SIDANG PERDANA DUGAAN PASAL TIPIKOR KADES TEGALPANJANG MULAI MASUKI PERSIDANGAN

LOGIKANEWS.COM – AG salah satu oknum Kepala Desa Tegal Panjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut yang resmi menjalani status tahanan Kejaksaan Negeri Garut, dengan menyandang status tersangka tertanggal 6 Maret 2019 yang lalu, kini mulai memasuki persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Garut, (06/05/2019).

Dalam dakwaannya Jaksa menerapkan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Neneng dari Kejaksaan Negeri Garut tersebut menjelaskan, kasus ini bermula pada saat Desa Tegalpanjang menerima Dana Desa (DD) senilai Rp644,5 juta lebih, yang terdiri dari dana bantuan keuangan pemerintah pusat dan dana bantuan keuangan Provinsi Tahun Anggaran (TA) 2016 untuk infrastruktur pedesaan.

Dikatakan Neneng, terdakwa selaku Kepala Desa Tegalpanjang dalam pelaksanaan penggunaan Dana Desa tidak berpedoman pada APB Desa 2016 dan Perubahan APB Desa Tegal Panjang.

“Selain itu, terdakwa juga tidak melibatkan unsur desa dan tidak pernah mengadakan rapat-rapat mengenai penggunaan dana desa maupun penggunaan dana infrastruktur pedesaan,” katanya.

Jaksa juga memaparkan bahwa, terdakwa AG justru malah menggunakan anggaran dana desa tidak sesuai dengan apa yang disusun dalam Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Desa Tegalpanjang dan perubahannya.

Sehingga, sambung Neneng perbuatan terdakwa AG selaku kepala desa tidak berpedoman pada prinsip pengelolaan keuangan desa yang berdasarkan transparansi, akuntabel dan partisipatif. Karena perbuatannya, setiap penggunaan uang oleh terdakwa selalu ada selisih lebih dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Berdasarkan audit Inspektorat Daerah Pemkab Garut, terdapat kerugian negara dalam penggunaan bantuan keuangan desa untuk infrastruktur pedesaan yakni sebesar Rp.141,483,583. Selisih tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh sang kepala desa dan nilai tersebut jadi dasar kerugian negara,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Syam Yousef S.H, M.H selaku penasihat hukum terdakwa memberikan tanggapannya. Ketika diwawancarai media logikanewa.com menyatakan, perbuatan yang dilakukan oleh AG hanya karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman terhadap bagaimana cara adminstrasi pengelolaan keuangan desa.

“Selain masih merupakan program yang baru, juga karena anggaran Dana Desa (DD), turun disertai dengan peraturan tata cara penggunaan dan pertanggung jawaban DD yang belum sempurna,” katanya.

Agenda sidang akan kembali digelar pada hari Rabu 15 Mei 2019 nanti. (Arif)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *