Sekolah Kopi Pertama di Indonesia Hanya Ada di Jawa Barat

0 94
SMKN PPN Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (FT: Ruslan)

LOGIKANEWS.COM – Masyarakat Jawa Barat harus berbangga, karena Jawa Barat hanya satu-satunya Provinsi di Indonesia yang telah memiliki Sekolah Kopi Pertama di Indonesia.

SMK Pertanian Pembangunan Negeri Tanjungsari Sumedang (SMK PPN) telah resmi ditunjuk pemerintah pusat sebagai sekolah percontohan pertama di Indonesia atau pilot project yang memiliki jurusan kopi.

Diresmikan langsung oleh Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian didampingi Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dan Erwan Setiawan Wakil Bupati Sumedang. Juga hadir Rektor Universitas Winaya Mukti (Unwim) Prof. Dr. Hj. Ai Komariah, di SMK PPN Tanjungsari, Sumedang, Senin (24/09/2018).

Penjelasan dari Menko Perekonomian, pilot project ini implementasi dari roadmap kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia tahun 2017-2025. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM melalui vokasi.

SMK PPN Tanjungsari yang berdiri sejak tahun 1914, dilihat oleh Menko Perekonomian, memiliki dasar dan kualitas dalam pengelolaan kopi sejak zaman Belanda.

“Ironis kalau Indonesia tidak punya sekolah kopi yang komprehensif dari hulu sampai hilir. Oleh sebab itu kami memberanikan diri dan atas izin Mendikbud untuk melakukan pilot project sekolah kopi di SMK PPN ini,” ujar Darmin.

“Industri kopi terbesar di dunia lahir di Indonesia tepatnya di Jawa Barat yaitu Kopi Gunung Malabar. Saat itu bibit kopi Malabar dibawa ke Belanda kemudian disebar di daratan Amerika Latin. Seharusnya industri kopi kita lebih berkembang dan maju dari mereka,” penjelasan Darmin.

Melalui pilot project ini, targetnya mulai awal tahun 2019 akan diperbanyak SMK yang memiliki jurusan kopi, minimal satu sekolah di setiap kota.

“Jadi ini adalah upaya kita mempersiapkan percontohan untuk diperbanyak di tahun depan. Anggaran sudah disiapkan di APBN untuk diterapkan di seluruh indonesia,” pungkas Darmin.

Kang Emil sapaan akrab Gubernur Jawa Barat juga sepakat, program keahlian di SMK harus relevan dengan perkembangan zaman saat ini.

“Saya setuju SMK harus relevan dengan ekonomi baru, sekarang lagi tren di seluruh dunia adalah ekonomi kopi,” kata Kang Emil.

“Masa Jabar tidak melahirkan lulusan-lulusan yang ahli tentang industri kopi? Jadi saya dukung dan akan masifkan di seluruh Jabar program ini,” lanjut kang Emil.

“Sejak tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan Jabar sebagai produsen kopi terbesar di dunia. Diantaranya dengan membagikan 10 juta benih kopi unggulan bersertifikat kepada petani. Mendistribusikan 1 juta pohon kopi kepada 61 kelompok tani di 6 Kabupaten. Di tahun 2015 dan 2016 telah disalurkan pula 4 juta benih kopi serta 5 juta benih di tahun 2017,” penjelasan kang Emil.

Harapan kang Emil, untuk 5 tahun kedepan akan didistribusikan lagi ke seluruh Jawa Barat sebanyak 23,5 juta kopi. “Lima tahun kedepan yaitu 2018-2023 direncanakan akan kembali mendistribusikan 23,5 juta kopi disebar ke seluruh Jabar,” harapan kang Emil. (Ruslan)

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.