Terbukti Merusak Lingkungan, Adik Artis Diki Chandra Divonis Satu Tahun dan Denda Rp 25 Juta

SIPP: Nama Dwiki Candra tertera di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Garut. Dwiki Candra divonis Satu Tahun Pidana dan percobaan 10 bulan dengan denda Rp 25 Juta. (Fpto: Asep Ahmad)

LOGIKANEWS.COM – Kejahatan dengan perbuatan melakukan perusakan lingkungan di Kabupaten Garut selama ini terdengar begitu kencang, terutama di sekitar Gunung Guntur. Di wilayah ini banyak pihak menuding sejumlah oknum pengusaha dan oknum pejabat dengan sengaja melakukan perusakan dengan modus bisnis pertambangan.

Bahkan, operandi di wilayah ini disebut-sebut dilakukan di muka umum alias terang-terangan. Namun demikian, proses penegakan hukum sepertinya tidak berkutik. Dugaan bentuk kejahatan di tempat ini juga disebutkan berbagai narasumber LogikaNews.Com bukan hanya perusakan lingkungan dengan melakukan pertambangan illegal, namun ada modus lain yakni dengan melakukan perambahan kayu dari dahan-dahan pohon Kaliandra diatas tanah negara dan pungutan liar alias pungli.

Yang lebih mengherankan lagi, berbagai narasumber menduga telah terjadi perambahan tata batas kawasan konservasi, pembangunan yang melanggar tata ruang serta pengambilan matrial pasir dan batu illegal. Akibatnya diduga ada asset negara yang dirugikan.

Sebelumnya, salah satu sumber LogikaNews.Com (Grup Majalah Logika dan Majalah Intan) yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, dirinya pernah mendengar ada Dua kasus dugaan perusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan di Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, tepatnya di sekitar Gunung Guntur.

“Katanya dua kasus ini terkait Empat kasus sebagai sample kasus kerusakan lingkungan di Indonesia. Proses hukum pengrusakan ini katanya langsung perintah dari Presiden RI yakni Joko Widodo. Dua kasus di Kabupaten Garut dan dua kasus lagi di daerah lainnya. Pihak-pihak yang telah dipanggil Polda Jabar terkait perusakan lingkungan di Kabupaten Garut  adalah DC dan AE. DC merupakan adik kandung Diki Chandra mantan Wakil Bupati Garut sekaligus artis ibukota yang menikah dengan anak salah seorang mantan pengusaha tambang di sekitar Gunung Guntur Agus Odong. Sedangkan AE adalah anak pengusaha pertambangan di Gunung Gunung Guntur,” kata sumber.

Sumber menambahkan, dugaan perusakan lingkungan terjadi di wilayah Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Kasus tersebut juga sudah ditangani pihak Kepolisian Polda Jabar, namun sampai bulan Maret 2018 kelanjutan kasus tersebut tidak lagi terdengar. Bahkan selama proses persidangan tidak ada media yang mengikuti perkembangannya. “Katanya sih kedua kasus itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Garut oleh Polda Jabar. Tapi saya juga ketinggalan informasi. Sebaiknya wartawan mengecek langsung ke Polda Jabar dan PN Garut,” papar sumber.

Sementara, berdasarkan keterangan dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Garut, pihak PN Garut hanya menerima pelimpahan dugaan kasus perusakan lingkungan dari Polda Jabar hanya satu kasus. atas nama Dwiki Chandra Bin Cecep M Nur. Berdasarkan hasil proses persidangan terdakwa terbukti telah melakukan kerusakan lingkungan akibat kegiatan Pertambangan (Mineral, Batu Bara), Minyak dan Gas Bumi. Akibatnya kasus tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Garut, dengan Nomor Surat Pelimpahan (NSP) PDM, 132/Grt/Euh.2/11/2017, dengan Tanggal Surat Pelimpahan (TSP) Senin, 18 Desember 2017 dengan Nomor Perkara 72/Pid.B/LH/2017/PN Garut.

Dalam dakwaan Dwiki Candra disebutkan bahwa perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai Pasal 158 Undang-Undang RI N0.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Penuntut Umum pada kasus ini ditangani oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Garut, Cucu Susilawati, SH.

Proses persidangan Dwiki Candra di PN Garut ini dilakukan sekitar hampir Tiga Bulan. Dwiki menjalani persidangan pertama pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2017, satu minggu kemudian yakni hari Rabu tanggal 3 Januari 2018 untuk pemeriksaan ahli, hari Rabu 10 dan 17 Januari pemeriksaan ahli. Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 24 Januari pemeriksaan terdakwa, Rabu tanggal 31 Januari tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum), Rabu 7 Februari pembacaan tuntutan JPU.

Seminggu kemudian, Hari Rabu tanggal 21 Februari pembacaan tuntutan JPU, Rabu 28 Februari tuntutan JPU, Rabu 07 Maret 2018 Untuk tuntutan, Rabu 14 Maret 2018 tuntutan JPU dan di hari terkahir tepatnya hari Rabu 21 Maret 2018 pada pukul 13:40 sampai dengan selesai pembacaan putusan.

Menurut Kepaniteraan Pidana, PN Garut, Ade Suherman SH MH didampingi salah satu hakim PN Garut, kasus yang didakwakan kepada Dwiki Candra merupakan pelimpahan dari Polda Jabar. Setelah menjalani proses persidangan Dwiki Candra divonis Satu Tahun Pidana dengan percobaan 10 bulan dan denda Rp 25 Juta. “Apabila dalam waktu 10 bulan tersebut terdakwa melakukan tindakan pidana, maka yang bersangkutan akan menjalani hukum tahanan selama Satu Tahun. Saat ini statusnya sebagai tahanan luar,” papar Ade Suherman, Jumat (23/03/2018).

Sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan terkait status hubungan antara Dwiki Candra dan artis sekaligus mantan Wakil Bupati Garut, Diki Candra. Sementara pihak yang disebut-sebut sebagai kakak ipar Dwiki Candra yakni Serli Besi saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu kasus yang menimpa Dwiki Candra. “Kurang tahu tentang hal itu kang,” ujar Serli Besi saat ditanya tentang vonis pengadilan terhadap Dwiki Candra, Jumat (23/03/2018). (Bersambung/Asep Ahmad)   

 

 

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *