga yang dikenal kompak dan militan itu menggeruduk Disdik Garut, guna meminta pertanggungjawaban pihak Disdik Garut.

Setelah menerima audensi dari Banser, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,Totong SPd MSi menyatakan minta maaf kepada keluarga besar Banser. Bukan hanya Kadisdik Garut, Bupati Garut pun, Rudy Gunawan menyampaikan hal yang sama kepada keluarga besar Banser dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Garut, Rudy Gunawan pun naik pitam. Rudy Gunawan mengeluarkan kata-kata bodoh, yang dialamatkan kepada oknum guru yang telah membuat soal pada bidang pelajaran bahasa Indonesia untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Statemen Rudy Gunawan mendapat respon panas dari pihak SEGI (Serikat Guru Indonesia), Kabupaten Garut. SEGI meminta bupati untuk menarik ucapannya terkait kalimat guru bodoh. Namun Rudy Gunawan tak bergeming.

Mantan pengacara kondang itu, tetap pada pendiriannya dengan tidak menarik kata-katanya yang dianggap menyakitkan kalangan guru, kendatipun permintaan SEGI dirilis diberbagai media lokal, regional dan nasional.

Disisi lain, beredar surat yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong SPd MSi. Surat dengan Nomor 420/529/ -disdik, perihal pemberian sangsi tertulis tanggal 10 April 2019 dan ditujukan kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Dalam surat yang langsung ditandatangani Totong selaku Kadisdik tertulis, menindaklanjuti hasil dialog bersama GP Ansor di ruang Kadisdik Garut, 10 April 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bersama ini kami sampaikan usulan pemberian sangsi berupa pemberhentian dari jabatan kepada, Kabid SMP, Kasie SMP dan Tim Penyusun Soal US SMP.

Sampai saat ini surat tersebut belum menejelaskan hasilnya. Apakah ketiga pejabat di Disdik tersebut sudah mendapatkan sangsinya atau belum.

Sementara itu, Kabid SMP Disdik Garut, Cecep Firmansyah saat dimintai tanggapannya oleh media ini malah menyuruh media untuk melakukan konfirmasi kepada pembuat surat.

“Bukan sama saya, tetapi kepada pihak pembuat surat,” ujar Cecep ketika dihubungi melalui sambungan What’s App nya, Sabtu (04/04/2019).

Ketika ditanya tanggung jawabnya sebagai Kabid SMP di Disdik Garut terkait soal USBN SMP yang dianggap menyakiti perasaan Banser, Cecep tidak menanggapi pertanyaan wartawan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs Totong MSi saat dihubungi media melalui WA nya, Sabtu (04/04/2019) belum memberikan jawaban. “Maaf baru bisa membalas, saya sedang sakit,” katanya. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *