TWA Papandayan Eksotisme Wisata Alam Garut yang Mendunia

Manager Pengelola TWA Gunung Papandayan, Dedi Sitepu. (FT: Ridwan Arif)

LOGIKANEWS.COM – Garut merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat. Luaasan wilayah Kabupaten Garut ini adalah 3.065,19 kilometer persegi. Sebagian besar wilayah Kabupaten Garut adalah pegunungan. Sangatlah tepat jika dalam Rencana Daerah Tataruang (RDTR) Kabupaten Garut adalah sebagai daerah konservasi. Kabupaten Garut berperan penting didalam pengendalian keseimbangan lingkungan yang berbatasan dengan Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat.

Dengan kondisi geografi Kabupaten Garut tersebut, maka sangatlah tepat jika pemerintahan Kabupaten Garut, melalui Bupati dan Wakilnya menetapkan Kabupaten Garut menjadi tujuan wisata, terutama wisata alamnya.

Di Kabupaten Garut sangat banyak potensi wisata alam yang belum terekspose, ada juga wisata alam yang masih memerlukan pengembangan agar menambah daya tarik para wisatawan yang akan mengunjungi objek-objek wisata tersebut. Namun dari sekian banyak objek wisata alam di Garut, pasti masyarakat pecinta wisata alam, baik lokal, nasional bahkan masyarakat wisata internasional telah lama mengenal Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan.

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, berada di Kecamatan Cisurupan. Jarak tempuh dari kota kabupaten menuju TWA Gunung Papandayan ini sejauh 40 Km, dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Dalam perjalanan menuju TWA Gunung Papandayan, para travellers tersebut akan disuguhi pemandangan khas alam pedesaan di kiri dan kanan jalan.

Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2.622 Mdpl. Ketinggian ini membuatnya menjadi tempat yang cocok untuk pendakian, baik bagi pemula maupun bagi kepentingan penelitian dan edukasi. Rute dari pos pendaftaran hingga ke tempat perkemahan pun cukup singkat, namun dalam rute yang cukup singkat tersebut para pendaki akan disuguhi pemandangan alam “surga” anugerah Tuhan yang diberikan kepada Kabupaten Garut.

Selain menjadi salah satu “surganya” para pendaki, TWA Papandayan juga sangat ramah bagi wisata keluarga dan kerap dijadikan tempat gathering bagi keluarga, instansi pemerintahan, karyawan para perusahaan, baik daerah sekitar Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), bahkan dari luar pulau Jawa.

Mengenal lebih dalam TWA Gunung Papandayan , di kawasan TWA Gunung Papandayan saat ini sudah lebih baik seiring dengan dikelolanya TWA Gunung Papandayan oleh pihak profesional swasta, yakni PT. Asri Indah Lestari (PT.AIL). PT AIL diberikan ijin pengelolaan TWA Gunung Papandayan sejak tahun 2016, berdasarkan keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (An. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) No. 1/1/IUPSWA/PMDN/2016, izin usaha pemanfaatan sarana wisata alam (IUPSWA) telah diberikan dengan wilayah kelola seluas 92,87 hektar.

Pada luasan pengelolaan TWA Gunung Papandayan saat ini menjadi lebih menarik dan semakin banyak alternatif menikmati alam Papandayan, tidak hanya sebatas berkemah dan pendakian saja. Ditemui di Kantornya, Dedi Sitepu selaku Manager Pengelola TWA Gunung Papandayan, memaparkan kepada media ini terkait perkembangan destinasi wisata alam di dalam kawasan TWA Gunung Papandayan.

Selain area perkemahan dan rute pendakian yang lebih menarik dan tersedianya toilet di sepanjang rute menuju perkemahan, saat inipun TWA Gunung Papandayan memiliki kolam renang air panas Belerang yang dibuat oleh PT AIL selaku pengelola kawasan. “Bagi para pengunjung bisa merasakan manfaat dari air panas belerang tersebut bagi kesehatan dan terapi,” ungkapnya.

Diluar pendakian, pengunjung juga bisa eksplorasi Gunung Papandayan lebih jauh dan aman dengan didampingi oleh pemandu wisata (guide) yang berpengalaman dan ramah. Guide tersebut bisa menunjukan spot wisata tersembunyi, diantaranya kawah, danau dan spot habitat flora dan fauna yang berada disana. “Guide tersebut adalah masyarakat sekitar Gunung Papandayan yang sebelum dikelola oleh swasta telah ada disana. Namun demikian pengelola swasta yang saat ini tetap memberdayakan masyarakat tersebut sebagai guide,” ujarnya.

Bagi para pengunjung rombongan yang ingin bermalam maupun gathering indoor, pengelola menyediakan Cottage dan fasilitasnya. Tersedia enam jenis cottage di TWA Gunung Papandayan, mulai dari tarif Rp500.000,00 hingga Rp4.000.000,00 permalam nya. Sementara itu untuk ruangan gathering sendiri bisa menampung seratusan orang.

PT. AIL juga mendirikan sebuah menara pemantau. Selain digunakan untuk kepentingan petugas, menara tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Dari menara itu pengunjung dapat secara luas menikmati pemandangan alam gunung papandayan yang eksotis tersebut, bahkan menjadi salah satu spot untuk ber selfie (swaphoto) terbaik yang ada disana. Selain fasilitas menara pandang yang telah disediakan, pengelola Gunung Papandayan juga membuat sebuah taman yang dinamakan dengan “Orchid Park”, didalam orchid park tersebut terdapat perawatan dan pembudidayaan tanaman bunga khas hutan gunung papandayan, seperti halnya bunga anggrek hitam.

Untuk kepentingan wisata pendidikan (eduwisata), pengelola juga menyediakan bahan untuk penelitian bagi anak didik ataupun tenaga pendidik, disana disediakan bibit tanaman, contoh tanaman, dan habitat dari tanaman yang khas yang ada disana bagi bahan penelitian.

Fasilitas umum di kawasan TWA Papandayan pun semakin meningkat, diantaranya sarana ibadah yang lebih besar dan terawatt. Area parkir yang sangat luas, sarana keamanan 24 jam penuh, serta pusat jajanan. PT AIL juga menyediakan layanan kesehatan gratis dan unit kendaraan darurat bagi pengunjung dan para pendaki yang mengalami masalah kesehatan, termasuk antisipasi gejala hypothermia gejala yang biasa terjadi di daerah yang bersuhu dingin.
Dedi Sitepu juga menegaskan, ticket masuk di TWA Gunung Papandayan sudah berikut retribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga asuransi bagi pengunjung yang membeli tiket tersebut.

“Menurut Kami harga tiket masuk ke TWA Papandayan sangatlah sebanding dengan keindahan dan eksotisme alam yang ada di sana. Bahkan Putra Kaban selaku pelaku wisata harus mengeluarkan kocek senilai Rp700.000 hanya untuk melihat bukit tebing yang ada di Grand Canyon di Amerika sana. Sementara menurutnya TWA Gunung Papandayan ini menurut Putra lebih baik dan lengkap. Ini adalah Anugerah Tuhan bagi Indonesia, lebih khusus lagi bagi Kabupaten Garut,” katanya. (Ridwan Arif/Yogi Iskandar)

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *