Setelah Iman Alirahman Siapa yang Layak Jadi Bos Eselon II di Pemkab Garut

LOGIKANEWS.COM – Tahun 2018 menjelang Pilkada Garut, bulan Juni mendatang sejumlah elit dan elemen di lingkungan Pemkab Garut terus membicarakan tentang siapa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, setelah Uu Saepudin disebut-sebut habis masa jabatannya sebagai Plt Sekda Pemkab Garut.

SALINAN
PERATURAN PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 3 TAHUN 2018
TENTANG
PENJABAT SEKRETARIS
DAERAH .

Dalam konteks ini, sejumlah pihak membahas soal kualitas dan jejak rekam calon Sekda kedepan. Sekda terdahulu yakni Iman Alirahman disebut-sebut sebagai sosok yang tepat sebagai Sekda. Namun sosok ini rela melepaskan jabatan tertinggi di lingkungan PNS dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya karena terjun ke dunia politik dan menjadi calon bupati yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar).

Sejumlah nama pun bermunculan, selain Uu Saepudin, nama lain yang dianggap memiliki kualitas dan rekam jejak yang lebih baik dari Uu Saepudin ikut disebutkan. Sosok-sosok itu diantaranya, Kepala Inspektorat, Widiana, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda), Deni Suherlan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Burdan Ali Junjunan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Indriana Sumarto dan Kepala Dinas Perijinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT), Zat-zat Munajat.

“Jabatan Sekda merupakan posisi sangat strategis. Jabatan ini memiliki peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Sekda merupakan Bos dari semua SKPD. Semua pejabat berpangkat eselon II merupakan pejabat yang ada di bawahnya,” ujar salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Garut kepada LogikaNews.Com, beberapa waktu lalu saat membahas kinerja Eselon II Kabupaten Garut periode Iman Alirahman.

Di jaman Iman Alirahman, sambung sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, kondisi Pemkab Garut bisa disebut kondusif. Kejeniusan Iman Alirahman mampu membuat langkah-langkah strategis sehingga kinerja Pemkab Garut bisa berjalan dengan baik. “Pak Iman adalah sosok yang tepat menjadi Sekda, memiliki pengalaman panjang dan jejak rekam di birokrasi sangat baik,” ujar sumber.

Terpisah, salah satu warga masyarakat Garut, Ihsan Syafaat mengatakan, Iman Alirahman dikenal tegas, pintar, jenius dan mudah akrab dengan siapapun tidak terkecuali dengan masyarakat dan pengusaha. Walaupun beliau selalu jadi korban issue sara, tetapi beliau tetap sabar. Padahal dirinya adalah muslim yang taat.

“Pak Iman Alirahman orangnya familiar, tidak ribet dan tidak haus pujian. Dia adalah sosok hebat. Hal ini berbeda dengan Uu Saepudin yang menjabat Plt Sekda. Pak Uu memiliki rekam jejak sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Untuk lebih jelas bisa dilihat di berita media Tempo,” papar Ihsan.

Untuk itu, jejak rekam pejabat inipun harus menjadi refrensi dalam mengukur kualitas dan moralitas seorang Bos di birokrat. “Yang menjadi Sekda harus seorang yang hebat, jujur, tegas, bersih dan tentunya memiliki wibawa di mata rekan-rekannya. Dan tentunya, sosok Sekda harus memiliki keberpihakan kepada rakyat. Sehingga sebagai bawahan bupati dia mampu memberikan pandangan yang baik bagi kepala daerahnya,” papar Ihsan.

Ihsan berharap, Pemerintah bisa mengangkat pejabat sebagai Sekda Kabupaten Garut yang memiliki kualitas dan wibawa, sehingga Pemkab Garut bisa menjadi daerah yang maju dan sejahtera. “Jangan pilih Sekda yang suka main proyek, yang memiliki rekam jejak yang buruk dan tentunya harus Sekda yang bisa melayani dan memiliki konsentrasi yang baik dalam membantu kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Ketika disinggung tentang proyek, Ihsan tidak menyebut nama-nama pejabat yang suka main proyek. Menurutnya, penilaian tentang hal itu sebaiknya lebih baik masyarakat yang memberi penilaian. “Saya kira masyarakat juga banyak yang tahu, siapa pejabat yang suka bermain di wilayah proyek. Sehingga pejabat ini memiliki kekayaan melebihi dari penghasilannya sebagai PNS,” pungkasnya. (Asep Ahmad).

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela. Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *