Warga Minta LSM KPLHI dan Media Mengkritisi Semua Industri yang Diduga Bermasalah di Garut

GARUT (LOGIKANEWS. COM) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI)  Kabupaten Garut meminta Bupati Kabupaten Garut, H Rudy Gunawan untuk segera menutup perusahaan sepatu yang berada di Kecamatan Leles,  Kabupaten Garut yakni PT Chansin.

Menurut Roni perusahaan tersebut harus ditutup permanen. Pasalnya,  keberadaan pabrik ini merupakan skala besar dan bukan skala menengah. Apalagi sekarang sudah menambah luas sebanyak 60 hektar.

Hal itu bertentangan dengan Perda No. 29 Tahun 2011 tentang RTRW dan UU No. 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

“Karena dasar inilah PT Chansin harus ditutup. Karena akibat keberadaan perusahaan ini menyebabkan kebanjiran, kemacetan serta dampak lainnya. Karena memang hal ini bertentangan dengan aturan yang ada,” tegas Roni.

Roni pun mengajak masyarakat untuk mencoba mengingat-ngingat bagaimana Kecamatan Leles terutama Jalan Raya Leles sebelum ada perusahaan Chansin.

“Kalau bupati tutup mata dan telinga ada apa dengan sikapnya. Ini menjadi pertanyaan besar dan sudah selayaknya pihak penegak hukum untuk bekerja secara proffesional. Karena aturan, fakta dampak negatif dan pelanggarannya sudah jelas. Berikut keluhannya pun sudah terlihat, ” ungkapnya.

Menurut Roni, selama ini sebagai warga Garut dirinya terus melakukan kritikan yang mendasar. Dimana pihaknya memberikan kritikan dengan mengacu pada aturan,  bukan atas dasar like and dislike atau suka dan tidak suka.

Untuk itu Roni mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama menyikapi setiap persoalan di Garut. Hal ini penting demi keselamatan Garut kedepan dan kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya.

“Jangan sampai Pemkab Garut mengeluarkan kebijakan yang niatannya baik, tetapi malah melabrak aturan dan menciptakan masalah baru serta membuat polemik di masyarakat, ” ungkap Roni.

Kalau begini peristiwanya, lanjut Roni maka apa yang akan terjadi dengan Kabupaten Garut dan warganya. “Selain PT Chansin,  perusahaan di Cijolang pun telah melanggar aturan yakni Perda No 29 tahun 2011, UU Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Pasal 73,” paparnya.

Sementara itu, salah satu warga meminta media untuk mengkritisi setiap persoalan dengan adil dan jangan pilih-pilih. Selain keberadaan industri di Cijolang PT Chansin dan Metrofile harus dikritisi. “Chansin dan Metrofile juga dong kritisi, ” ungkap salah satu warga melalui sambungan What App nya.

Namun ketika ditanyakan dimana lokasi Metrofile,  warga ini tidak menyebut lokasi yang dimaksud. (Asep Ahmad).

 

LOGIKANEWS.COM

Diterbitkan Oleh : PT Tangguh Tunggal Media (No AHU -0021249.AH.0101.Tahun 2017 Tentang Perusahaan Media) Penerbitan sesuai: 1. UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers 2. Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012 3. Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers. Redaksi www.logikanews.com Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab: Asep Ahmad Pimpinan Redaksi: Asep Ahmad Wartawan: Asep Ahmad, Syarif Hidayat, Rian Sutisna, Janoka, Asep Ruslan, N.I Nurlaela, Ridwan Arif Pengaduan: 081287075222

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *