Sungai Cikendi Kembali Meluap Pelayanan Pemerintah Garut Sangat Mengecewakan

LOGIKANEWS.COM – Tepat pukul sekitar pukul 22.30 WIB, hari Kamis (14/02/2019) Warga RW 23, 20 dan sekitarnya dikagetkan oleh luapan air sungai Cikendi yang terbentang di sekitar Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut.
Mereka terpaksa mengurungkan niatnya untuk istirahat karena kaget dengan air yang masuk ke halaman rumah mereka secara mendadak. Banjir yang sering datang tanpa diduga itu membuat masyarakat harus siap-siap waspada menghadapi luapan air yang dikhawatirkan akan terus membesar.
“Air sudah masuk ke beberapa rumah warga, kami pun sudah siap-siap untuk membantu para korban banjir. Mudah-mudahan hujannya segera berhenti, agar airnya tidak terus membesar,” ujar Dudu Durahman alias Kang Oah warga Kp Lebak Sari, RT 001 RW 023, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Tokoh pemuda yang aktif di Masjid Ar-Rusidy ini mengaku tengah istirahat, namun tiba-tiba ada telfon dari warga yang rumahnya sudah kebanjiran. “Saya cepat-cepat menuju rumah warga, takutnya air terus membesar dan merusak perabotan seisi rumah,” ujarnya.
Sementara, warga yang lain, Ridho mengatakan, banjir di Sungai Cikendi bukan kali pertama terjadi. Setiap kali hujan datang warga seringkali was-was dan harus waspada menghadapi banjir. “Bahkan Tiga tahun lalu, lebih dari dua kli banjir. Maka, diawal tahun 2019 ini ketika musim hujan datang, kami harus siap-siap dan waspada lagi,” ujarnya.
Ketua RW 20, Ayi Muhtar kepada Logikanews.com mengaku kecewa terhadap Pemkab Garut menanggulangi banjir di Sungai Cikendi. “Kang tolong peristiwa banjir ini dimasukan ke media. Kemana saja pihak pemerintah, setiap kali hujan seringkali banjir,” ujarnya singkat, sambil kembali memeriksa kondisi warganya.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak Aparat Penegak Hukum (APH) harus turun ke lapangan dan memerika pekerjaan yang berkaitan dengan sungai Cikendi. Tahun lalu, ketika banjir terus terjadi, Pemkab melakukan pekerjaan pengerukan sungai dan pengerjaan gorong-gorong saluran air.

“Tolong kepada aparat kepolisian untuk memeriksa hasil pekerjaan yang berkaitan dengan sungai Cikendi. Setai tahun selalu banjir, padahal banyak pekerjaan yang didanai negara tetapi hasilnya tidak memuaskan. Saya menduga banyak maling yang memanfaatkan anggaran tersebut,” kata warga dengan nada kesal.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran wartawan Logikanews.com, Pemkab Garut melalui Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Tahun Anggaran 2015 mengalokasikan anggaran untuk pengerukan Sungai Cikendi sebesar Rp 75.010.000. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak instansi terkait.

Salah seorang pedagang Cuanky, Ade kepada media ini mengatakan, banjir terjadi juga di Kp Sisir. Banyak rumah warga yang sibuk mengurus rumahnya karena air menjalar kedalam rumah warga. “Di Kampung Sisir juga hujan kang. Warga sibuk karena air sudah memasuki rumah,” katanya.

Sementara itu, Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Garut, Dadi Djakaria tidak berkomentar banyak saat diberitahu bawa air dari sungai Cikendi meluap. “Terima kasih kang,” katanya. (Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *